Pemuda Pelopor Kota Malang 2016

(25/11) Pemuda, seseorang yang masih dalam umur belia dan berada dalam tingkat tertinggi dalam siklus kehidupan. Disebut dalam tahap tertinggi karena dalam tahap ini, pemuda bisa mempelajari apapun yang ia mau dengan mudah sesuai dengan seleranya. Oleh karena itu, pemuda yang mengorientasikan pemikirannya terhadap masa depan dapat mengubah dunia sesuai dengan apa yang ia kehendaki.

Para Juara Pemuda Pelopor Kota Malang
Untuk memberikan tampungan aspirasi terhadap masa depan dari pandangan para pemuda, Pemkot Malang mengadakan kompetisi yang dinamakan “Pemuda Pelopor” dengan beberapa bidang yang diperlukan serta dapat diimplementasikan. SMAN 10 Malang mengirim sembilan siswanya untuk mewakili sekolah. Penghargaan para juara Pemuda Pelopor Kota Malang diserahkan ketika Upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman balaikota Malang, SMAN 10 Malang mendapatkan 5 penghargaan atas proposal yang telah diajukan. Antara lain :
1. Luthfiana Rahmandari, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2016 Terbaik I Bidang Pangan
2. Katarina Atalia D.F.R, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2016 Terbbaik II Bidang Pangan
3. Nur Sayid Rahmat Tio, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2016 Terbaik I Bidang kominfo dan TTG
4. Moch. Rexy Qolbi Anura, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2016 Terbaik II Bidang Kominfo dan TTG
5. Febrina Humairo Salsabila, Pemuda Pelopor Tingkat Kota Malang Tahun 2016 Terbaik III Bidang Pengelolaan SDA dan Lingkungan
“Sayangnya, ketika sudah diajukan ke tahap Provinsi Jawa Timur belum ada yang lolos. ”Kata Sayid, Pemuda Pelopor Terbaik Pertama untuk bidang kominfo dan TTG. Ketika ditanya mengapa, ”Implementasi yang saya ajukan masih dalam jangka pendek, sedangkan lawan saya di provinsi sudah mengajukan implementasi jangka panjang.”
Diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota, Sutiaji.” Sekarang adalah akulturasi dan asimilasi budaya, kalau kita cermati terkadang membawa disintegritas terhadap bangsa bangsa,” paparnya. Diharapkan Pemuda Pelopor menjadi harapan di masa depan dapat menghalau musuh yang tak kasat mata dengan inovasi yang terus berkembang serta implementasi nyata lewat proposal yang telah diajukan.(/phm)

Delegasi Pemuda-Pemudi Korea-Indonesia

IKYEP

(10/11) Program Pertukaran Pemuda Indonesia Korea (IKYEP) merupakan pertukaran pelajar yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Di setiap tahunnya pemerintah Indonesia mengirim sejumlah pemuda Indonesia untuk mengikuti program IKYEP (Indonesia-Korea Youth Exchange Program). Dalam program ini para pemuda Indonesia merajut jalinan persahabatan dengan meningkatkan rasa persaudaraan sehingga terbentuk dua bangsa yang saling menghormati dan menghargai. Disamping itu, melalui program ini para pemuda juga mempromosikan budaya Indonesia melalui Cultural Performance yang ditampilkan di negara tujuan.Program ini sudah dilaksanakan sejak 6 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2010.

Pertukaran Pelajar Indonesia - Korea SelatanPertukaran Pemuda Indonesia-Korea (IKYEP) berkunjung di SMAN 10 Malang (Leadership Academy). Dengan membawa rombongan sejumlah pemuda Korea-Indonesia. Kegiatan ini disambut meriah oleh seluruh pihak dari SMAN 10 Malang (Leadership Academy). Kegiatan ini tak hanya memperkenalkan program IKYEP dikalangan remaja. Namun, juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan Korea. Siswa-siswi SMAN 10 Malang (Leadership Academy) juga turut memeriahkan acara ini dengan menampilkan berbagai pertunjukan, diantaranya tari tradisional Tunduk Menur yang dibawakan oleh Ratih Nurmalita (X1 MIPA A3) dan musikalisasi puisi oleh beberapa siswa yang telah memenangkan juara pertama pada lomba Pekan Seni Pelajar tingkat Kota Malang. Penampilan ini dibawakan oleh lima siswa diantaranya, Giacinta Ariani (X MIPA I1), Ratih Nurmalita (XI MIPA A3), Nadif Muhamad Ihffat (XI MIPA A3), Ruth Stella (XI MIPA A3), Aisha Nur Safira Putr i(XI E3). Begitu juga Adina dan Rizqila berduet menyanyikan lagu dengan apik.

Tak kalah, putra-putri delegasi pemuda Korea juga menampilkan beberapa pertunjukkan tradisional khas daerahnuya setempat. Penampilan itu diantaranya, Taekwondo dikolaborasikan dengan dance, dance K-POP salah satunya dance gangnam style yang sempat booming dikalangan remaja, fashion show dengan pakaian tradisional Korea (hanbook), dan terakhir paduan suara lagu tradisional Korea yang diiringgi seruling. Disamping itu, para delegasi Indonesia juga bersemangat menyemarakkan acara siang itu. Perwakilan Indonesia menunjukkan pakaian adat beberapa daerah dari seluruh Indonesia serta menampilkan tarian tradisional Indonesia.

Puncak acara sangat berkesan karena seluruh putra-putri delegasi Indonesia-Korea menyanyikan lagu Mars IKYEP. Para siswa sangat antusias mengikuti alunan lagu tersebut. Usai bersorak sorai, para peserta asyik berfoto dengan para delegasi, terutama pemuda Korea yang ternyata sangat diminati oleh para siswa/siswi SMAN 10 Malang (Leadership Academy). Akhir acara ditutup dengan putaran lagu “nona manis putar ke kiri kanan”. Seluruh siswa bergoyang menikmati lagunya. (salma&qulum)

Juara 2 Tingkat Nasional Lomba Arduino di ITB

Perjuangan tak ada yang sia-sia ini adalah kata-kata yang terucap sebagai motivasi saat hendak bejuang. Itulah kata-kata yang ada di benak ketiga siswa yang memenangkan lomba di ITB.
Lomba yang mereka ikuti adalah lomba arduino. Masing-masing tim terdiri dari 3 siswa. SMAN 10 Malang (Leadership Academy) mengirimkan satu tim yang tediri dari Annatasya Yuniar (XI) , Tara Dwi Febrianti (XI) , Ananda Surya A (XI).

Juara 2 arduino 2016

Berawal dari mengikuti workshop Smartlab tentang arduino. Kemudian, mendapat informasi lomba arduino di ITB (Institut Teknik Bandung), merekapun mencoba untuk mengikuti kompetisinya dengan harapan dapat memenangkan lomba ini hingga tingkat Nasional. Tanggal 12 Juni 2016 deadline mengumpulkan poster yang isinya adah hasil karya mereka. Tanggal 20 Juni telah diumumkan poster terbaik. Tanggal 11 Juli 2016 mereka mengumpulkan makalah ke ITB.
Pada tanggal 20 Juli diumumkan pemenang 10 besar lomba. Tak disangka, tim SMAN masuk ke 10 besar dengan no urut 5. Dan merka mempersiapkan apa yang harus di presentasikan. Pada tanggal 7 agustus adalah puncak pengumuman lomba dan akan dikirim ke ITB.
Ternyata mereka masuk 5 besar dengan nomer urut 5. Akan tetapi skor yang terakhir dari 4 tim lainnya. Dan di sana tinggal mempresentasikan karya yang di buat dan makalah. Dan pada pengumuman terakhir ternyata mereka asuk dalam 5 besar yang dapat disebut finalis lomba arguino tingkat nasional di ITB (Institut Teknologi Bandung).
Mereka menganggap bahwa mengikuti lomba sebagai menambah pengalaman dan sertifikat. Juara dan hadiahnya adalah sebagai bonus kita yang telah berjuang dan terus semangat tanpa mengenal lelah.

Hari Guru Nasional 2016

Jasamu TiadaTara

            (25/10) siswa siswi SMAN 10 Malang Kampus 1 memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2016. Hari Guru diperingati untuk mengenang jasa-jasa guru yang telah membimbing kita dari belum bisa apa-apa hingga sukses di masa depan. Smandasa memperingati hari itu pada pagi hari tepatnya pada pukul 6.30 pagi .

Upacara dipimpin oleh Pak Yunus - Guru Matematika

            Sisiwa-siswi mengikuti kegiatan ini dengan hikmad karena para siswa sedang mengenang jasa para guru sejak mereka belum bisa apa-apa hingga menjadi bisa seperti sekarang ini. Setelah upacara selesai, siswa siswi Smandasa selaku koordinator  mengadakan acara tambahan seperti persembahan dari siswa kepada guru, pengumuman hasil dari lomba CNC ( Clean And Care ) dan pemberian bungan kepada para guru favorite menurut para siswa.

Bapak Ibu Guru jadi petugas upacara Hari Guru 2016

            Persembahan siswa yang pertama yaitu pembacaan puisi oleh Tri Iriani Putri (IPS K1) dan Alif Novaldo (XI IPS K3). Selanjutnya pembacaan pidato oleh Rafli dari kelas X Mipa E1. Pembacaan puisi dan pidato itu bertemakan tentang jasa-jasa para guru yang telah senantiasa sabar dan telaten dalam membimbing kita menuju kesuksesan kita di masa depan. Setelah persembahan dari siswa selesai ditampilkan, selanjutnya yaitu pengumuman hasil lomba CNC, pemenangnya yaitu juara ketiga dari kelas XII MIPA 4, juara kedua dari kelas X MIPA A1 dan juara pertama di raih oleh kelas X IPS K1. Para pemenang sangat bahagia, karena mendapat hadiah yang tidak terduga.

Pemberian bunga oleh Ketua OSIS dan Ketua MPK kepada Para Guru

            Setelah pengumuman hasil lomba selesai, acara kembali berlanjut ke proses pemberian bunga kepada guru terfavorit menurut para siswa. Mereka sebelumnya sudah mempersiapkan setangkai bunga yang beraneka ragam. Saat sesi ini siswa-siswi berbaris dengan rapi untuk memeberi salam kepada guru-guru dan memberikan setangkai bunga kepada guru favorite menurut mereka. Guru yang menerima bunga sungguh sangat bahagia karena mendapat hadiah dari para siswa yang tidak terduga.(nvl)