Shodou

Shodou atau lebih dikenal dengan Kaligrafi Jepang diperkenalkan kepada anak-anak SMAN 10 Malang, terutama yang mengikuti kelas Bahasa Jepang, yakni kelas X Bahasa, kelas XI IPA dan kelas XI IPS. Pengenalan budaya Shodou (Kaligrafi Jepang) kegiatan pembelajarannya selama satu pekan pada setiap pelajaran Bahasa Jepang oleh Bu Dhevi dan Manami Sensei.

Foto 1

Sebelumnya mereka sudah belajar menulis huruf Kanji, Katakana, Hiragana di buku kotak dan alat tulisnya pensil, karena mereka sudah punya kemampuan menulis itu makanya dikenalkan dengan budaya Shodou dengan media yang berbeda yaitu menggunakan kuas (fude) dan tinta (sumi).

Foto 2

Dalam prosesnya itu mereka harus paham cara menulis dalam bentuk kaligrafi dengan menggunakan kuas, tingkat kehati-hatian dalam menggunakan tinta itu sangat perlu diperhatikan, dengan begitu akan menghasilkan kaligrafi dalam huruf Jepang yang indah, anak-anak menuliskan kosa kata yang mereka sukai, mulanya Manami Sensei mengajari cara menulis huruf Hiragana, Katakana, dan Kanji, tinggal pada saat praktiknya anak-anak mengeksplore kemampuan masing-masing.

Melatih Kekompakan dengan Classmeet

Hari Selasa (12/12) sampai dengan Rabu (13/12), Pengurus OSIS SMAN 10 Malang mengadakan kegiatan classmeeting setelah semua siswa menyelesaikan Penilaian Akhir Semester (PAS). Classmeeting diadakan di tiga lapangan yang ada sekolah, yaitu lapangan basket, lapangan voli dan lapangan rumput. Semua peserta yang mengikuti classmeeting adalah kelas X, XI dan XII.

Pertandingan Basket

Hari pertama, kegiatan langsung dibuka dengan lomba Futsal dan Voli. Setiap tim beranggotakan dua kelas yang berbeda. Tujuannya supaya semua siswa antar kelas lebih mengenal satu sama lain dan dapat menjadi tim yang kompak. Hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan basket yang dilaksanakan di lapangan basket dan handball di lapangan rumput. Suasana meriah tercipta saat lomba tersebut dimulai. Semangat berkobar mulai dari para pemain hingga para supporter.

Pertandingan Bola Tangan

Hal tersebut menambah minat dan keinginan peserta yang lain untuk menonton pertandingan tersebut. “Seru, kita jadi lebih bisa kenal sama adik kelas dan kakak kelas. Kita juga bisa lebih kenal lagi sama teman-teman satu angkatan yang beda kelas,” kata Ahmad Khan, siswa kelas XI MIPA 4. Dengan diadakannya classmeeting ini, diharapkan semua siswa dari setiap angkatan di SMAN 10 Malang dapat lebih dekat dan kompak. (gei/nra)

Mengisi Akhir Pekan dengan Kepramukaan

Pada hari Sabtu (09/12) terlihat hal yang cukup berbeda di halaman SMAN 10 Malang. Pasalnya, sedang diadakan Perkemahan Sabtu Minggu atau biasa disebut PERSAMI. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dan XII dan berlokasi di SMAN 10 Malang. Acara yang diawali dengan upacara pembukaan ini ternyata menarik minat para peserta.

Foto 1

Begitu juga pada saat penyampaian materi dari pembina yang datang dari Pramuka Universitas Muhammadiyah Malang. Kalau biasanya penyampaian materi terasa membosankan, tapi tidak untuk kali ini. Hal ini disebabkan oleh berbagai candaan yang dilontarkan oleh pembina agar suasana menjadi ‘hidup’.

Foto 2

Demi memudahkan dalam penyampaian materi tersebut, panitia nyatanya sudah membagi peserta menjadi dua kelompok, yang pertama kelompok putra dan yang kedua kelompok putri. Setelah penyampaian materi tersebut, ternyata masih banyak kegiatan yang menyenangkan. Salah satunya adalah materi tentang cara memadamkan api dengan benar. Pada saat sesi putri melakukan simulasi tersebut, awalnya berlangsung meriah dikarenakan hal tersebut masih baru untuk mereka.

Foto 3

            Tidak hanya materi tentang Damkar (pemadaman kebakaran), seusai apel pembukaan oleh Ibu Kepala Sekolah Dra. Dwi Lestari, MM diawali dengan perform yel-yel masing kelompok yang dinamai nama-nama daerah atau nama suku di Indonesia. Materi tentang Etika Perilaku dan Etika Komunikasi juga diajarkan, tentunya tidak hanya materi secara teori yang diajarkan tetapi semuanya langsung berpraktik di lapangan, karena konsep Pendidikan Pramuka itu berbasis aplikatif, selepas siang hari, materi berikutnya adalah tentang leadership yang langsung dalam bentuk permainan kekompakan tim, permainan yang sangat menarik dan sangat menghibur, mereka melakukan dengan sangat riang gembira dipenuhi gelak tawa.

Foto 4

            Selepas adzan sholat Isya’, gelaran pentas seni dari masing-masing kelompok menunjukkan kebolehannya dalam beradu seni di depan api unggun hingga jelang tengah malam. Pagi hari seusai sholat Shubuh seluruh peserta Persami mengikuti senam pagi selama kurang lebih satu jam lamanya. Setelah sarapan pagi, semua peserta berkumpul kembali di lapangan untuk melaksanakan outbound berlomba-lomba untuk memperoleh skor kelompok yang terbanyak. Seru sekali karena masing-masing kelompok memberikan support dengan teriakan sekencang-kencangnya untuk perwakilan tim beradu dengan tim lawan.

Foto 5

            Sebelum apel penutupan, seluruh peserta wajib mengisi beberapa pertanyaan yang diajukan kakak-kakak Pramuka panitia sebagai bentuk refleksi selama mengikuti Persami dan diakhiri dengan pesan dan kesan oleh perwakilan peserta tentang seluruh rangkaian kegiatan hingga koreksi untuk kakak-kakak Pramuka yang sudah menemani dari Sabtu pagi hingga Minggu siang.

Foto 8

Menurut Kak Lutfi, salah satu pembina pramuka UMM mengungkapkan bahwa diharapkan dengan adanya kegiatan ini, peserta yang tidak begitu perhatian dan tidak memiliki tujuan serta motivasi tentang bagaimana kedepannya karena baginya generasi masa kini adalah generasi penerus bangsa yang harus menjadikan bangsa lebih baik dari sebelumnya.(nra)

Foto 7

4th Winner Mading 3D MPSC 2K17

PESIMIS? OPTIMIS!

Kemenangan Team Mading 3D “GHOSTER” dalam ajang Malang Post School Competition (MPSC) 2017 merupakan suatu kebanggaan bagi SMAN 10 Malang. Acara yang digelar pada 13-15 November 2017 bertempat di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang ini menarik banyak sekali peserta dari berbagai sekolah SMP – SMA. Walau sempat  pesimis, nyatanya Team Ghoster dapat meraih posisi 4th Winner dari 46 peserta mading 3D tingkat SMA se-Malang Raya. Lalu apa ya rahasia Team Ghoster bisa menjadi juara dalam ajang bergengsi itu?

Mading 3D yang mereka beri nama “Gejolak Jiwa Muda” dibentuk di atas papan persegi dan memiliki pusat berbentuk setengah lingkaran. Di atas setengah lingkaran, tim ini membuat gedung gedung tinggi yang melambangkan kota-kota besar pada zaman kekinian. Di sekililing bagian lain, terdapat 4 rumah adat yang terletak di pinggir laut.

Foto Bersama Direktur Utama Malang Post - Bapak Sudarno

“Setengah lingkaran yang dikelilingi lautan melambangkan bahwa Indonesia adalah negara maritim dan negara kepulauan yang menyimpan banyak sekali pantai indah, nah sedangkan kebudayaannya kita lambangkan dengan rumah-rumah adat dengan icon orang-orang-an yang memakai baju adat dari wilayah tersebut. Sedangkan gedung-gedungnya di atas setengah lingkaran itu sendiri merupakan tempat kongkow generasi milenial. Kami buat sedemikian rupa untuk mengingatkan generasi muda Indonesia, walaupun Indonesia sudah mulai terpengaruh budaya kebaratan, tapi jangan sampai dong budaya-budaya aslinya tergerus globalisasi dan ditinggalkan” kata Charina, anggota Team Ghoster.

Tim yang beranggotakan 6 orang (Adelya Putri Andarista, Ayu Guritno Puspitaningtyas, Charina Anggreini Putri, Dimas Devin Ramadhan, Ismi Maulaya Shodiq, Zefanya Amadea Paramita) ini ternyata membuat madingnya dengan bahan sisa dan budget yang tidak terlalu banyak loh guys. Dari pengakuannya, mereka memanfaatkan barang-barang yang sudah ada untuk dijadikan alat dan bahan.

“Triplek kita dapet dari sisa foto BTS kelas 12 yang sudah nggak terpakai kok, kita juga meminta ijin memakai karung semen dari pak tukang yang sedang merenovasi sekolah, selain itu ada juga serut kayu, dakron, kawat, stick ice cream, dan juga pewarna makanan.” Tutur Adelya.

Mading Ghoster

Mereka bercerita bahwa Mading 3D ini mereka buat selama kurang lebih 2 minggu, dan dalam 1 minggu terakhir, mereka ngebut hingga pulang di atas jam 10 demi menyelesaikan kewajiban mereka. Selama masa pengerjaan, banyak sekali kisah klasik yang mereka alami, namun, sebisa mungkin mereka menghindari pertengkaran dan kesalahpahaman antar anggota tim. “Karena tengkar itu nggak penting dan malah bikin proses pengerjaan nggak selesai selesai” tegas Ismi Maulaya yang kerap disapa Aya’.

Rasa pesimis yang menyelimuti Team Ghoster mendapat dukungan dari orang-orang terdekat, terutama orang tua dan teman-teman sekelas mereka, hal itu menumbuhkan kembali rasa optimis yang sempat pudar. Sempat panik dan cemas karena pengumuman juara mading 3D tak kunjung disebut membuat mereka semakin deg-degan menantinya, namun semua terasa lega saat MC mengumumkan mereka sebagai 4th Winner.

Team Ghoster berharap agar perlombaan semacam ini terutama MSC kedepannya tetap diselenggarakan dan dapat selalu memacu kreativitas tanpa batas dari Gejolak Jiwa Muda sesuai judul dari mading 3D team ini. Mereka berpesan agar tak perlu pesimis dalam berkarya, luapkan semuanya dan tetap optimis!

Penilaian Akhir Semester Ganjil 2017/2018

(27/11) Sejak diberlakukannya Kurikulum 2013 dengan menggunakan SKS (Sistem Kredit Semester) maka penamaan Ulangan Akhir Semester berubah menjadi Penilaian Akhir Semester (PAS) dan berlaku secara nasional, seperti halnya di SMAN 10 Malang. PAS dimulai pada hari Senin tanggal 27 Nopember hingga hari Kamis tanggal 7 Desember 2017. Siswa kelas XII mengikuti PAS dari pukul 07.30 sampai pukul 11.30 WIB, setiap hari ada 2 mata pelajaran yang diujikan, sedangkan kelas X dan XI dimulai pukul 12.00 sampai 15.30 WIB, yang berbeda PAS pada semester ini adalah peserta ujian siswa kelas X dan kelas XI dijadikan dalam satu ruang, untuk membedakan siswa kelas X dan XI mengenakan seragam sekolah yang berbeda setiap harinya. Hal ini dilakukan salah satunya untuk memudahkan pengawasan oleh guru pengawas di masing-masing ruang.

PAS Kelas XII

Penilaian Akhir Semester bagian dari penutup Kegiatan Belajar Mengajar pada semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018. Sedangkan bagi siswa kelas XII Pola 5 semester ini adalah ujian semester terakhir di sekolah, akan tetapi sekolah sudah menyiapkan program-program kegiatan belajar pada 3 bulan ke depan menuju Ujian Nasional, salah satunya program bimbingan belajar dalam bentuk penguatan mata pelajaran untuk Ujian Nasional.

PAS Kelas X dan XI

Hari pertama Penilaian Akhir Semester mata pelajaran yang diujikan baik kelas X, XI, XII adalah Matematika dan Bahasa Indonesia, sampai hari ke empat selama pelaksanaan ujian berjalan lancar, tiada kendala teknis yang berarti. Semoga pelaksanaan PAS Semester Ganjil ini sukses hingga hari terakhir pada hari Kamis, 7 Desember 2017 dan semua siswa mendapat nilai-nilai yang bagus. Amiinn.

Hari Guru Nasional 2017

Selamat Hari Guru

(25/11) Setiap tanggal 25 Nopember serentak secara nasional di Indonesia diperingati Hari Guru, dari pendidikan Taman Kanak-Kanak sampai Pendidikan Menengah Atas memeriahkannya dengan beragam acara dan kegiatan, mulai dengan Upacara Bendera hingga beragam lomba. SMAN 10 Malang tentunya juga turut menyelenggarakan peringatan Hari Guru Nasional 2017, pagi harinya dimulai dengan khataman Al Qur’an dan Istighosah di lapangan diikuti oleh seluruh warga sekolah yang memang juga bebarengan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. untuk kesejahteraan dan ridho dari Allah SWT.

Dialah pemberi paling setia;

Tiap akar ilmu miliknya;

Pelita dan lampu segala;

Untuk manusia sebelum jadi dewasa.

Terima Kasih Bapak Ibu Guru

Seusai Badan Dakwah Islamiyah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bergantian pengurus OSIS melaksanakan rencana kegiatan peringatan Hari Guru Nasional. Dimulai dengan apel bersama yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI, siswa kelas XII tidak bisa ikut meramaikan Hari Guru dikarenakan harus mengikuti biimbingan belajar yang rutin setiap hari Sabtu. Setelah seluruh pasukan sudah siap, Ibu Kepala Sekolah Dra. Dwi Lestari, MM langsung memberikan sambutan di tengah lapangan, beliau merasa terharu atas acara yang sudah disiapkan oleh pengurus OSIS meskipun sederhana, akan tetapi hal itu tidak mengurangi hikmatnya peringatan Hari Guru. Sebelum mengakhiri sambutannya, Ibu Dwi memberikan 3 buku kepada guru-guru SMAN 10 Malang yang berjudul Jangan Pernah Berhenti Mengajar, Kasihku Bersemi di Asrama, dan Pendidikan Integratif Eco Mapping. Menyanyikan bersama lagu Hymne Guru dipimpin oleh Salsabila Fitri Aurelia yang dipersembahhkan kepada seluruh Bapak Ibu Guru tercinta.

Membangkitkan kesadaran kolektif guru

dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja

untuk peningkatan pendidikan karakter

3 buku

Feby Nadia Putri memberikan persembahan berikutnya dengan puisi yang berjudul “Guruku Serpihan Kehidupanku” untuk Bapak Ibu Guru sebagai ungkapan rasa terima kasih yang sangat besar dan mendalam atas segala jerih payah, perjuangan dan pengorbanannya mendidik siswa SMAN 10 Malang. Sambil lantunan puisi diperdengarkan, seluruh siswa kelas X dan XI secara bergantian menyalami mencium tangan Bapak Ibu Guru sebagai bentuk ucapan terima kasih oleh anak didik kepada sang guru. Tidak hanya “salim” kepada Bapak Ibu Guru, banyak siswa yang juga sudah menyiapkan untaian bunga yang akan dipersembahkan kepada Bapak Ibu Wali Kelas atau Guru favorit bagi mereka.Rasa haru, bangga, dan gembira menyelimuti hari itu, meski terik sinar matahari kian panas, tapi hal itu mereka abaikan demi sang guru.

Maulid Nabi Muhammad SAW.

(25/11) Badan Dakwah Islamiyah SMAN 10 Malang menyelenggarakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H pada hari Sabtu tanggal 25 Nopember 2017 dengan menggelar khataman Al Qur’an dan Istighosah di lapangan sekolah dihadiri oleh seluruh siswa kelas X hingga kelas XII, tentunya turut serta hadir Ibu Kepala Sekolah Dra. Dwi Lestari, MM dan Bapak/Ibu guru.

Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi SAW diawali dengan gelaran lomba Adzan yang diikuti oleh perwakilan siswa laki dari masing-masing kelas pada hari Rabu, 22 Nopember 2017 di ruang kelas belakang untuk babak penyisihan dan semifinal. Sedangkan final diselenggarakan pada hari Sabtu, seusai Khataman Al Qur’an dan Istighosah.

Khataman dan Istighosah

Sabtu pagi mulai pukul 07.00 WIB diawali dengan pembagian 30 juz oleh Pak Rahmad selaku Guru Pendidikan Agama Islam kepada seluruh siswa terutama anggota BDI (Badan Dakwah Islamiyah), teknis khataman Al Qur’anny adalah 1 juz dibaca atau diselesaikan oleh 3 siswa dengan pembagian 1 siswa harus mampu menyelesaikan membaca Al Qur’an sebanyak 3 lembar, dengan begitu khataman akan mampu diselesaikan hanya dalam waktu kurang lebih 30 menit saja. Dilanjutkan dengan istighosah yang dipimpin oleh Bapak H. Soegianto.

Pelaksanaan Istighosah ini selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW juga dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun 2017 yang tepat jatuh pada hari Sabtu, 25 Nopember 2017 di hari yang sama pula. Tidak hanya itu acara ini juga persiapan jelang pelaksanaan PAS (Penialian Akhir Semester) yang akan dilaksanakan mulai hari Senin, 27 Nopember hingga 7 Desember 2017 bulan depan. Warga sekolah menggelar acara ini semata untuk memanjatkan do’a bersama kepada Allah SWT untuk keselamatan, kesehatan, ketentraman bersama, dan kelancaran dalam pelaksanaan Penilaian Akhir Semester. Begitu juga dengan siswa yang Kristen dan Katholik dan Hindu melaksanakan ibadah sama sama memanjatkan do’a kepada Tuhan untuk kebaikan bersama.

Sambutan Ibu Kepala Sekolah

Selepas itu, Ibu Kepala Sekolah Dra. Dwi Lestari, MM menyampaikan sambutan yang menginginkan kegiatan Istighosah dan Khataman Al Qur’an agar terus dilaksanakan supaya membawa keberkahan untuk warga sekolah dan keberlangsungan SMAN 10 Malang. Acara dilanjutkan dengan penampilan Al Banjari dari perwakilan Badan Dakwah Islamiyah dengan membawakan beberapa lagu yang memang secara rutin mereka berlatih, lebih-lebih saat menjelang kegiatan keagamaan Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW disaksikan seluruh siswa kelas X dan XI, karena siswa yang kelas XII harus mengikuti Bimbingan Belajar yang rutin setiap hari Sabtu dilaksanakan untuk persiapan Ujian Nasional. Rangkaian acara Maulid Nabi diakhiri pada final lomba adzan di ruang kelas belakang yang dimenangkan oleh Ahmed Fanani Sudarto dari kelas XI MIPA 5 A 3.