Demo Ekstrakurikuler Di SMAN 10 Malang

            Pada hari Kamis, 18 Juli 2019 SMAN 10 Malang mengadakan acara demo ekstrakurikuler sebagai kegiatan penutup MPLS 2019, tujuan acara ini diadakan ialah untuk menunjukkan pada para peserta didik baru tentang ekstrakurikuler apa saja yang ada pada SMAN 10 Malang. Acara ini dimulai pada jam 06.30 WIB dan dimulai dengan apel pagi yang dilaksanakan oleh para peserta didik baru.

            Pukul 07.45 – 07.55 WIB, para peserta MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) SMAN 10 Malang dibuat kagum oleh Tari Beskalan dan Jayanti. Tentunya ditampilkan oleh peserta ekskul tari tradisional dibawah bimbingan Pak Agus Eko. Persiapan untuk demo ekskul tari tradisional ini sangat matang karena telah dilatih setiap sabtu sejak satu bulan terakhir. Latihan juga dilaksanakan dengan serius dan terfokus pada kegiatan penting mereka diwaktu yang akan datang. Maka kegiatan demo ekskul ini, mereka tak ambil pusing karena telah siap untuk berbagai penampilan memesona.

            “Untuk adik kelas, ekstrakurikuler tari tradisional ini termasuk upaya untuk melestarikan budaya kita, loh. Dengan belajar tari, perlahan kita mengetahui asal tarian dan tekniknya. Ujar Lafrenza, salah satu tokoh dibalik gerakan tari yang memukau. “Harapan saya untuk ekskul tari tradisional ini, semoga bisa terus berkarya dan menampilkan yang terbaik.” imbuhnya.

            Di SMAN 10 Malang terdapat 27 ekstrakulikuler pilihan, diantaranya adalah tari tradisional, fotografi, PASKIBRA, broadcast, karate, BDI, karawitan, art, modern dance, paduan suara, PRAMUKA, futsal, basket, panahan, PMR, PPST, airsoftgun, taekwondo, bridge, voli, bulutangkis, berenang, IT, animasi, jurnalistik, dan catur. Para peserta didik baru bebas memilih apa saja ekstrakulikuler yang diinginkannya. Berdasarkan peraturan yang ada, setiap siswa diwajibkan untuk mengikuti minimal satu ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib. Diharapkan dengan adanya demo ekskul ini para peserta didik baru akan mengerti minat dan bakat mereka. Sesuai dengan tujuan diadakannya ekstrakurikuler, minat dan bakat akan diasah sehingga dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi SMAN 10 Malang. (tiy/asp/ndr)

Mengenal Bahaya Narkoba di Hari ke-3

MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) siswa baru SMAN 10 Malang hari ketiga dilaksanakan pada hari Rabu (17/7). Kegiatan diawali dengan pembiasaan apel pagi di lapangan pada pukul 06.30 WIB. Setelah apel pagi selesai, siswa diberikan materi mengenai bahaya narkoba di dalam aula. Seperti yang kita ketahui, jaman sekarang ini narkoba dengan mudahnya dapat memasuki wilayah Indonesia melalui mana saja. Ditambah dengan akses internet dan media sosial yang sudah menyebar luas, jual beli narkoba pun dapat berjalan. Kebanyakan, pengguna media sosial ialah remaja. Hal ini menyebabkan  rawannya para remaja terjangkit narkoba lewat tawaran-tawaran narkoba di media sosial. Sehingga, penyuluhan ini dilaksanakan agar siswa baru dapat lebih waspada terhadap narkoba.

Selain itu, siswa melakukan kegiatan diskusi dan juga pengenalan budaya-budaya sekolah yang dibimbing langsung oleh anggota OSIS Satradhirsa, budaya yang dijelaskan dalam kegiatan tersebut seperti 3S (senyum, salam, sapa) dan pembiasaan absensi siswa, guru dan karyawan menggunakan alat finger print (pemindai sidik jari).  

Selain pemaparan materi tersebut, ada juga kegiatan menyanyikan mars SMAN 10 Malang. Rangkaian kegiatan hari ini dilaksanakan untuk menghimbau siswa baru tentang bahaya narkoba, melatih kekompakan, dan mengenalkan lebih dalam lagi mengenai SMAN 10 Malang.

“Saya senang karena adik-adik semakin baik dari hari ke hari. Saya harap mereka juga bisa mempertahankan apa yg baik dan memperbaiki hal-yang buruk,” tutur Ancerie Casiel, salah seorang anggota OSIS Satradhirsa.  (gep/zul/mis)

MPLS SMAN 10 Malang Di Hari Kedua

Pada hari Selasa (16/7) seluruh calon siswa baru SMA Negeri 10 Malang mengikuti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) hari kedua. Acara hari ini diawali dengan apel pembukaan yang dimulai dari pukul 06.30 hingga 07.30 pagi. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi wawasan kebangsaan yang dilaksanakan di aula sekolah. Para peserta MPLS lalu diberikan waktu istirahat selama 30 menit untuk makan bekal dan meminta tanda tangan dari para pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah).

?

“Kalo menurutku ya, dengan adanya agenda minta tanda tangan ke kakak kelas khusunya anak OSIS bisa bikin kita makin kenal sama kakak kelasnya,” ujar Latisha, salah satu siswi yang mengikuti kegiatan MPLS. Baginya salah satu agenda dalam kegiatan MPLS ini sangat membantu siswa dan siswi baru lebih mengenal dan setidaknya mengetahui siapa saja nama-nama pengurus OSIS tersebut.

“Harapannya semoga yang diajarkan sama kakak kakaknya ke adek adeknya yang baik bisa diterapin” ujar yuriz, salah satu pengurus OSIS. Baginya kegiatan MPLS di hari kedua ini lancar-lancar saja dan sesuai jadwal, namun masih ada peserta MPLS yang masih tidak menaati peraturan. Harapannya untuk kegiatan meminta tanda tangan dari para pengurus OSIS adalah supaya peserta MPLS bisa mengenal kakak kelasnya lebih baik.

Setelah istirahat pertama, peserta MPLS kembali ke kelas mereka masing-masing untuk mendapat materi kepramukaan dan pembinaan mental agama oleh guru SMA Negeri 10 Malang. Setelah itu, peserta MPLS diberikan waktu 60 menit untuk melakukan ishoma (istirahat sholat makan) dan dilanjutkan dengan budaya literasi, yaitu siswa disuruh untuk membaca buku. Terakhir, peserta MPLS akan dijelaskan materi tentang sejarah singkat SMA Negeri 10 Malang kemudian pada jam 13.45 dilaksanakan apel siang dan penutup. (nra/ezy/lrf)

Selamat Datang Siswa Baru Satradhirsa 2019/2020

Senin, 15 Juli 2019, adalah hari pertama masuk sekolah calon siswa siswi baru SMAN 10 Malang disambut oleh kakak kelas yang memakai baju taruna di depan gerbang sekolah sambil mengecek kelengkapan atribut. Dilanjutkan dengan apel pagi yang dibina oleh Ibu Dr. Husnul Chotimah  dan penyematan tanda pengenal calon siswa siswi baru. Setelah apel berakhir, Ibu kepala sekolah mengenalkan bapak/ibu guru, karyawan serta staff SMAN 10 Malang beserta jabatan dan mata pelajaran yang diajarkan. Lalu, peserta didik baru masuk kedalam ruang kelas masing masing yang telah di tentukan. Setiap kelas/gugus didampingi oleh 2 orang OSIS yang nanti akan mengarahkan kemana mereka akan pergi dan menjelaskan lingkungan sekolah. Untuk kelas 11 tetap dilaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa dan kelas 12 mengikuti motivasi dari primagama tentang pandangan ke Perguruan tingggi sekaligus PKN-STAN

Kelas 10 dibagi menjadi dua sesi dengan tujuan, mengoptimalkan materi yang disampaikan oleh  pembina. Setiap akan memasuki manapun, mereka diwajibkan berbaris dan dipimpin oleh satu ketua kelas yang akan menyiapkan di depan. Materi pertama adalah pembiasaan diri dan kedisiplinan, yang membahas tentang peraturan-peraturan di sekolah.. Dan materi yang kedua nya adalah etika/tata krama di sekolah  tentang menerapkan sistem hierarki. Setelah itu mereka dipersilahkan ishoma selama 30 menit, di lanjutkan dengan materi cara belajar efektif yang dibina oleh guru  ttg menerapkan sistem SKS dan UKBM.

Dan program program sekolah, seperti : ketarunaan. Di sela sela waktu istirahat, mereka juga ditugaskan untuk mencari tanda tangan anggota osis. Namun , mendapatkan tanda tangan tidaklah mudah. Mereka akan diberi pertanyaan tentang logo sekolah dan mars SMAN 10 Malang. Selain untuk mengenalkan makna dalam logo, mereka juga akan lebih kenal akrab dengan kakak osis, dan tidak malu untuk melakukan suatu hal. Acara di akhri pada jam 13.45 yang ditutup dengan apel siang.

“Saya memilih SMA 10 karena saya, saya menganggap SMA 10 itu, memiliki akreditasi yang sangat baik. Selain itu, juga dekat dengan tempat tinggal saya” ujar Fakhri siswa baru, dari gugus 4 Gunung Welirang. (ear/rza/ran)

Debar dan Peluh Debut Tim PPST SMAN 10 Malang di Kancah Internasional

Festival Panji Nusantara 2019 yang diselenggarakan di Taman Krida Budaya pada hari Jumat(12/7) telah menyita perhatian warga Kota Malang. Festival ini akan diadakan selama tujuh hari di enam kota atau kabupaten yang berbeda. Kota Malang mendapat bagian untuk andil dalam pagelaran kebudayaan yang merupakan kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Provinsi Jawa Timur dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kali ini, SMAN 10 Malang mendapat kehormatan dari Pemerintah Kota Malang untuk mengisi acara pembukaan. Tim PPST diberi amanah untuk membawakan tari Topeng Patih dan Beskalan Putri. Total 25 personil ikut andil dalam acara ini. Dengan gerakan lincah dan penampilan cantik dari para penari, mereka berhasil memukau para audience.

Menurut penuturan Bapak Agus Eko atau yang kerap dikenal sebagai Nyai Roro Dadak Purwo selaku pendamping sekaligus pengajar mata pelajaran Seni Budaya di SMAN 10 Malang, tari ini sendiri difungsikan sebagai tari pembukaan maupun penyambutan di acara-acara besar maupun ritual. Sudah diterapkan turun-temurun bahkan masuk dalam kurikulum pembelajaran bagi siswa kelas 11 di SMAN 10 Malang. Maka dari itu, penari dianggap mampu dalam menampilkan tarian ini dengan maksimal. Diharapkan siswa-siswi dapat mengenali dan melestarikan daerahnya sendiri. Beliau juga memaparkan, diberi amanah untuk tampil di Festival Panji Nusantara merupakan suatu kehormatan bagi sekolah. “Kita bisa buktikan tidak hanya ke masyarakat Kota Malang ataupun Malang Raya tetapi juga ke Indonesia, bahkan ke kancah nasional. Kita buktikan bahwa SMAN 10 Malang punya nama, atau kami bisa menyematkan nama, lah. Istilahnya seperti itu,” ucapnya.

Persiapan dari penampilan ini memakan waktu cukup singkat. Para personil sendiri dijatahi waktu selama dua minggu. Mereka juga merasakan kendala karena waktu latihan di tengah liburan, maka sulit rasanya membagi waktu antara urusan pribadi dengan persiapan. Namun hasil yang ditampilkan tidak kira-kira. Tepuk tangan riuh dapat terdengar ketika mereka mengakhiri penampilan. “Lumayan grogi sih, karena baru pertama kali nari pakai topeng, di event internasional pula, banyak orang,” papar Farid, salah satu personil PPST dari kelas XI MIPA 5. Melalui acara ini, diharapkan siswa-siswi dapat mengenali dan melestarikan daerahnya sendiri. Beliau juga memaparkan, diberi amanah untuk tampil di Festival Panji Nusantara merupakan suatu kehormatan bagi sekolah. “Kita bisa buktikan tidak hanya ke masyarakat Kota Malang ataupun Malang Raya tetapi juga ke Indonesia, bahkan ke kancah nasional. Kita buktikan bahwa SMAN 10 Malang punya nama, atau kami bisa menyematkan nama, lah. Istilahnya seperti itu,” ucapnya. (nra/tiy)

Pembagian Raport Semester Genap

(20/06) SMA Negeri 10 Malang dipenuhi oleh para orang tua siswa yang sedang mengambil rapot pada semester genap 2019 ini. Acara pembagian rapot dilaksanakan di Hari Kamis,Jam 08.00-10.00 WIB untuk siswa-siswi kelas X, dan jam 10.00-12.00 WIB untuk siswa-siswi kelas XI. Acara pembagian rapot ini dilaksanakan di kelas masing-masing. Sebelum mengambil rapot, para orang tua siswa melunasi tanggungan bayaran yang belum dilunasi, contohnya uang gedung dan uang SPP, dan melunasi tanggungan SKHUN dan Ijazah yang belum diberikan kepada sekolah agar dapat menerima rapot.

Orang tua/wali siswa yang masuk ke dalam kelas akan diabsen kehadirannya di depan kelas, pada kelas XI wali murid diberikan kertas voting yang harus diisi, yaitu voting apakah siswa-siswi berkenan untuk mengikuti bimbel (bimbingan belajar) di dalam sekolah atau tidak danvoting apakah saat wisuda nantinya akan dilaksanakan di luar sekolah atau di dalam sekolah. Kemudian setelah mengisi kertas voting, wali murid menunggu nama anaknya dipanggil untuk mengambil rapot urut dengan absen. Kemudian, wali murid diberi waktu untuk berkonsultasi kepada wali kelas. Setelah itu, rapot diberikan kepada wali murid. Sedangkan untuk siswa-siswi kelas X, wali murid hanya diberitahu tentang pengumuman libur dan hasil dari kerja keras siswa-siswi kelas X selama setahun kemudianrapot dibagikan kepada wali murid.

Wali murid juga diberi info bahwa pengembalian rapot dilaksanakan pada Hari Jum’at pada tanggal 21 Juni 2019. Jika ada kesalahan pada rapot atau nilai siswa-siswi yang belum tuntas tidak harus dikumpulkan pada Hari Jum’at namun bisa diperbaiki pada tanggal 15 Juli 2019 bertepatan dengan akhir dari liburpanjang siswa-siswi.Semoga saja  siswa-siswi bisa melihat nilai dari hasil kerja keras mereka dan terus meningkatkan hasilnya agar lolos ke jenjang berikutnya. (ezy)

Classmeeting Akhir Semester

SMA Negeri 10 Malang telah usai mengadakan penilaian akhir tahun ajaran 2018/2019 pada tanggal 23/05. Semua siswa sudah tidak melaksanakan pembelajaran secara menyeluruh hanya ada sebagian murid yang masih menuntaskan nilai yang belum tuntas, sehingga pihak OSIS/MPK SMA Negeri 10 Malang mengadakan kegiatan classmeet. Menurut Audi Putri. S kelas XMIPA-3 (ketua pelaksana classmeet) “Tujuan classmeet diadakan adalah merefreshkan otak atau pikiran setelah penilaian akhir tahun, selain itu juga untuk ajang pengembangan prestasi bakat dan minat/apresiasi/antusias maupun partisipasi dari murid SMA Negeri 10 Malang”.

?

Classmeet diwajibkan untuk seluruh kelas berpartisipasi dari kelas X dan XI yang dilaksanakan pada tanggal 27-28/05 di lapangan basket SMA Negeri 10 Malang sesuai informasi yang telah disebarkan oleh pihak OSIS/MPK kepada seluruh murid kelas X dan XI. Untuk kelas yang tidak mengikuti classmeet akan di diskualifikasi dari perlombaan dan di denda.

Namun, pada tanggal tersebut bertempatan dengan pengambilan PIN calon murid SMA/SMK di sekolah sehingga kegiatan classmeet ditunda karena tempat kegiatan di gunakan parkir untuk pengambilan PIN. Kegiatan classmeet diundur sampai pada tanggal 17-19/06 kegiatan classmeet diadakan di lapangan basket.

?

Di hari pertama classmeet pada tanggal 17/06 diadakan lomba futsal untuk siswa kelas X dan XI, dengan mengirimkan perwakilan 5 orang siswa sebagai pemain dan 5 siswa sebagai pemain cadangan. Selama perlombaan ada 3 kelas yang tidak mengikuti yaitu XI IPS 2,3, dan 4, sehingga 3 kelas tersebut dinyatakan diskualifikasi dan denda. Dan hasil akhir dari perlombaan yang dimenangkan oleh XIMIPA-4 sebagai juara 1 dan XMIPA-1 sebagai juara 2.

Hari kedua classmeettanggal 18/06 dlanjutkan dengan lomba basket yang beranggotakan 2 siswi dan 3 sisswa tiap kelas. Di tengah-tengah perlombaan diadakan demo DBL dengan tandingnya tim DBL SMA Negeri 10 Malang lawan tim alumni angkatan 18 SMA Negeri 10 Malang. Ada 6 kelas yang tidak mengikuti lomba basket, yaitu kelas XI IPS 2,3, dan 4, kelas XI MIPA 2, dan 3, kelas X MIPA 3 dan dinyatakan diskualifikasi dan denda. Hasil akhir pertandingan menyatakan kelas XI MIPA 5 sebagai juara 1 dan kelas X MIPA 1 sebagai juara 2.

Dan hari terakhir classmeet diadakan apel pagi untuk pengumuman dari pihak sekolah mengenai pembagian rapot. Di lanjutkan dengan pembukaan SATRADHIRSA show competition dan sambutan dari ketua pelaksana classmeet. Lalu, ada penampilan fashion show calon Putra-Putri SMANDASA yang berjumlah 28 calon, dan di lanjutnya dengan penampilan karya monolog dari PPST dan karawitan yang akan dilombakan di SMA lain. Setelah penampilan-penampilan tersebut diadakan nya seminar EMINA yang sudah memberikan sponsor kegiatan classmeet , namun seminar EMINA hanya boleh dihadiri oleh para siswi sedangkan para siswa melaksanakan istirahat.

Kegiatan setelah break untuk ishoma ditampilkannya bakat minat dari calon Putra-Putri SMANDASA, ada banyak bakat minat yang ditampilkan dari membaca puisi, menyanyi, storytelling, dan lain-lainnya.Semua penampilan telah selesai lalu menunggu hasil pengumumam dari para juri dengan melihat penampilan dari  Dela Fitria. H yang merupakan salah satu calon Putra-Putri SMANDASA yang pintar menyanyi dangdut. Dan hasil juri yang ditunggu telah diumumkan dengan hasil Meichel Rizaldo dari kelas XI IPS 2 sebagai Putra SMANDASA dan Feby Nadia Putri dari XI BAHASA sebagai Putri SMANDASA. Menurut Feby sendiri merasa bersyukur karena terpilih menjadi Putri SMANDASA, “Alhamdulillah sangat bersyukur, karena aku fikir bahwa tujuanku untuk membawa nama baik sekolah himgga ke masyarakat semakin dekat”, begitulah pendapat Feby setelah mendapatkan gelar Putri SMANDASA. Dan akhirnya semua kegiatan sudah berjalan dengan lancar dan ditutup oleh MC dari kegiatan classmeet.(tar)