Belajar Malam Bersama

Study Night

Study night adalah suatu program yang diadakan oleh anggota Dormitory Comittee SMAN 10 Malang (Leadership academy). Study night memiliki tujuan untuk membuat para anak asrama agar belajar dan dapat mempersiapkan materi yang akan diajarkan besok dan mengerjakan tugasnya atau dapat dijadikan sebagi belajar bersama.
Siswa yang wajib mengikuti kegiatan ini adalah siswa kelas 10 dan 11. karena kegiatan ini memiliki tujuan agar kelas 12 dapat belajar dengan tenang dan fokus dalam belajar. Siswa yang tidak mengikuti study night tanpa alasan tertentu terdapat hukuman. Yaitu, hukuman fisik dan membatu anggota Progdev (Program Development) untuk membuk dan menutup pintu.

mercusuar.
Kegiatan ini tidak hanya bagi siswa Leadership Academy akan tetapi tenyata kegiatan ini sejak Sampoerna Academy. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari senin malam, selasa malam, rabu malam, dan kamis malam. Yang dimulai pukul 19.00 sampai 21.00.
Sebenarnya study night sangatlah bermanfaat sekali bagi siswa-siswi SMANDASA karena kita dapat mempersiapkan segalanya untuk besok. Dan kita dapat bertanya kepada teman apabila kita mendpat kesulitan dlam mendapatkan materi. Kita juga dapat bertukar pendapat tentang sesuatu.
Dahulu kita mengikuti study night dengan memasuki kelas masing-masing. Akan tetapi sekarang terdapat sedikit perubahan. Yaitu terdapat silent class dan discuss class. Silent class adalah anak yang memasuki kelas tersebut diwajibkan untuk menjaga ketenagan dan tetap sunyi. Berbeda dengan discuss class, semua anak yang masuk dalam discuss class terserah mau ramai atau sepi karena yang di harapkan adalah di discuss class adalah dapat berdiskusi dengan teman. Di discuss class walaupun sering ramai tetapi tidak diperbolehkan untuk tidak belajar.
Di dalam kegiatan ini juga terdapat peratuaran yang harus di taati oleh setiap siswa. Yaitu:
1. Harus membawa buku tulis lebih dari 2 dan buku paket lebih dari 1
2. Dalam study night siswa tidak boleh tidur di dalam kelas
3. Diperbolehakn untuk mebawa laptop akan tetapi tidak boleh untuk digunakan untuk bermain game.
4. Siswa tidak boleh telat kecuali anak yang masih piket kantin

Apabila ada yang melangggar peraturan yang telah ditentukan maka akan mendapatkan konsekuensi. Siswa di harapkan patuh denan ketentuan yang telah dibuat. (ahm)

Diklat Calon Paskibra SMAN 10 Malang Angkatan ke XVIII

(6/1) Sebagai perwujudan rasa nasionalisme kepada Bangsa Indonesia, para pemuda wajib berperan aktif dalam mengharumkan negara Indonesia tercinta ini. Pemuda saat ini sudah hidup di zaman yang serba ada, sudah tak lagi ada peperangan yang berarti. Untuk itu, diharapkan para pemuda generasi penerus bangsa dapat terus mengisi kemerdekaan ini dengan hal hal yang positif.

Salah satu perwujudan rasa nasionalisme para pemuda kepada bangsanya adalah dengan mengikuti kegiatan ekstrakuriluker dan aktif dalam mengikutinya. Paskibra adalah salah satu cabang ekstrakurikuler yang digemari oleh sebagian besar sekolah menengah atas di Indonesia. Salah satu cabang ekstrakurikuler ini menanamkan rasa nasionalisme kepada seluruh anggota nya dengan berfokus pada pengibaran bendera kebangsaan yaitu bendera sang saka merah putih.

Upacara

Untuk itu, SMAN 10 Malang sangat mendukung adanya ekstrakurikuler yang biasa disebut L to L. L to L sendiri merupakan kepanjangan dari Learning to Live. Paskibra adalah salah satu cabang L to L dalam bidang Global Citizenship yakni berperan utama dalam pengaruh global.

Rasa memiliki bangsa Indonesia harus ditanamkan sejak dini. Oleh karena itu, SMAN 10 Malang telah mencoba memfasilitasi anak didiknya berlatih kedisiplinan sedini mungkin. Para anggota calon paskibra angkatan ke XVIII telah usai menjalankan diklat. Tepatnya pada hari Jum’at, 6 Januari 2017, bertempat di Batalyon Paskhas 464 (Bandara Abdurachman Saleh).

Runtutan kegiatan dimulai dari terbitnya fajar dan berakhir di malam hari. Keseluruhan kegiatan dibina oleh Paskibra SMANDASA Angakatan ke XVII, Alumni Paskibra SMANDASA Angkatan ke XVI, dan juga para pembina dari pengurus guru SMAN 10 Malang. Kegiatan berlangsung sesuai dengan harapan dan menuai kesuksesan.

Outbound

Para siswa calon paskibra angkatan ke XVIII dibina dan ditempa dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam diklat ini. Mental serta fisik dilatih sedemikian rupa agar karakter para siswa calon paskibra angkatan ke XVIII tumbuh dan muncul demi mewujudkan siswa yang berkarakter.

Tak hanya dilatih dan dibina dalam hal baris berbaris saja. Namun dalam diklat ini, calon paskibra angkatan ke XVIII fisik serta mental ditempa agar mereka siap menjadi generasi penerus bangsa yang bermental baja dan ksatria

Kegiatan ini berlangsung sampai dengan hari Minggu, 8 Januari 2017. Keseluruhan rangkaian kegiatan ditutup dengan pengesahan calon anggota paskibra SMAN 10 Malang angkatan ke XVIII yang telah resmi menjadi anggota paskibra SMAN 10 Malang angkatan ke XVIII. Isak tangis pun tak terbendung di mata seluruh anggota paskibra SMAN 10 Malang angkatan ke XVIII karena telah resmi melepas gelar ‘calon’. (salma)

Pelatihan dan Pengembangan Karakter Siswa SMAN 10 Malang

Pendidikan dan Pelatihan Kedisiplinan

 

Hari Pertama

(03/01) Capek, sebuah kata yang dapat mewakili perasaan siswa-siswi dalam melaksanakan Latihan Kedisiplinan yang dibina oleh pihak LAPETAL (Lembaga Penyediaan Tenaga Angkatan Laut). LAPETAL adalah lembaga yang bertugas untuk merekrut anggota TNI AL. SMAN 10 Malang (Leadership Academy) merupakan salah satu dari lembaga sekolah yang bekerja sama dengan LAPETAL. Dikarenakan SMAN 10 Malang (Leadership Academy) akan menjadi SMA Negeri Taruna Jawa Timur, maka pembiasaan terhadap sistem yang baru harus dibiasakan dengan pelaksanaan “Latihan Kedisiplinan”.

5

            Acara dibuka dengan Upacara Pembukaan dan penyematan tanda peserta dalam “Latihan Kedisiplinan” yang dilaksanakan oleh pihak LAPETAL. Kemudian perkenalan dari pihak Pembina dan pelatihan PBB. Dilanjutkan dengan pemberian materi kebugaran jasmani dan praktiknya.

Berbagai hal diajarkan oleh pihak pembina untuk membiasakan diri dengan pelaksanaan sistem yang baru ini. Seperti melakukan pergerakan tanpa suara dan sistem makan berkelompok. Siswa – siswi didampingi secara terus menerus oleh pembina, dimulai dari bangun tidur hingga kembali tidur.

7

            Tujuan utama dari pelatihan ini tidak lain adalah pembentukan karakter seorang leader yang baik. Dimulai dari hal yang kecil kemudian merambat ke hal yang lebih besar, itulah cara untuk melatih kedisiplinan. Karena disiplin adalah salah satu karakter bangsa yang harus dipertahankan.

Ditutup dengan renungan sejenak, siswa – siswi SMAN 10 Malang (Leadership Academy) diajak untuk memikirkan semua kesalahan yang telah dilakukan dan berusaha menjadi yang lebih baik di hari esok. Di tengah dinginnya malam, siswa – siswi SMAN 10 Malang (Leadership Academy) merasakan kehangatan api unggun dan bernyanyi ria setelah membakar habis semua dosa yang ada di dalam sebuah kertas.

Hari Kedua

(04/01) Rabu, merupakan hari terakhir diklat kedisiplinan dan bela negara di sekolah yang berdiri di Tlogowaru ini. Pada hari itu, diadakan outbond yang diawali dengan latihan upacara penutupan diklat kedisiplinan dan bela negara yang dibimbimg lagi oleh pihak LAPETAL yang berlangsung mulai pukul 6.30 hingga 8.00 pagi.

1

Acara dilanjutkan dengan sosialisasi kelompok karakter oleh LAPETAL. Saat sosialisasi yang diadakan di aula mercusuar, siswa dibagi menjadi 5 kelompok karakter, yaitu sanguinis (penyenang), koleris (pekerja), melankolis (pemikir), phlegmatis (pendamai), dan campuran.

Setelah pembagian kelompok karakter, siswa kemudian berkumpul di sekitar mercusuar sesuai kelompok karakter sambil makan snack. (kue basah). Sekitar pukul 11.00 siswa mulai baris dengan rapi di lapangan hijau. Selanjutnya LAPETAL membuat 10 kelompok yang anggotanya dipilih oleh siswa yang maju ke depan sebagi ketua kelompok. Anggota kelompok tersebut terdiri dari siswa berkarakter sanguinis, koleris, melankolis, phlegmatis, serta campuran.

13

Setelah itu, kelompok yang dibentuk harus membuat yel – yel. Kelompok tersebut bernamakan ikan. Ada ikan Dori, Lele, Duyung, Arwana, Teri, Piranha, Mujaer, Cupang, Dugong, dan Paus.

Outbond terdiri dari 10 tantangan yang bertempat di sekitar sekolah, mulai dari depan asrama, halaman Mercusuar, parkiran, lapangan voli, lapangan hijau, taman perpustakaan, dan Community Service Center. Masing – masing kelompok minimal harus mendapatkan 5 bendera, dengan cara melaksanakan tugas di setiap pos dengan berhasil.

15

Sekitar pukul 15.00 siswa pun berkumpul di Community Service Center. Sambil istirahat, pihak LAPETAL mengumumkan pemenang outbond yang terdiri dari juara 1, 2, dan 3. Juara 1 diraih oleh kelompok Dori yang dipimpin oleh Rafli Mas Hadi dari kelas X MIPA 6 I2.

Kemudian diadakan apel penutupan diklat kedisiplinan dan bela negara. Komandan apel adalah Philippus Terenta Utama ( XII MIPA 5 dan ) yang menjadi inspektur adalah Ketua LAPETAL. Dalam apel penutupan juga diadakan pelepasan tanda peserta pelatihan diklat kedisiplinan dan bela negara oleh perwakilan siswa-siswi kelas X, XI, dan XII.

Acara selanjutnya adalah foto bersama LAPETAL dan guru SMAN 10 Malang bergiliran masing-masing kelompok. Siswa kembali ke asrama dengan semangat baru. (/phm/dina)

Upacara Bendera Hari Pertama di Semester 2

(03/01) Hari Pertama masuk sekolah, SMAN 10 Malang (Leadership Academy) mengadakan upacara bendera sebagai pembukaan hari pertama masuk setelah 2 minggu berlibur. Didukung dengan cuaca yang bersahabat, kali ini pembina upacara oleh Bapak Tri Suharno selaku Kepala Sekolah. Seluruh petugas telah siap di tempatnya masing-masing, sambil tersenyum lebar melepas keraguan. Seluruh siswa-siswi segera berbaris rapi di tengah lapangan, begitu komando upacara dimulai diumumkan. Tak kalah, Bapak, Ibu guru dan tenaga pendidikan berbaris menjadi satu shaf di samping pembina.

Pasukan Pengibar Mendera Merah Putih

Upacara pun dibuka oleh protokol Nona Infantrias Chinty Clarizta (X) dan dipimpin oleh Rezki Dhavian Adipriyatma (X). Acara demi acara terlaksana dengan lancar dan khidmat. Begitupun pengibaran bendera merah putih yang dikerek oleh Kevin Juan (XI), Arum Safitri (XI), dan M. Zulkarnain (XI) diiringi nyanyian lagu Indonesia Raya oleh Tim Paduan Suara dipimpin Rr. Galuh Ayu Wijayanti . Dan sampailah pada amanat Pembina Upacara. Pada Upacara pagi ini, Bapak Kepala Sekolah menyampaikan dan menjelaskan mengenai transisi SMAN 10 Malang (Leaderhsip Academy) menjadi SMAN Taruna Jawa Timur. Sekaligus meluruskan isu-isu baik positif maupun negative. Dengan begitu, diharapkan para siswa dapat menyesuaikan diri dan mengikuti perubahan yang akan dijalankan selama masa transisi sekolah.

Amanah Pembina Upacara - Kepala SMAN 10 Malang - Drs. Tri Suharno

Upacara kali ini cukup tenang. Seluruh peserta lebih serius dan semanagat. Hal ini sangat terasa ketika pengucapan Pancasila dan Panca Prasetya siswa dengan suara tegas dan kompak. Semoga hal ini terus berlangsung pada upacara-upacara selanjutnya. (/hsd)