Penilaian Akhir Tahun SMAN 10 Malang 2018/2019

Penilaian Akhir Tahun (PAT) untuk kelas X dan XI SMAN 10 Malang tahun ajaran 2018/2019 dilaksanakan selama 8 hari mulai dari tanggal (14/5) sampai (23/5). Sesi pertama berlangsung pada pukul 07.30-09.00 dan sesi kedua berlangsung pada pukul 09.30-10.30. PAT tahun ini menggunakan 2 sistem, yaitu tulis dan cyber.

Untuk memudahkan pengawasan, setiap harinya pada saat PAT siswa kelas X dan XI dibedakan seragamnya. Panitia PAT menyediakan 27 ruang ujian dengan tiap ruangan diisi oleh setengah kelas X dan setengah kelas XI. Para siswa diharapkan datang 15 menit sebelum waktu ujian, agar dalam pengerjaan soal-soal PAT tidak ada kendala dan waktu yang diberikan cukup.

Penilaian Akhir Tahun Semester 2

PAT yang dilaksanakan SMAN 10 Malang ini memiliki beberapa tujuan, antara lain:

  1. Hasil ujian dapat digunakan oleh para siswa untuk mendeteksi kelemahan yang dimiliki.
  2. Sebagai alat untuk melakukan perubahan dalam bidang pendidikan.
  3. Memberikan informasi mengenai kemajuan peserta didik
  4.  Memberikan hasil ujian yang akuntabel guna memotivasi guru dan peserta didik untuk berusaha lebih baik.

Meski pelaksanaan PAT ini berlangsung pada saat bulan Ramadhan, namun hal itu tidak  mengganggu jalannya ujian, semua siswa tetap antusias dan bersemangat mengikutinya. (dma)

Selami Kehidupan Pesantren Melalui Pondok Ramadhan

(07/05) Memasuki bulan suci Ramadhan yaitu bulan yang penuh akan berkah dan rahmat ini, SMA Negeri 10 Malang menyambutnya dengan mengadakan kegiatan Pondok Ramadhan. Suasana bulan Ramadhan dianggap tepat bagi SMA Negeri 10 Malang untuk kembali membimbing para siswa mereka untuk lebih mendalami agama serta memperbaiki akhlak mereka lewat kegiatan ini.

Foto 1

Pondok Ramadhan yang dilaksanakan pada hari Selasa-Kamis tanggal 7-9 Mei 2019 kali ini dilaksanakan berbeda dengan tahun sebelumnya. Apabila pada tahun sebelumnya kegiatan Pondok Ramadhan dilakukan di sekolah, Pondok Ramadhan kali ini dilakukan di Pondok Pesantren yang sebenarnya. Lebih tepatnya yaitu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda, Mergosono untuk para siswa dan Pondok Pesantren Al-Ishlah, Singosari untuk para siswi. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa muslim kelas X dan XI ini dimulai pada hari Selasa pukul 08.00 untuk siswa dan pukul 09.00 untuk putra.

Foto 2

Kegiatan inijuga diakhiripada hari Kamis pukul 07.00 untuk siswi dan pukul 16.00 untuk siswa. Para siswa berangkat ke Pondok Pesantren dengan diantar orang tua mereka sementara siswi berangkat bersama dengan bus dari sekolah. Setelah sampai di Pondok Pesantren, acara dibuka dengan sambutan pihak sekolah lalu dilanjutkan dengan perkenalan para pengasuh serta pengurus Pondok Pesantren dan pembagian kamar. Setelah itu, para siswa dan siswi mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang telah ditentukan selama acara Pondok Ramadhan berlangsung.

Foto 3

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain shalat berjamaah, mendengarkan ceramah yang diberikan oleh para ustadz dan ustadzah, kelas-kelas Fiqh, pendidikan akhlaq, aqidah Islam, mengaji Al-Qur’an dan tajwid, serta berbuka dan sahur bersama. Tidak hanya mendalami soal agama, para pengajar serta pengasuh Pondok Pesantren mengajarkan kita berbagai hal, antara lain mengenai sopan santun, kemandirian, kesederhanaan dan juga kebersamaan. (lrf/ezy)

Putri Kartini Malang Post 2019

(3/5) Ajang pemilihan Putri Kartini Malang Post pada tahun 2019 ini diikuti oleh 13 siswi perwakilan dari SMA Negeri 10 Malang. Di sekolah, mereka dipersiapkan dengan sangat maksimal untuk mengikuti setiap tahapan seleksi oleh Malang Post.

30 Besar Finalis Putri Kartini

Pendaftaran dilakukan bersama-sama untuk menunjukkan kekompakan peserta dari SMAN 10 Malang. Technical Meeting diadakan pada tanggal 27 April 2019 bertempat di The 101 OJ Hotel Malang dari pagi hingga menjelang sore hari. Sehari berikutnya, semua peserta lomba mengikuti tahap berikutnya, yakni tahap test interview dan perform talent, mereka wajib mempertunjukkan skil atau bakat masing-masing di hadapan dewan juri dengan ruang tertutup selama kurang lebih 5 menit. Banyak talent yang ditonjolkan peserta dari SMAN 10 Malang, mulai dari geguritan Jawa, story telling hingga musikalisasi puisi. Mereka bersaing dengan 130 peserta dari siswa SMA/SMP Negeri dan Swasta yang berasal dari Malang Raya.

Feby Nadya Putri - Putri Sosial

Pengumuman 30 besar langsung diumumkan keesokan harinya melalui Koran Malang Post yang terbit tanggal 29 April 2019. Syukur Alhamdulillah, Nadya Windy, Feby Nadya Putri, dan Angel Ocatvia Kharisma Yudha adalah 3 siswi perwakilan SMAN 10 Malang lolos 30 besar yang akan perform di ajang Grand Final pada tanggal 3 Mei 2019 di Hotel Grand Palace Malang. Menuju gelaran Grand Final, mereka dilatih catwalk, koreografi, dan komunikasi selama beberapa hari berturut-turut.

Nadya Windy - Putri Persahabatan

Tiba saatnya 30 besar finalis pada Grand Final untuk tampil memukau di hadapan dewan juri, penonton, dan para supporter masing-masing finalis, pada tahap pertama akan ditentukan 10 besar untuk mendapatkan penghargaan Putri Atribut. Syukur Alhamdulillah, 2 perwakilan SMAN 10 Malang lolos ke 10 besar finalis dengan menyabet gelar Putri Sosial diraih oleh Feby Nadia Putri, dan gelar Putri Persahabatan yang diraih oleh Nadya Windy. Semoga pada ajang gelaran pemilihan Putri Kartini Malang Post periode berikutnya dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi.

Upacara Memperingati Hari Pendidikan Nasional

Kamis (02/03) SMAN 10 Malang melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional. Dalam kesempatan tersebut pembina upacara menyampaikan bahwa Hari Pendidikan Nasional tahun ini bertema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Foto 1

Meskipun upacara kali ini hanya diikuti oleh peserta dari kelas 10 dan 11, upacara tetap berjalan lancar dan tertib. Apalagi, siswa kelas 10 dan 11 baru saja mengikuti Diklat Ketarunaan di LANAL Malang pada 24-25 dan 26-27 April 2019, sehingga mereka dapat menunjukkan sikap tertib dan disiplin terutama ketika berada dalam barisan. Ada beberapa hal yang disampaikan oleh pembina upacara, selain ucapan syukur karena upacara dapat terlaksana dengan khidmat di hari yang cerah itu.

Foto 2

Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei tersebut diambil dari hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara atau yang lebih dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional dengan harapan bangsa Indonesia tidak akan pernah melupakan jasanya dalam membangun pendidikan nasional sampai kapanpun. Melalui pidato yang disampaikan oleh pembina upacara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berpesan agar peserta didik Indonesia saat ini mendapat penguatan karakter supaya mereka menjadi generasi yang kuat rasa nasionalismenya dan berjiwa patriot. “Kecintaan dan kebanggaan pada simbol-simbol negara itu harus terus ditanamkan agar mampu membentuk generasi yang kuat rasa nasionalismenya dan berjiwa patriot.” ujarnya dalam pidato tersebut.

Foto 3

Pada kesempatan kali ini pula, para guru memberikan apresiasi mereka kepada siswa kelas 11 yang telah menampilkan drama bertema ceita rakyat dari berbagai penjuru Indonesia dalam Karsadhirsa (karya seni anak Satradhirsa), Sabtu (20/04) lalu. Apresiasi tersebut diwujudkan dengan pemberian hadiah kepada nominasi-nominasi yang telah diputuskan baik kelas, maupun perorangan. Pemberian hadiah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada kelas 11 karena telah menampilkan peforma terbaik mereka di panggung Karsadhirsa 2019. Selain itu, para guru juga mengingatkan siswa untuk terus meningkatkan kemampuan akademik mereka sebagai persiapan menghadapi PAT (penilaian akhir tahun) yang tinggal hitungan hari. (zul)

Purnawiyata Angkatan 18: Gerbang Kesuksesan

Kamis lalu (25/4), Graha Polinema disibukkan dengan acara Purnawiyata SMAN 10 Malang Angkatan 18. Pelepasan siswa-siswi kelas XII ini dihadiri lebih dari 600 orang, baik dari kalangan wisudawan, orang tua murid, guru, dan tamu undangan. Sebelumnya pada hari Rabu (24/4) juga telah dilaksanakan gladi bersih. Rangkaian acara dimulai pada pukul 07.00 WIB.

 Foto Bersama

Banyak partisipan dari kelas X dan XI yang ikut memeriahkan acara Purnawiyata. Tim PPST menyuguhkan tarian kreasi tradisional. Ada juga dari tim Smandasa Choir yang turut mengiringi jalannya acara. Ibu Husnul Chotimah selaku Kepala SMAN 10 Malang memberikan sambutan sekaligus pesan kesan terakhir kepada peserta didik kelas XII yang akan dilepas. Beliau berpesan agar dapat mengurangi penggunaan media sosial.

Wisudawan Berprestasi

Walaupun sekarang kita sudah hidup di zaman serba digital dan serba instan, akan tetapi bukan berarti segala hal yang ada akan diselesaikan secara instan. Semua butuh proses yang panjang dan melelahkan. Namun sepanjang apapun proses yang kita lakukan akan sebanding dengan hasil yang kita capai nantinya.

“Ingatlah motto SMA Negeri 10 Malang, Learn Today Lead Tumorrow Be The Best. Karena motto tersebut adalah doa yang senantiasa dipanjatkan kemanapun melangkah,”tuturnya. Beliau juga mengingatkan bahwa disetiap perjuangan pasti membutuhkan tetesan keringat, air mata, dan darah.

Prosesi Purnawiyata

Maka diharapkan agar generasi penerus ini dapat menjadi generasi emas yang tidak akan menghabiskan waktunya hanya untuk kegiatan kurang bermanfaat. Doa beliau semoga kelak alumni SMA Negeri 10 Malang dapat menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia. Amin.(tiy/nra/gep)

Paskah Kota Siswa-Siswi Nasrani SMANDASA

Menyambut bulan Ramadhan, SMAN 10 Malang mengadakan kegiatan Pondok Ramadhan bagi siswa-siswi Muslim kelas X dan XI pada Hari Selasa (7/5) hingga Rabu (9/5). Sementara itu, siswa-siswi Nasrani kelas X dan XI mengikuti perayaan Paskah SMA/SMK se-Kota Malang. Perayaan Paskah diadakan pada Hari Rabu (1/5).

Foto 1

Kali ini Paskah SMA/SMK se-Kota Malang bertempat di SMK Negeri 4 Malang yang berlokasi di Jl. Tanimbar No.22 Kasin, Klojen, Kota Malang. Siswa-siswi Nasrani beserta guru Pendidikan Agama Kristen SMAN 10 Malang yang juga menjadi guru pendamping, Ibu Dra. Menik Sri Suyatmi, berangkat dari sekolah menuju SMK Negeri 4 Malang sekitar pukul 07.30 WIB dengan menggunakan bis sekolah. Di sana siswa-siswi disambut dengan hangat oleh seluruh panitia penyelenggara yang mengajak mereka untuk beribadah dan bersukacita.

Foto 2

Diawali dengan ibadah pembuka, snack,  kemudian penampilan band dan vocal group dari beberapa SMA/SMK yang turut memeriahkan jalannya perayaan Paskah. “Menurutku perayaan Paskah kali ini nggak membuat kita ngantuk karena lebih menghibur dengan banyaknya penampilan dari band dan vocal group,” kata Meichel Rizaldo Wattimury, salah satu siswa Nasrani kelas XI SMAN 10 Malang.(gep)