Mempersiapkan Diri Jelang UNBK dengan Istighosah

(13/03) Sehubungan dengan pelaksanaan UNBK Tahun 2020, SMAN 10 Malang Melaksanakan kegiatan istighosah dengan wali murid kelas XII dengan tujuan untuk mendo’akan para siswa kelas XII agar ujian yang akan dihadapinya diberi kelancaran dan kemudahan. Acara ini dimulai pukul 13.00-15.00 WIB bertempat di Gedung Aula SMAN 10 Malang dan di isi oleh KH. Ali Mustofa atau lebih dikenal dengan nama Gus Ali. Sebagai pengisi acara inti, Ustadz tersebut membawakan tausiyah mengenai pentingnya orang tua dalam memperlakukan anaknya dengan baik begitu pun anak harus memperlakukan orang tua dengan baik.

Kegiatan istighosah ini juga di isi oleh Kepala SMAN 10 Malang  yaitu Dr. Husnul Chotimah yang memberikan materi mengenai Purnawiyata dan membahas mengenai wisuda yang akan datang. “ Acara istighosah kali ini sangat bagus, dapat menambah kedekatan dengan keluarga terutama orang tua, dan juga orang tua bisa mendo’akan yang terbaik untuk anaknya dalam menghadapi ujian, ” Ujar perwakilan siswa kelas XII.(mbf)

Tiga! Dua! Satu! Roket Meluncur!

(29/2) Pembelajaran di kelas terkadang dirasa membosankan oleh siswa. Pelajaran yang monoton membuat siswa kurang antusias untuk belajar di kelas, sehingga akan menghambat pemahaman materi yang rumit. Oleh karena itu, Pak David selaku guru mata pelajaran Fisika membuat sebuah inovasi dalam pembelajarannya. Beliau mengadakan event bernamaWater Rocket Competition (kompetisi roket air) sebagai aplikasi materi Fisika KD 3.6, yaitu Hukum Newton dan Penerapannya.

Water Rocket Competition sendiri menerapkan Hukum Newton III mengenai gaya aksi dan reaksi. Kompetisi seru yang bertempat di lapangan SMA Negeri 10 Malang ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X MIPA 1 sampai X MIPA 5 yang dibagi ke dalam 33 kelompok. Masing-masing kelompok memiliki empat sampai enam anggota.

Setiap kelompok bersaing satu sama lain membuat roket hasil desain mereka sendiri. Desain roket terdiri atas badan roket yang terbuat dari botol plastik bekas dan sayap juga ujung roket yang terbuat dari karton. Selain itu, ada juga launcher atau peluncur roket yang terbuat dari susunan pipa. Sesuai dengan namanya, peluncuran roket juga memerlukan air sebagai media.

“Karena gak ada desain patokannya, untuk kelompok kami roketnya harus dikasih pemberat biar gak kalah sama angin waktu meluncur di udara,” terang Dafa, salah seorang peserta dari X MIPA 4. Ia juga menambahkan bahwa aspek lain yang harus diperhatikan agar roket dapat meluncur dengan baik yaitu pembuatan launcher dari pipa yang disusun menurut konsep aksi reaksi  agar pipa launcher dapat mengeluarkan air ke arah kiri dan menerbangkan roket ke arah kanan.

Penilaian kompetisi ini meliputi lama waktu roket di udara dan jarak maksimal yang ditempuh oleh roket dari terbang sampai jatuh. Para siswa sangat antusias membantu penilaian dengan cara mengukur jarak jatuhnya roket air dari titik peluncuran menggunakan meteran gulung. Selain itu, ada siswa yang bertugas menghitung waktu roket di udara.

“Harapannya siswa dapat memahami konsep Hukum Newton III tentang aksi reaksi dengan baik,” tutur Pak David. Pernyataan beliau senada dengan tujuan kompetisi ini, yaitu pengaplikasian materi tentang Hukum Newton yang sedang dipelajari oleh siswa kelas X.

Tidak semua peluncuran roket berjalan dengan mulus, ada beberapa roket yang gagal meluncur jauh dan ada pula yang tersangkut saat akan mendarat. Namun, dibalik itu semua, para peserta menjadi tahu dimana letak kesalahan mereka dalam menerapkan konsep Hukum Newton III, sehingga kedepannya mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Selain itu, Water Rocket Competition ini menguji kekompakan mereka dalam kelompok mulai dari pembuatan roket air dan perlengkapannya, hingga saat beradu di dalam kompetisi. (lrf/zul)

Apel Pagi Pembuka Hari

(17/02) Sudah menjadi agenda sekolah yang wajib dilaksanakan, setiap dua minggu sekali diadakan Apel Pagi. Pagi ini hawa yang lumayan dingin menyertai apel dari awal hingga usai yang diikuti siswa kelas X dan XI. Apel ini tetap berjalan seperti biasanya meski siswa kelas XII karena harus mengikuti ujian praktik.

Dengan petugas apel dari Tim Paski sekolah yang sigap melaksanakan tugasnya dengan baik dan lancar. Amanat apel pagi ini disampaikan oleh Pak Danis selaku guru BK, dalam amanatnya Pak Danis menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai pelajar yang harus diutamakan demi suksesnya pendidikan. “Kalian itu harus menjadi siswa yang displin, terutama disiplin waktu. Lebih-lebih sebagai taruna-taruni Smandasa” tuturnya menutup apel pagi ini. (ran, rza)

Cari Tahu Level Bahasa Inggris Lewat Placement Test

(16/1) Siswa kelas X dan XI SMA Negeri 10 Malang berkesempatan mencicipi placement test (tes penempatan) Bahasa Inggris untuk mengetahui sejauh mana level kemampuan berbahasa Inggris mereka. Tes daring tersebut dilakukan bergantian tiap kelas dan dilaksanakan mulai tanggal 13 hingga 16 Januari 2020 di ruang IT. Tes ini dibuat oleh bimbingan belajar Bahasa Inggris yang namanya cukup terkenal di Indonesia, yaitu English First atau lebih akrabnya disebut EF.

Tidak hanya soal berbasis teks, placement test ini juga menyuguhkan soal dengan audio untuk menguji kemampuan listening siswa. Dua model soal tersebut terbagi ke dalam dua sesi. Setiap sesi berbatas waktu 25 menit.

Saat laman tes dibuka, siswa diminta untuk mengisi data log in terlebih dahulu, kemudian barulah laman tes sesi pertama dapat dibuka. Sesi pertama adalah reading section. Kemampuan membaca dan memahami teks berbahasa Inggris dengan teliti dan cepat diuji di sini. Setelah sesi pertama selesai dikerjakan, sesi kedua pun dimulai. Sesi kedua adalah listening section. Sesi ini menguji kepekaan mendengar percakapan dengan Bahasa Inggris dan menangkap maknanya.

Usai mengerjakan seluruh soal, nilai langsung ditampilkan di layar. Halaman tersebut menampilkan level Bahasa Inggris dan nilainya. Nantinya, nilai tersebut akan dicetak menjadi sertifikat untuk siswa kelas X dan XI yang telah mengerjakan placement test. Sertifikat tersebut dapat digunakan untuk mendaftar ke universitas maupun ke institusi lain yang membutuhkan nilai kemampuan berbahasa Inggris. (lrf/zul)

Perekaman Data E-KTP

(13/2) Agenda Perekaman Data E-KTP minggu ini bertempat di SMAN 10 Malang oleh Dinas Kependudukan Kota Malang, siswa yang bisa mengikuti perekaman Data E-KTP ini hanya diberlakukan siswa yang sudah berumur 17 tahun atau lebih dan hanya yang berdomisili di Kota Malang.

Ada 8 orang petugas Dipenduk yang datang ke sekolah, dengan membawa empat kamera untuk merekam data kependudukan yang diperlukan. Mereka harus menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran.

Siswa yang melaksanakan perekaman data kependidikan kurang lebih sebanyak 50 orang, perekaman ini bertempat di Ruang Laboratorium IT 1 dari pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB, sekitar satu minggu kemudian KTP sudah jadi dan akan diantarkan ke sekolah oleh Dispenduk Kota Malang. (ymg/krs)

SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN INDONESIA

            Selasa (4/2/2020) Salah seorang anggota MPR RI dari Malang Raya mengadakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Indonesia yang diadakan di SMAN 10 Malang dan diikuti oleh perwakilan siswa kelas X, XI dan XII. Acara tersebut dimulai pukul  10.00-12.00 WIB bertempat di musholla sekolah. Pengisi acara tersebut adalah Kresna Dewanata Phrosakh salah satu anggota MPR RI dan juga Anggota MPR RI lainya. “bukan hanya  masyarakat saja yang diajak untuk bersosialisasi, melainkan sekolah juga perlu untuk bersosialisasi”, ujar salah satu anggota MPR RI. Materi yang di sampaikan anggota MPR RI adalah 4 Pilar Kebangsaan Indonesia yaitu  Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, dan  NKRI. Disela-sela presentasi materi, siswa yang ikut perpartisipasi diberi  tas kecil berwarna putih yang berisi buku-buku mengenai materi sosialisasi.

            Anggota MPR RI mempersilahkan semua siswa yang hadir dalam  kegiatan sosialisasi untuk memberikan pendapatnya masing-masing mengenai 4 Pilar Kebangsaan Indonesia dan juga memilih 10 siswa yang berani untuk maju dan mengutarakan pendapatnya mengenai  4 Pilar Kebangsaan Indonesia. 10  siswa yang  berani menyampaikan pendapatnya diberi hadiah oleh anggota MPR RI yaitu amplop putih dan sertifikat. Tak hanya amplop dan sertifikat,  anggota MPR RI memberikan hadiah 4 sepadah kayuh yang diberikan untuk empat terbaik dari 10 siswa yang berani memberikan pendapatnya. Hadiah tersebut diberikan dengan syarat memberi tepuk tangan yang paling banyak.

“Acara sosialisasi ini sangat seru ya,apalagi dengan ditambah hadiah-hadiah yang diberikan oleh anggota MPR RI jadi tambah semangat untuk mengikuti acara tersebut”, ujar Marcella, peserta sosialisasi.(mbf)