Bridge sabet medali untuk Satradhirsa

Lagi-lagi SMAN 10 Malang menyabet medali perak dalam ajang perlombaan Bridge berpasangan yang diadakan di  Jakarta tepatnya di gedung Marinir Cilandak dan Telkom Landmark Tower  pada tanggal 10-17 November 2019. Perlombaan bridge berpasangan ini diikuti oleh beberapa perwakilan SMA Negeri di Jawa Timur, diantaranya SMAN 10, SMAN 3, dan SMPN 1.

Tak tanggung-tanggung, demi mengharumkan nama Satradhirsa, Satria Sandhi dan Kevin Syauqi bekerja keras yaitu latihan intensif selama H-1 bulan dan latihan empat minggu sekali. “Pas latihan Bridge itu seru banget, soalnya kayak diasah banget buat mikir juga gitu otaknya” ujar Satria. Perlombaan ini tak hanya mengharumkan nama Satradhirsa saja, tetapi juga mengharumkan nama Kota Malang sebab perlombaan ini hingga ke kancah nasional.

“Sukanya ya pasti seneng dan bangga bisa dapet juara sama mewakili SMAN 10, bisa menambah pengalaman, terus seneng juga bisa ketemu atlet lain jadi banyak punya temen nya, hehe. Kalo Dukanya nggak ada sih soalnya dari akunya juga suka Bridge jadi yaa kayak seneng, enjoy aja pas latihan sama lomba hehe” lanjutnya. (ran)

Optimis jadi juara, juara 1 di ajang Malang ‘Muaythai Fighting Fest’

(14/12) Malang ‘Muaythai Fighting Fest’ adalah salah satu ajang perlombaan yang diadakan dalam rangka penjaringan atlit. Acara ini diselenggarakan oleh Pengurus Muaythai Indonesia Kota Malang yang berpusat di Yon Bekang 2/Kostrad. Tepatnya di Jl. Panglima Sudirman no 14 Kesatrian, Malang.  Banyak orang dari berbagai kalangan dan usia yang mengikuti perlombaan ini karena di buka secara umum. Namun, kebanyakan peserta yang mengikuti lomba ini adalah dari kalangan SMA/SMK.

Salah satu peserta yang mengikuti lomba ini bernama Bobby Penaloza. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari SMAN 10 Malang. Siswa yang biasa dipanggil Bobby ini menduduki bangku kelas XII IPS 4. Pada saat mengikuti perlombaan ini, Bobby mengaku ia sudah sangat optimis dari awal. Di sana ia didampingi oleh team club yang bernama Never Say Old Combat. Hingga akhirnya, ia memenangkan perlombaan ini saat pertandingan akhir melawan peserta yang berasal dari Sidoarjo.

Ia mengaku sangat senang pada saat panitia mengumumkan namanya menjadi juara pertama. Karena baginya, ketika ia berusaha keras dan  merasa optimis pada saat mengikuti lomba, ia bisa menjadi juara seperti yang ia inginkan. “Berdoa kepada Tuhan adalah yang utama. Namun, usaha dan sikap optimis juga perlu. Karena percaya diri bisa membuat kita menjadi juaranya”, Ujar Boby Penaloza pemenang juara 1 lomba Muaythai. (rza)

Penerimaan Rapor Kelas XII SMAN 10 Malang

(21/12) Seluruh siswa kelas XII SMAN 10 Malang mengambil rapor bersama orangtuanya. Acara tersebut dimulai dari jam 7 pagi hingga jam 12 siang. Tidak seperti biasanya, pelaksanaan penggambilan rapor diadakan di Aula kampus II UM. Hal tersebut dikarenakan sekolah akan menyiapkan wadah untuk wali murid dan siswa dengan memberikan gambaran-gambaran dan pengarahan untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 stanza, dilanjutkan dengan sambutan  Kepala Sekolah Ibu Dr. Hunsul Chotimah, Ketua Komite Sekolah Bapak Dr. H. Moch. Sulthon, M.Pd. dan sambutan terakhir oleh Ibu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Baru Dra. Ema Sumiarti, M.Si, setelah itu paparan PTN dibagi menjadi tiga sesi, yang setiap sesi diisi oleh dua hingga tiga universitas. Universitas yang mengisi materi antara lain UM, Polinema, UNEJ, UNESA, IAIN Tulungagung, UB, dan UNAIR. Dalam acara tersebut mereka menjelaskan bagaimana jalur-jalur yang dapat ditepuh oleh siswa untuk memasuki PTN tersebut baik melalui jalur Prestasi, SNMPTN, maupun SBMPTN.

Selain itu mereka juga menerangkan tentang berapa saja biaya per semester, bagaimana sistem belajarnya, serta fasilitas apa saja yang ada di dalamnya. Sebagian moderator setiap universitas menggunakan video sebagai media yang membantu menerangkan. Namun, sebagian lainnya menggunakan slide presentasi dan menjelaskan secara manual.

Setiap universitas diberikan waktu 20-30 menit untuk menyampaikan informasinya. Setiap akhir sesi, orang tua dan siswa diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan kepada pemateri. Banyak pertanyaan yang muncul dari orang tua/ wali siswa. Salah satunya adalah biaya kos di sekitar universitas tersebut dan biaya makan. Acara ditutup dengan pembagian konsumsi makan siang dan pembagian rapot oleh wali kelas masing-masing.(ear)

Penerimaan Rapor Semester Ganjil bagi Kelas X dan XI

Jumat, 20 Desember 2019, SMAN 10 melaksanakan kegiatan penerimaan rapor bagi siswa kelas X dan XI. Penerimaan rapor ini tentunya menjadi momen yang menegangkan bagi seluruh siswa karena merupakan hasil pembelajaran dalam satu semester ini.

Penerimaan rapor ini diterima oleh setiap masing-masing orang tua/wali siswa kelas X dan XI. Penerimaan rapor ini dilaksanakan mulai pukul 07.30 hingga pukul  09.00 WIB. Penerimaannya sendiri di kelas masing-masing yang diberikan langsung oleh wali kelas atau yang mewakili.

Secara teknis pengambilan rapor ini sangat tertata. Dari segi waktu bahkan penempatan para pemandu yang memandu orang tua/wali siswa untuk mengarahkan pada kelas masing-masing yang bertujuan untuk meminimalisir kesalahan para wali murid masih belum tahu letak-letak kelas. Selain itu bantuan para pengurus kelas untuk wali kelas masing-masing juga sangat membantu jalannya penerimaan rapor ini.

Secara keseluruhan penerimaan rapor ini berjalan lancar dan on time. “ kalo menurut aku karena ada pemandu sama pengurus kelas jadi semuanya kayak lebih tertata gitu, lebihnya kayak semua teratur jadi sebelum orang tua ambil semuanya uda disiapin “ tutur Deviana salah satu pemandu penerimaan rapor. ( nsw)

Classmeeting Akhir Semester Ganjil

Setelah satu minggu pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester), pengurus OSIS dan MPK menyelenggarakan classmeeting sebagai hiburan bagi para siswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut.

Hari pertama pelaksanaannya, Senin (16/12/2019) kegiatan dimulai pukul 07.00-11.00 WIB. Hari kedua, Selasa (17/12/2019) kegiatan dimulai pukul 07.00-13.00 WIB. Hari ketiga, Rabu (18/12/2019) kegiatan dimulai pukul 07.00-14.00 WIB. Semua perlombaan dilaksanakan di lapangan basket karena berhubungan dengan olahraga.  

Pada classmeeting kali ini, panitia menyiapkan beberapa perlombaan, antara lain PBB dan yel-yel bagi siswa kelas 10, tarik tambang, futsal, basket bahkan e-sport atau olahraga elektronik menjadi pilihan untuk dilombakan. Permainan Mobile Legend yang saat ini sedang marak di kalangan para remaja, menjadi salah satu e-sport yang dilombakan pada class meeting ini.  

Kelas XI IPS 2 adalah satu peserta yang memenangkan pertandingan Futsal dalam ajang classmeeting kali ini. (mis)

Penilaian Akhir Semester Menyambut Libur Panjang

Untuk mengevaluasi kemampuan akademik siswa SMAN 10 Malang, Penilaian Akhir Semester dilaksanakan mulai 2 s.d. 11 Desember 2019. Mata pelajaran yang diujikan sesuai dengan jurusan. Biologi, Fisika, dan Kimia untuk jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Sedangkan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), yaitu Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi.

Dalam satu hari, ujian dilaksanakan sebanyak dua mata pelajaran. Terkecuali Rabu pada minggu kedua, hanya ada satu mata pelajaran. Pengawas pada tiap sesi pun berbeda sesuai ruang ujian. Pada sesi pertama, durasi mengerjakan selama 90 menit, sedangkan sesi kedua 60 menit. Kelas XII dimulai pukul 07.00-10.30, sedangkan kelas X dan XI bersamaan pukul 10.30-14.00. Tiap ruangan diisi oleh 20 siswa (kelas X dan XI) yang ditempatkan urut nomor presensi. Pada 15 menit pertama, peserta ujian diberi waktu untuk mengisi lembar jawaban komputer (LJK), berikutnya mengerjakan soal yang dibagikan. Jika menggunakan cyber, maka durasi pengisian LJK selama 7 menit. Untuk mata pelajaran yang membutuhkan perhitungan, disediakan selembar kertas buram dari pengawas untuk tiap siswa. Untuk membedakan kelas X dan XI, seragam mereka dibedakan tiap harinya.

Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester ini berlangsung lancar sesuai jadwal, tanpa ada penundaan. Fasilitas cyber juga terbilang baik dan tidak ada kendala. “Menurutku, tujuan dari diadakannya ujian ini ya menguji pemahaman siswa selama satu semester, acuan para guru dan siswa untuk menjadi lebih baik. Juga jadi tahu kita kurangnya di bidang mana.” ujar Zulfa, siswi kelas XI. (ndr)

Buah Hasil Kepepet, Berujung Menjadi Jawara

            Lapangan Rampal nampak berwarna-warni di hari Minggu (13/11) pagi. Hari itu adalah acara Tropicolour Walk 2019 yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan dan Malang Post. Banyak orang dari berbagai kalangan usia turut hadir memeriahkan acara ini. Puncak acara ditunggu-tunggu karena pengumuman doorprize dan pemenang Vlog Competition dan Photography Competition. Lagi-lagi, peserta didik SMAN 10 Malang tampak turut serta dalam kompetisi ini.

            Hingga pada pengumuman Vlog Competition, jagoan dari SMAN 10 Malang berhasil menyabet juara. Ia adalah Aliffathi Pratia Catalysta, siswi yang tengah duduk di bangku kelas XII IPS 1. Gadis yang kerap disapa Tia ini tidak menyangka ia dan tim berhasil membawa pulang piala. Menurutnya, hasil kerja kali ini kurang totalitas karena waktu pengerjaan yang sangat mepet. “Iya, kita mengerjakan videonya sendiri cuma satu hari. Itu pun sudah termasuk ambil footage dan editing. Ricuh banget deh, kemarin. Bahkan kita baru submit pukul 20.56, sedangkan deadline pukul 21.00,” tuturnya panjang lebar.

Aliffathi Pratia Catalysta

            Tia juga menuturkan bahwa sebelumnya tidak ada persiapan sama sekali hingga Bapak Yudi Fahmin, pembimbing ekstrakurikuler yang diikutinya, menyebarkan poster informasi mengenai lomba ini. Sontak gadis itu segera mengajak teman-temannya untuk turut berpartisipasi dalam lomba tersebut. Ia sempat panik dan hampir pasrah mengetahui rekannya tidak memiliki jadwal kosong kecuali Sabtu, hari dimana video tersebut harus sudah dikumpulkan. Berbekal nekad, Tia dan rekannya bertindak all out di hari Sabtu itu.

            Meskipun begitu, ini bukanlah piala pertama bagi Tia. Walau berjuang dengan tim yang berbeda, beberapa bulan lalu ia berhasil menyabet juara di lomba vlog. Tia yang mengambil posisi sebagai headwriter dan sutradaramerasa nyaman dengan kegiatan seperti ini. Keinginan untuk visualizing cerita yang dibuatnya akhirnya terealisasikan. Ini adalah impiannya sejak SMP.

            “Nyaman, nyaman banget. Aku suka nulis cerita ringan yang ‘ngaco’ dan out of the box. Kalau general story kan nggak mungkin aku buat ngawur kayak aku kalau nulis script video. Bersyukur bisa kenal sama teman-teman yang suka videografi baik di dalam maupun luar sekolah,” tuturnya. Walaupun beberapa kali menyabet juara bukan dalam konteks mewakili sekolah, Tia tetap dengan bangga mengenalkan dirinya berasal dari SMAN 10 Malang. Semua piala yang ia raih dirasanya juga menjadi kebanggaan sekolah sebagai wadah pengasah bakat. (tiy)