Mari Membuat Kari ala Jepang!

Kamis (14/02), jam pelajaran Bahasa dan Sastra Jepang di kelas X Bahasa kembali diisi dengan pengenalan budaya Jepang. Kali ini, budaya yang diperkenalkan adalah salah satu makanan yang populer di Jepang, yaitu kari Jepang atau kari (カレー karē). Kari sangat sering dikonsumsi oleh orang Jepang, hingga masuk peringkat ke-3 makanan terpopuler di Jepang. Menurut Ryo-sensei, NP (Nihongo Partner) yang bertugas di SMAN 10 Malang, Kari Jepang ini dapat dimakan dengan tiga cara, yaitu dengan gohan (nasi), dengan udon (sejenis mi yang tebal), atau dengan pan (roti).

Walaupun Kari adalah makanan yang populer di Jepang, ternyata Kari bukan makanan asli Jepang, melainkan makanan ini berasal dari Asia Selatan, terutama India yang kemudian menyebar di kawasan Asia dan Eropa. Kari khas Jepang telah beradaptasi dengan selera masyarakatnya, sehingga bisa menjadi kuliner populer sampai sekarang.

Praktik Masak Kari Jepang

Siswa-siswi kelas X Bahasa sangat antusias untuk memasak kari ini, sebab Kari Jepang sangat berbeda dengan kari yang ada di Indonesia. Tekstur kuahnya lebih kental, sehingga lebih mirip saus, isi Karinya juga beragam, ada wortel, kentang, bawang bombai, dan ayam. Untuk bumbunya, kali ini menggunakan curry block, semacam bumbu siap pakai berbentuk blok atau kotak. Cara memasakanya juga sangat mudah, sehingga siswa bisa memasaknya dengan baik, dan hasilnya juga sangat enak.

“Pelajarannya bisa membuat kita memahami budaya Jepang dan mengetahui salah satu makanan populer di Jepang dan dapat mencoba membuatnya secara bersamaan.” ujar Salma, salah satu siswi kelas X Bahasa.

Selain kelas X Bahasa, kelas-kelas yang mendapat pelajaran Bahasa dan Sastra Jepang juga mengadakan kegiatan yang sama. Pengenalan budaya ini tidak hanya bertujuan agar kita dapat membuka wawasan yang lebih luas akan budaya luar, tetapi juga mengingatkan kita kembali akan keindahan budaya apabila terus dipelihara dan dijaga bersama. (zul)

Upacara bersama Kasatlantas Polres Malang Kota di SMAN 10 Malang

(4/2) Sesuai rutinitas setiap hari Senin pada awal bulan, SMAN 10 Malang melaksanakan upacara bendera. Berbeda dengan upacara-upacara sebelumnya, pada kesempatan kali ini, Bapak Kasatlantas Polres Malang Kota selaku menjadi pembina upacara. Seperti biasa, upacara bendera dilakukan dengan petugas upacara dari ekstrakurikuler Paskibra.

Sambutan Kasatlantas Polres Malang Kota

Bapak Kasat selaku pembina upacara menyampaikan perihal ketertiban dalam berlalu lintas. Beliau berkata jika banyak terjadi kecelakaan lalu lintas akhir-akhir ini, kebanyakan kecelakaan tersebut terjadi pada usia remaja, terutama usia SMA. Oleh karena itu, kita dihimbau untuk berhati-hati dalam berkendara dan tidak menggunakan kendaraan bermotor sebelum memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi).

Upacara Bendera Hari Senin

“Sekarang ini, banyak terjadi kecelakaan di usia-usia kalian. Jadi, kalian yang belum punya SIM jangan naik motor dulu, mengantisipasi terjadinya kecelakaan.” Ujar beliau. (zul/lrf/ndr/ran/rza)

Ujian Praktik 2019

Ujian praktik diadakan mulai hari Senin, 28 Januari 2019. Ujian praktik dilaksanakan pada saat jam pelajaran tersebut berlangsung, misalnya waktu jam mata pelajaran Kimia berlangsung, ujian praktiknya juga Kimia. Untuk jurusan IPA, ujian dilakukan di laboratorium Kimia untuk ujian Kimia, laboratorium Biologi untuk ujian Biologi, laboratorium Fisika untuk ujian Fisika, dan untuk tes tulis Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dilakukan di kelas masing-masing.

Foto 1

Praktikum pada mata pelajaran Kimia yaitu melakukan penelitian pada larutan, pada mata pelajaran Biologi berupa penelitian makhluk hidup, dan pada mata pelajaran Fisika melakukan pengukuran beberapa materi yang diujikan seperti gerak melingkar benda, fluida statis, dan lain sebagainya. Hal itu tergantung undian di setiap kelas dan bidang, tidak semua anak mendapat praktik yang sama. Setelah itu, guru meminta laporan penelitian untuk dijadikan bahan penilaian akhir. Untuk tes tulis, mereka diberi selebaran soal yang harus dilakukan sesuai perintah.

Foto 2

Selain itu, mereka juga mengadakan ujian praktik Bahasa Jawa dan akan diundi antara melakukan drama atau musikalisasi puisi yang semua dalam Bahasa Jawa. Untuk mata pelajaran agama Islam, seni budaya, dan PENJASKES antara jurusan IPS dan IPA sama. Hal yang membedakan dalam jurusan mereka yaitu, melakukan ujian praktik berupa :

Agama Islam : Hafalan 3 surat (Al-Ala, Ad-Dhuha, Al-Baqarah ayat 1-5) dan sholat jenazah.

PENJASKES  : Underring basket, servis voli (untuk laki-laki servis atas dan untuk perempuan servis bawah), senam irama, lari (rute untuk lari ini adalah Jl. Kerinci, Jl. Matana, dan Jl. Maninjau), dan berenang. Untuk bahasa Indonesia, diperbolehkan memilih antara debat atau talk show maupun presenter. Pada hari kedua, dilaksanakan ujian praktik tulis yaitu membuat surat lamaran pekerjaan dan esai.

Foto 3

Untuk mata pelajaran bahasa Inggris membuat video bebas berbahasa inggris, dan hari kedua ujian praktek tulis yaitu membuat application letter, article, dan recount text. Untuk mata pelajaran seni budaya, mengumpulkan fotografi. Ada 21 tema yang sudah ditentukan, dan mereka harus mengundi dalam 1 kelas. Selain itu, ada pula ujian praktik kewirausahaan yang membuat kerajinan dari cup kertas. Pada mata pelajaran Bahasa Jawa undiannya tentang musikalisasi geguritan, drama, campursari.  Ujian praktik diakhiri tanggal 1 Februari 2019, dan dilanjutkan pelaksanakan simulasi untuk ujian nasional.(asp,ear)

Apel Pagi : Pembiasaan Diri akan Pentingnya Waktu

Hari Senin (28/01) SMAN 10 Malang melaksanakan agenda rutinnya yaitu Apel Pagi. Seperti biasanya, seluruh siswa berkumpul di lapangan basket untuk melaksanakan apel dengan khidmat. Bapak Mahmud Yunus sebagai pembina apel menyampaikan beberapa pengumuman penting. Diantaranya untuk kelas XII yang akan menghadapi serangkaian ujian. Diantaranya, simulasi untuk Ujian Nasional. Materi yang diujikan yaitu Bahasa Inggris dan Mata Pelajaran Pilihan. Lalu ada Ujian Praktik untuk beberapa mata pelajaran. Ada juga Try Out guna melatih kemampuan dan terus mengasah siswa dengan memberikan soal-soal yang kemungkinan akan keluar pada saat ujian nanti. Jadi mereka akan terbiasa dengan pola soalnya dan tidak kaget pada saat ujian nanti. Salah satunya adalah Try Out Kota 1 yang dilaksanakan hari Senin(4/02) hingga hari Jumat(8/02). Bapak Yunus juga menyampaikan kepada kelas X dan XI, bahwa mereka harus mempersiapkan diri mulai sekarang. Agar saat kelas XII nanti mereka tidak akan kebingungan dan salah arah. Jadi harus dipikirkan dan dipersiapkan mulai sekarang.

Apel Pagi

Selain itu, Bapak Yunus juga menyampaikan tentang pembiasaan diri masuk tepat waktu ke sekolah. Seperti masuk sekolah sebelum gerbang ditutup, yaitu pukul 06.45. Begitu juga pada saat istirahat kedua, gerbang akan ditutup pukul 12.30. Bagi yang melanggar akan mengikuti pembinaan di mushola. “Kalo aku pribadi sih setuju sama peraturan itu. Kan kitanya jadi lebih disiplin sama jadi sedikit yang terlambat,” Ujar Ahmad Khan, salah satu siswa di SMAN 10 Malang. Menurutnya hal ini dilakukan agar siswa bisa lebih disiplin akan waktu. Mengingat tentang pentingnya disiplin waktu dalam kegiatan sehari-hari. (nra)

Pelatihan Calon Paskibra SMAN 10 Malang

Pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang diselenggarakan pada 25-27 Januari ini diikuti oleh calon Pasukan Pengibar Bendera (CaPas) kelas 10 dan dibimbing senior mereka. Bertempat di Markas Paskhas Abdul Rachman Saleh dan berlangsung selama tiga hari dua malam.

Siang harinya, seluruh peserta berangkat menuju lokasi menaiki bus sekolah. Hari pertama pelaksanaan Diklat diawali dengan apel pembukaan. Mereka melakukan foto bersama mengenakan seragam LA (Leadership Academy) setelah apel selesai. Sebelum diberi materi,  mereka diperbolehkan makan, mandi, dan beribadah. Etika dan Loyalitas adalah materi yang dibahas malam itu.

Diklat Paskibra SMAN 10 Malang

Pada hari kedua, peserta Diklat begitu antusias melangsungkan latihan fisik, seperti lari dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Hanya berjarak beberapa jam untuk beristirahat dan melakukan aktivitas lain, mereka tetap bersemangat mengikuti kegiatan selanjutnya, yaitu outbond. Materi mengenai Paskibra dan kepemimpinan mengisi malam itu. Evaluasi dan jelajah malam yang penuh teka-teki juga diadakan untuk melatih pola pikir mereka dan berlangsung hingga menjelang Shubuh. Setelah melakukan sholat Shubuh, seluruh peserta dipersilahkan beristirahat.

Hari terakhir pelaksanaan Diklat, mereka membersihkan tempat istirahat dan merapikan barang bawaan. Berkumpul di lapangan untuk menunggu kedatangan bus sekolah yang akan menjemput mereka.

“Menurutku kegiatan selama Diklat seru dan nggak hanya asal menyenangkan aja, tapi juga mengajarkan seluruh anggotanya untuk bersikap berani, pantang menyerah, aktif, dan kreatif.” Ujar Nadia Ayu, salah satu peserta Diklat Paskibra. “Harapannya untuk Paskibra SMAN 10 Malang, semoga semuanya bersikap lebih kompak, saling menghargai satu sama lain, lebih mempererat persaudaraan, dan tidak egois. Juga semangat meningkatkan keterampilan supaya bisa memenangkan banyak perlombaan dan membanggakan sekolah.” Imbuhnya. (ndr)

Belajar Memakai Yukata

Kamis (24/01) kelas X Bahasa belajar memakai yukata sebagai bagian dari mata pelajaran Bahasa dan Sastra Jepang yang juga mempelajari tentang budaya Jepang. Yukata sendiri adalah  pakaian tradisional Jepang yang kerap digunakan di musim panas, terutama di saat melihat Hanabi Taikai (Festival Kembang Api) atau di saat matsuri (festival).

Foto 1

Siswa-siswi X Bahasa sangat antusias saat mencoba memakai yukata. Para siswa dibimbing oleh Ryo-sensei dari Nihongo Partners, sementara siswinya dibimbing oleh Dhevi-sensei, selaku guru Bahasa dan Sastra Jepang dan Suga-sensei dari Nihongo Partners. Antusiasme itu mereka tunjukkan dengan mengabadikan momen tersebut lewat jepretan kamera.

“Memakai yukata sangat menyenangkan, meski begitu memakai yukata sedikit sulit untuk memasang obi-nya. Namun, tentu saja ini merupakan pengalaman yang menarik dan langka.” komentar Ria, salah satu siswi X Bahasa.

Foto 2

“Dengan belajar memakai yukata, sensei berharap anak-anak Bahasa bisa mengetahui bahwa sampai sekarangpun orang Jepang masih melestarikan budayanya dan bangga akan itu. Semoga kita pun bisa bangga dan melestarikan budaya kita sendiri. Batik, kebaya, misalnya.”  ujar Dhevi-sensei.

Selain mengenalkan kita akan budaya Jepang, kegaitan ini juga mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga dan melestarikan budaya Indonesia agar dapat terpelihara, meskipun zaman terus berkembang. Belajar budaya asing itu memang asyik, tapi jangan sampai lupa budaya sendiri, ya! (zul)

Lebih Intensif di Hari Ke-2

MALANG—Satu Dasaku (SATDAS) 2019 tak sekedar menjadi ajang persembahan alumni untuk adik-adiknya yang hendak menginjak dunia perkuliahan. Event tahunan yang digelar dua hari ini menjadi kesempatan bagi calon-calon mahasiswa di SMAN 10 Malang untuk menggali info perkuliahan sebanyak mungkin. Terbukti pada hari ke-2 yang digelar Sabtu(12/1), acara ini berlangsung lebih intensif dari hari sebelumnya.

 Foto 1

Hari pertama Satu Dasaku dihadiri oleh kelas 11. Cantika Syahrani dan Durriya Tsabitah selaku pembicara membagikan basic information tentang dunia perkuliahan. Berbeda dengan hari ke-2, kali ini acara dihadiri oleh siswa-siswi kelas 12. Dimulai dari pukul 10.00 hingga pukul 16.00, tentunya topik dikupas habis-habisan. Peserta diminta mengisi form tentang jurusan apa yang ingin dituju, setelah itu mereka dikelompokkan berdasarkan pilihan masing-masing.

 Foto 2

Di dalam kelompok itu, topik jurusan dibahas semakin dalam. Tentunya, ini ditujukan agar peserta menemukan real passion dan minat agar nantinya tidak dirasa salah dalam memilih jurusan. “Karena dunia kuliah itu beda banget, kita kakak-kakak disini ingin mengajarkan ke adik-adiknya, gimana ‘sih kuliah itu?” jelas Durriya Tsabita, Angkatan 17.

 Foto 3

Acara ditutup dengan penulisan harapan pada kertas kecil yang ditempelkan di balon. Kemudian, balon-balon itu diterbangkan sebagai simbol agar harapan yang ditulis bisa tercapai. Waktu menuju pendaftaran perguruan tinggi hanya menghitung bulan. Semoga, siswa-siswi Angkatan 18 bisa mencapai tujuannya dalam melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, ya! (tiy)