Malang Today di Satradhirsa

Pada hari Sabtu (11/8) tepatnya pukul 07.30 – 11.00 SMAN 10 Malang kedatangan tim dari Malang Today untuk memberikan pelatihan jurnalistik. Malang Today sendiri merupakan media online yang memberikan informasi atau berita terbaru seputar kota Malang. Pelatihan ini diikuti oleh peserta ekstrakulikuler Jurnalistik, Fotografi dan Broadcasting, dan dan Tim Pemandu kelas XI.

Foto 1

Agenda dari kegiatan ini antara lain pengetahuan tentang dunia jurnalistik yang mencakup pengertian, jenis media, sudut pandang, nilai dan unsur berita, serta cara mengolah bahan dan cara wawancara yang benar. Pada sela-sela kegiatan juga diadakan games yang tidak hanya seru namun juga bermanfaat, karena dari games tersebut kita dapat mengetahui kata-kata yang benar dalam KBBI juga beberapa kata serapan. Tidak hanya diberi materi, dilakukan juga praktik langsung, yaitu menulis artikel seputar SMAN 10 Malang secara berkelompok dan bagi satu tulisan terbaik, akan dipublikasikan oleh Malang Today.

Foto 2

Menjelang akhir acara, diberikan sambutan oleh Kepala Sekolah SMAN 10 Malang, Ibu Husnul Chotimah dan pemberian cindera mata oleh Malang Today kepada SMAN 10 Malang. Sesi pesan dan kesan dilakukan untuk penutup acara. “Menurutku, kegiatan ini menambah pengetahuan siswa tentang kebahasaan dan bisa mengembangkan bakat juga, jadi bermanfaat banget buat siswa yang suka atau ingin bikin artikel dan sebagainya,” ujar Rachel, salah satu peserta pelatihan. (lrf/ndr/ran)

Jum’at Pagi, Semangat Pagi

(3/8) Mulai tahun ajaran 2018/2019 SMAN 10 Malang menerbitkan program-program baru yang diadakan sebelum mulai kegiatan belajar mengajar. Program-program tersebut kebanyakan dilakukan di hari Senin dan Jumat. Pada Senin pagi diadakan GLS (Gerakan Literasi Siswa), dan pada Jumat pagi diadakan kegiatan senam pagi, khataman Al-Qur’an dan Kegiatan Lingkungan Hidup. Ketiga kegiatan pada hari Jumat tersebut dilaksanakan oleh kelas X, XI, dan XII secara bergantian setiap minggunya.

Foto 1

Jadwal Jumat ini adalah kelas X melaksanakan Kegiatan Lingkungan Hidup di area SMAN 10 Malang, kelas XI senam pagi di lapangan dan kelas XII Khataman Al-Qur’an di Musholla. Kegiatan senam di lapangan dibina oleh Bapak Basuki, Bapak Eko, dan beberapa Mahasiswa KPL dari Universitas Negeri Malang. Program Khataman dilakukan di Mushola dengan Ibu Kholifa sebagai pembina.

Foto 2

“Kalo menurutku bagus, kan jadinya gak cuman pinter akademik. Jadi bisa pinter ilmu agamanya juga,” ujar Ahmad Khan, salah satu siswa kelas XII yang melakukan kegiatan Khataman. Menurutnya, hal ini merupakan sesuatu yang bagus bagi siswa-siswi SMAN 10 Malang agar memiliki prestasi dibidang agama. Satu bulan saja, dapat menghatamkan Al-Qur’an sebanyak dua kali. Tentunya hal ini membawa dampak yang sangat baik bagi siswa-siswi SMAN 10 Malang. (tiy/gep/nra)

SMAN 10 Malang Terapkan Gerakan Literasi Siswa

Senin pagi (30/7) SMAN 10 Malang menerapkan program Gerakan Literasi Siswa, yaitu program membaca dan meresume buku sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Program ini berlandaskan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Bahkan, buku khusus untuk meresume diberikan gratis oleh pihak sekolah kepada peserta didiknya.

Foto 1

Program ini diadakan karena kondisi minat baca bangsa Indonesia memang cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi Most Littered Nation In the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minatmembaca. Maka dari itu siswa harus dibiasakan sejak dini membaca.

Foto 2

Siswa memberikan respon yang positif terhadap kegiatan ini. “Kita diminta untuk bawa buku dari rumah atau perpustakaan, lalu dibaca dan menulis resume di buku yang diberikan oleh pihak sekolah,” ucap Chairunisa XI Bahasa J. Diharapkan program ini dapat meningkatkan minat baca dan mencetak pribadi-pribadi unggul kedepannya.(tiy)

Lebih Disiplin dengan Ketarunaan

Foto 1

Rabu ini (25/7) siswa-siswi kelas XI SMAN 10 Malang melaksanakan kegiatan Ketarunaan. Sebelumnya, siswa-siswi kelas X telah lebih dulu melakukan kegiatan Ketarunaan pada hari Selasa (24/7). Kegiatan Ketarunaan akan rutin dilakukan oleh siswa-siswi kelas X dan kelas XI selama dua kali dalam satu minggu. Kegiatan Ketarunaan akan dibimbing langsung oleh personil TNI AL dari LANAL Malang.

Foto 2

“Kalo menurutku ini bagus sih, kan kita jadi bisa lebih disiplin,” ujar Annisa, salah satu siswi kelas XI. Baginya hal ini merupakan cara agar melatih kedisiplinan. Selain itu, kegiatan Ketarunaan mampu membuat siswa lebih tegas. Dua hal ini merupakan hal yang penting bagi siswa. Selain mendapat ilmu akademik di kelas, siswa SMAN 10 Malang juga mendapatkan ilmu baru lewat kegiatan Ketarunaan ini.(gep/nra)

Mencegah Difteri Dengan Imunisasi

Selasa (24/07) di SMA Negeri 10 Malang diadakan Imunisasi Difteri putaran kedua dari Puskesmas Gribig. Pada umunya Imunisasi Difteri dilakukan dalam tiga putaran. Putaran pertama dilakukan pada 12 Februari 2018 lalu, dan putaran kedua dilakukan pada 24 Juli 2018 kali ini. Imunisasi dilaksanakan mulai pukul 08.00 pagi hingga 11.30 siang yang diawali dari kelas X, kelas XI, dan terakhir kelas XII. Tempat pelaksanaan Imunisasi berada di Gedung Serbaguna SMA Negeri 10 Malang.

Foto 1

Penyakit Difteri sendiri disebabkan oleh sifat bakteri Corynebacterium diphtheriae yang sangat mudah berpindah dari satu penderita ke orang lain di sekitranya, dan juga karena status kekebalan masyarakat terhadap penyakit tersebut yang belum merata. Imunisasi Difteri adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit Difteri ini, karena mencegah penyakit Difteri lebih mudah daripada mengobatinya.

Banyak reaksi positif yang muncul dari siswa SMA Negeri 10 Malang setelah suntik Imunisasi Difteri. “Ya menurut saya sih meskipun lengan saya sedikit sakit setelah disuntik, tapi kan setidaknya suntikan itu buat kesehatan kita juga” Ujar Ludia, siswa yang mengikuti Imunisasi. “awalnya biasa saja, waktu lihat yang lain histeris langsung ikut deg-degan, jadi buat temen-temen yang takut buat disuntik jangan takut. Kan suntikan itu juga buat kesehatan kita sendiri” ucap salah satu siswa dari kelas XII.

Foto 2

Kegiatan Imunisasi Difteri yang diadakan ini cukup banyak memiliki dampak positif yang dihasilkan, salah satunya yaitu memperkuat imun tubuh dan menghindarkan kita dari tertularnya penyakit Difteri. (aka)

Sosialisasi Program Sekolah

Sabtu pagi (21/7) SMAN 10 Malang mengadakan pertemuan Orang Tua/Wali Siswa Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2018/2019. Pertemuan ini diadakan dalam rangka pengenalan program sekolah kepada Orang Tua/Wali Siswa. Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan penampilan Bintang Radio sebagai pembuka.

Foto 1

Usai penampilan dari Bintang Radio, Ibu Dr. Husnul Chotimah selaku kepala sekolah memberikan sambutan. Beliau menyampaikan beberapa hal, salah satunya tentang pandangan orang tua siswa yang biasanya menganggap bahwa jurusan IPA lebih baik dari IPS. Begitu pula dengan urusan IPS yang lebih baik dari Bahasa. Menurut beliau apapun minat dan potensi anak, sebagai orang tua seharusnya tetap mendukung hal tersebut tanpa harus memaksakan anak mereka.

Selain itu hal yang beliau sampaikan yaitu mengenai kerjasama SMAN 10 Malang dengan LANAL Malang. Sekaligus mengingatkan bahwa SMAN 10 Malang akan menjadi sekolah berbasis taruna. Pada awalnya hanya kelas X saja yang akan mengikuti kegiatan ketarunaan, namun pada akhirnya kelas XI juga akan mengikuti kegiatan tersebut.

Foto 2

Sampai di penghujung acara, Ibu Husnul Chotimah kembali berpesan kepada orang tua siswa kelas X untuk tetap mendukung putra-putri mereka dalam hal menuntut ilmu. “Sebagai orang tua, alangkah baiknya kita mendukung putra-putri kita dalam belajar,” ujar beliau. Beliau juga berharap, semoga siswa-siswi kelas X yang baru dapat menorehkan banyak prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, seperti kakak-kakak kelas mereka di SMAN 10 Malang. (tiy/nra/gep)

“MPLS” Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Senin pagi (16/07) SMA Negeri 10 Malang penuh dengan seragam biru dan putih, tidak seperti biasanya. Jika biasanya siswa SMA identik dengan seragam abu-abu putih. Di hari pertama sekolah, SMA Negeri 10 Malang mengadakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau biasa disebut MPLS. Siswa dan siswi dari berbagai SMP merasa sangat senang bisa diterima di SMA Negeri 10 Malang. Terlihat dari ekspresinya yang ceria dan mencoba berbaur dengan teman-teman barunya.

Foto 1

MPLS diadakan selama tiga hari, hari Senin 16 Juli 2018 sampai hari Rabu 18 Juli 2018. Hari Senin pagi ketika apel, diadakan penyerahan atribut MPLS sebagai tanda bila mereka bersedia mengikuti MPLS. Dilanjutkan dengan berbagai macam materi tentang perkenalan lingkungna sekolah, berkeliling sekolah untuk mengetahui ruangan-ruangan di SMA Negeri 10 Malang, dan game seru yang diadakan setiap siang hari agar mereka tidak merasa jenuh.

Foto 2

Hari Rabu (18/7) merupakan hari terakhir siswa baru SMA Negeri 10 Malang mengikuti MPLS. Berakhirnya kegiatan tersebut ditandai dengan apel penutupan dan juga pelepasan atribut MPLS yang juga sebagai tanda bila mereka semua secara resmi menjadi siswa SMA Negeri 10 Malang. Ibu Kepala Sekolah, Dr. Husnul Chotimah sebagai Pembina upacara menyampaikan amanat kepada peserta upacara. Beliau mengingatkan bahwa siswa SMA Negeri 10 Malang akan mengikuti kegiatan ketarunaan.

Foto 3

Mengingat SMA Negeri 10 Malang merupakan sekolah berbasis taruna. Diharapkan dengan adanya kegiatan ketarunaan ini, siswa akan menjadi lebih disiplin. Hal itu juga yang diharapkan dengan diadakannya kegiatan MPLS. “Iya, kami dari pihak OSIS juga mengharapkan dengan adanya kegiatan ini siswa baru di SMA Negeri 10 Malang bisa jadi lebih disiplin, lebih sopan dan juga lebih mengenal lingkungan sekolah,” tutur Reynold, salah satu pengurus OSIS.

Foto 4

Mengingat tujuan awal diadakannya MPLS ini adalah selain untuk mengenalkan lingkungan sekolah, juga sebagai sarana melaitih kedisiplinan siswa yang baru memasuki SMA Negeri 10 Malang. Dengan adanya kegiatan ini, siswa baru akan lebih mengerti apa saja peraturan yang ada di SMA Negeri 10 Malang.

Foto 5

Banyak hal yang dilalui selama MPLS, tidak mudah juga bagi mereka untuk berbaur dengan teman baru, membiasakan diri dengan lingkungan yang baru, dengan guru-guru baru, dan lain sebagainya. Banyak pesan dan kesan selama MPLS kali ini, seperti Lina salah satu peserta MPLS “Kakaknya lucu-lucu dan bisa jadi temen curhat, juga seru dan ndak bosenin” ujarnya.(nra/aka)