Juara 1 : Cerita Dibalik Prestasi Tim Bridge SMAN 10 Malang. Salut!

Sabtu (15/9) sampai Minggu (16/9) telah diselenggarakan tournament  Rektor Cup V Universitas Brawijaya di Graha Sainta UB Lantai 3. Rektor Cup merupakan event tahunan kompetisi Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya . Tentunya, SMAN 10 Malang mengirimkan perwakilannya ke tournament tersebut.

Khansa

Abraham A.N. , salah satu perwakilan peserta tournament dari SMAN 10 Malang ini membagikan beberapa ceritanya selama bertanding. “Pengalaman yang kita dapat, salah satunya pasti bisa tau seberapa jauh kemampuan kita setelah berlatih intensif, terus bisa menambah teman dari kota-kota lain,” ujar siswa yang akrab disapa Bram ini.

Menjadi juara tentunya merupakan hal yang diharapkan oleh Bram dan teman-temannya. Namun, hal tersebut tentu tidak mudah mereka raih. Sebelum tournament, latihan demi latihan telah mereka jalani, selama seminggu tim bridge ini  berlatih setidaknya sebanyak 4 kali  selama 5-7 jam.

Tak hanya latihan teori saja, namun Bram dan kawan-kawan juga dilatih secara fisik. “Setiap minggu kita ada latihan fisik, mulai dari lari, sit up, pull up, push up dan olahraga lainnya seperti bulutangkis, atau renang,” tutur siswa kelas 11 IPS ini.

Bram

Siapa sangka ternyata dengan segala kegigihannya, tim Bridge SMAN 10 Malang meraih juara pada tournament Rektor Cup V Universitas Brawijaya. Siswa kelas 10, Satria Sandhi Yudha yang berpasangan dengan Khelvin Syauqi meraih juara 1, dan siswa kelas 11, M. Abraham A.N yang berpasangan dengan Khansa Satria Ramadhan meraih juara 3.

Dengan membawa misi pribadi membanggakan nama sekolah dan nama orang tua, tentunya Bram dan tim bridge lainnya tidak main-main ketika latihan, “Kami kira-kira sudah 2 bulan mempersiapkan tournament ini, ya semoga kedepannya bisa terus menambah prestasi lain khususnya nanti pada target dan fokus utama kita yaitu PORPROV (Pekan Olahraga Pelajar Provinsi) 2019,” pungkasnya. (mis/dma)

2nd Place Dance Competition Jatim Park Reborn 2018

(4/11) Tim dance SMAN 10 Malang berhasil memenangkan lomba dalam ajang Jatimpark Reborn Cup. Lomba ini tidak hanya dance, namun ada pula perlombaanBasketball Game High School, Boys & Girls, 16 Teams Each Basketball Game 18+, Men, 16 Teams3 x 3 Contest, Stundent & 18+, Men, 20 Teams Each.

Juara 2 Dance Basket Reborn Jatim Park 2018

Sayangnya, tim basket SMAN 10 Malang gagal dalam big four melawan SMA di Surabaya. Untuk memenangkan perlombaan ini, 2BS (bunny buck squad) hanya memerlukan latihan selama dua minggu. Biaya pendaftaran untuk mengikuti perlombaan ini yaitu sebesar Rp. 500.000,00. Karena keyakinannya dan keberhasilannya, mereka mampu mengalahkan SMA Kalam Kudus yang tidak kalah memukau dan menduduki juara 2. Namun, tak mudah mendapatkan juara 2 bagi mereka. Sempat terjadi pergantian coach karena mereka mengambil konsep berbeda dari sebelumnya, yaitu genrewaacking. Dengan make up ala denim black, mereka berhasil memadukan kesenian tradisional serta modern dalam waktu latihan yang singkat.

Hadiah yang mereka peroleh cukup menarik, yaitu piala dan sertifikat. Meskipun hal tersebut tidak sebanding dengan kelelahan mereka, namun mereka tetap membanggakan SMAN 10 Malang. Lomba dimulai tanggal 21 Oktober – 4 November 2018. Setiap istirahat sekolah, mereka melakukan latihan di OLC, sepulang sekolah mereka berlatih di studio daerah Sawojajar. Tim dance yang beranggotakan 7 orang ini,  sangat memperhatikan totalitas mereka. Hal tersebut nampak dari bagaimana cara mereka mengatur waktu latihan dengan sekolah dengan waktu singkat. Seleksi lomba diadakan ditengah-tengah jam pelajaran, tempatnya di Gor Bima Sakti. Harapan untuk kedepannya semoga bisa lebih banyak lagi prestasi yang diraih. (asp/ear)

Melatih Kekompakan dan Menumbuhkan Jiwa Sosial

Palang Merah Remaja

Organisasi Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 10 Malang mengadakan kegiatan diklat PMR pada Hari Sabtu (9/11) dan menginap sampai dengan Minggu (10/11). Kegiatan diklat diadakan pada pukul 08.00 WIB. Para peserta diklat tidak lain adalah siswa-siswi SMAN 10 Malang kelas X dan juga kelas XI yang baru mendaftar sebagai anggota PMR SMANDASA pada tahun pelajaran 2018/2019 ini.

Diklat PMR

Diklat PMR diadakan dengan tujuan melatih kekompakan antar peserta diklat PMR dan menumbuhkan serta mengembangkan jiwa sosial setiap calon anggota PMR tersebut. Kegiatan selama diklat PMR antara lain yaitu ada upacara, lalu dilanjutkan dengan materi serta praktik pengenalan mengenai PMR yang dibawakan oleh pemateri dari sebuah lembaga di luar sekolah. Banyak kegiatan lain yang menarik selama diklat PMR yaitu games, jurit malam, dan juga outbound. “Menyenangkan karena diklatnya seru dan nggak membosankan, selain itu suasananya juga nggak menegangkan jadi kita bisa lebih enjoy dalam mengikuti diklat PMR,” kata Amanda Regita, salah satu peserta diklat PMR kelas XI. Sukses untuk calon-calon PMR SMANDASA! (gep)

Juara Lomba Pidato Trio dan Lagu Perjuangan 2018

Muhammad Abraham Athala dan Luhur Iman Seto, perwakilan dari SMAN 10 Malang meraih Juara Harapan 2 dalam perlombaan pidato yang dilaksanakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah se-Jawa Timur. Lomba tersebut bertempat di Museum Pahlawan Surabaya, Sabtu (13/10). Lomba ini diikuti oleh siswa siswi SMA/SMK/Ma se-Jawa Timur.

Persiapan yang mereka lakukan yaitu dimulai dari pembuatan naskah sendiri, kemudian dikonsultasikan dengan pembina, setelah itu latihan membentuk chemistry lalu mulai intensif latihan pidato selama 3 hari.

Juara Harapan 2 Pidato Trio

Tema yang mereka gunakan yaitu “Mewaspadai Kebangkitan Komunis Ideologi Anti Tuhan, Anti Demokrasi, Anti Kemanusiaan Demi Tegaknya Pancasila dan Keutuhan NKRI”. Alasan mereka mengangkat tema ini, “karena sekarang ini banyak muncul isu tentang kebangkitan komunis dengan gaya baru mereka yang disebut neokomunisme. Nah kebangkitan ini dapat mengancam eksistensi ideologi Pancasila. Disini generasi muda yang berperan penting karena merupakan penerus yang nantinya akan memimpin bangsa ini” Ucap Abraham.

Diharapkan kita sebagai generasi muda harus satu suara, “Tolak segala bentuk aksi yang dapat memecah belah kesatuan seperti Komunisme yang tidak sesuai dengan identitas Bangsa Indonesia. Kita harus bisa memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa. Karena generasi muda adalah garda terdepan pengawal kebhinekaan.” (dvi/ran)

Hari Sumpah Pemuda

Senin (28/10) SMA Negeri 10 Malang memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90 dengan melakukan kegiatan upacara bendera. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh warga SMA Negeri 10 Malang dengan tertib dan khidmat. Para siswa dari kelas 10 sampai kelas 12 memakai seragam putih abu-abu lengkap dengan atributnya. Pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini, Bu Endang selaku Pembina upacara menyampaikan sambutan tertulis dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi. Peringatan Sumpah Pemuda kali ini bertemakan “BANGUN PEMUDA, SATUKAN INDONESIA.” Dalam tema tersebut, terdapat tiga karakter dan kapasitas yang perlu dikapitalisasi setiap generasi muda untuk memenangi pertarungan masa depan, sekaligus dalam mewujudkan mimpi Indonesia. Pertama, diperlukan generasi muda yang memiliki kualitas integritas yang tinggi. Kedua, kapasitas keahlian dan intelektual yang cukup mumpuni. Ketiga, karakter kepemimpinan yang peduli dan profesional. Dengan disampaikannya sambutan tersebut, Bu Endang mengharapkan hal-hal di atas dapat menjadi pedoman bagi siswa-siswi untuk menjadi pemuda yang maju, berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing tinggi.

Upacara Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018

Setelah upacara selesai dilaksanakan, para siswa tidak langsung dibubarkan karena akan ada pengumuman mengenai pemenang berbagai lomba pada peringatan Bulan Bahasa dan HUT SMA Negeri 10 Malang yang telah dilaksanakan sebelumnya. Para pemenang lomba dipanggil namanya satu persatu oleh Pak Utomo untuk maju ke depan dan menerima hadiah mereka. Diharapkan dengan diadakannya lomba-lomba ini, para pemuda SMA Negeri 10 Malang dapat terus mengembangkan potensi mereka untuk selalu berprestasi dan bersaing dalam hal-hal positif. Mereka juga diharapkan dapat memajukan bangsa dan negeri ini pada masa yang akan datang. (vir/lrf)

HUT SMAN 10 Malang ke-19: Diversity of Creation!

Tepat pada tanggal 20 Oktober 2018, SMAN 10 Malang berusia 19 tahun. Tentunya 19 tahun bukanlah angka yang remeh. Berbagai prestasi telah terukir, ditambah dengan fasilitas yang semakin maju daripada tahun sebelumnya.

Foto 1

Senin (22/10) serangkaian kegiatan diselenggarakan untuk merayakan HUT SMANDASA ke-19 ini. Dengan mengusung tema “Diversity Of Creation” yaitu mengkreasikan karya anak bangsa dan juga dipadukan dengan kultur budaya Indonesia yang melekat didalamnya, acara ini sukses terlaksana.

Foto 2

Sekitar pukul 07.45 kegiatan diawali dengan jalan sehat keliling wilayah sekitar SMAN 10 Malang. Setelah selesai jalan sehat, siswa langsung diarahkan ke kelas masing-masing untuk potong tumpeng dengan wali kelas. Berbagai performance turut meramaikan hari jadi SMANDASA ini, seperti band perwakilan dari kelas 11 yang tampil sangat baik sebagai band pembuka.

Foto 3

Dengan slogan “Traditional is my soul, modern is my way”, tentunya HUT kali ini tidak hanya dimeriahkan dengan penampilan band saja, karya seni tari kelas 11 juga turut menambah semaraknya perayaan 19 tahun SMANDASA ini. “Ulang tahun SMANDASA kali ini keren banget, karena kita diberi kesempatan untuk menampilkan hasil karya seni tari yang kita buat sendiri, kita merasa sangat diapresiasi kerja kerasnya oleh Bapak Ibu Guru dan teman-teman semuanya.“ tutur Alifia Putri siswi kelas 11.

Foto 4

HUT kali ini juga makin seru dengan adanya bagi-bagi doorprize dengan hadiah terbesar sebuah gadget Xiaomi. Di penghujung acara, keseruan-keseruan perayaan 19 tahun SMANDASA ini ditutup dengan performance dari DJ (Disjoki) Nana Leman.

Foto 5

 Secara keseluruhan, serangkaian acara ini berjalan lancar. Dengan bertambahnya usia SMAN 10 Malang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan bagi siswanya. Dan semoga sekolah ini dapat melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang lebih baik. SMAN 10 Malang! Learn today, Lead Tomorrow, Be The Best!(dma)

Diklat Pemandu 2018 Ajarkan Cara Memandu Tamu yang Baik

MALANG—Sabtu (6/10) lalu diadakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pemandu SMAN 10 Malang Masa Bakti 2018/2019. Acara ini dimulai pukul 08.00 WIB di Laboratorium Fisika. Dengan jumlah hadir kurang lebih 40 siswa, acara ini berlangsung lancar. Ibu Ellen memberi beberapa kalimat sambutan sebagai pertanda diklat resmi dibuka. Beliau menyampaikan bahwa sebagai seorang pemandu yang baik, harus menjaga attitude yang baik pula. Seperti halnya selalu tersenyum.

 Foto 1

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Pak Yudi. Beliau menyampaikan tentang beberapa hal yang perlu diketahui oleh calon pemandu. Salah satunya teknik bridging. Teknik tersebut tentunya sangat penting bagi seorang pemandu. Hal lain yang juga disampaikan adalah bagian-bagian dari SMAN 10 Malang. Seperti halnya ruangan, sumur resapan, lubang biopori, dan lain sebagainya.

 Foto 2

Setelah materi selesai disampaikan, acara dilanjutkan dengan pelatihan pemandu baru untuk school tour didampingi dengan para pemandu lama. Tujuannya adalah untuk melatih para pemandu baru agar berani berbicara di depan banyak orang, melatih kecakapan, serta  melatih public speakingmereka.

Dari kurang lebih 30 orang pemandu baru, diharapkan bisa menjadi pemandu yang profesional dan mandiri dalam mendampingi para tamu saat berkunjung di area sekolah sekaligus menjadi stakeholder sekolah yang terpercaya. Karena inilah para pemandu perlu diberi pembekalan dan pelatihan untuk meningkatkan skill mereka.

 Foto 3

Di penghujung acara, pemandu lama yang sudah purna diberi waktu untuk menyampaikan pesan dan kesan selama mereka bertugas. “Semoga adik-adik betah dan kelak semoga ilmunya dapat berguna di universitas,” tutur Kak Thamara. (nra/tiy/dma)