Sabet 2 Juara di Hari Pahlawan

10 November adalah moment bagi seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan, hari yang diperingati atas latar belakang pertempuran arek-arek Surabaya melawan tentara sekutu. Dalam pertempuran ini, ribuan pejuang dari tanah Surabaya tewas terkena serangan tentara sekutu yang tersebar dari darat, laut, dan udara. Namun, semangat dan jiwa kepemimpinan Bung Tomo sebagai tokoh pahlawan yang ikut andil dalam pertempuran tersebut mampu menggebrak semangat juang arek-arek Surabaya untuk terus maju dan mengalahkan tentara sekutu yang datang dengan kekuatan besar.

Minggu (10/11), Feby Nadia Putri, Muhammad Syafiudin Iqbal Ma’us, dan Delia Sunshine Talitha mewakili SMAN 10 Malang untuk menjadi peserta dalam Lomba Bercerita Sejarah  Indonesia season 4 yang diadakan oleh Universitas Wisnuwardhana Malang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Perlombaan dilaksanakan pada hari Senin, 11 November 2019 di Gedung F4 Universitas Wisnuwardhana Malang. Perlombaan kali ini diikuti oleh 40 peserta dan dibagi menjadi dua bagian, yaitu kelompok A dan kelompok B. Dari masing-masing kelompok tersebut terdapat 20 peserta yang akan memperebutkan 5 nama untuk maju ke babak final. Bukan main hebatnya, penampilan dari ketiga perwakilan SMAN 10 Malang dapat memukau juri dan menjadikan ketiganya maju ke babak final.

Tepat pada pukul 13.30 juripun memberikan hasil nilai akhir kepada MC untuk dibacakan siapa saja yang akan meraih 3 juara utama dan juga 3 juara harapan. Luar biasa sekali, Muhammad Syaifudin dan Feby Nadia Putri berhasil menyabet 2 juara utama yakni, juara 2 dan juara 3. Juri mengaku terkesima melihat penampilan Syaifudin saat membawakan cerita tentang Proklamasi dengan mengkreasikannya dalam tembang-tembang jawa. Begitu juga dengan penampilan Feby yang sangat tajam layaknya seorang pria.

“Saya lupa nama beliau, tapi saya ingat beliau berkata bahwa beliau bergetar saat mendengar suara saya baik saat saya membawakan peristiwa ‘Arek-Arek Surabaya’ maupun peristiwa ‘Bandung Lautan Api’, ” ucap Feby. (fnp)

Peringatan Maulid Nabi di SMAN 10 Malang

(14/11) Dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, BDI (Badan Dakwah Islam) SMA Negeri 10 Malang menyelenggarakan acara Maulid Nabi dengan mengusung tema “Menolak Lupa Lahirnya Sang Penuntun” pada hari Kamis kemarin. Acara Maulid Nabi tersebut dimulai sekitar pukul 12.30 di lapangan basket SMA Negeri 10 Malang.

Acara tersebut dimulai dengan lantunan sholawat dari Tim Banjari SMA Negeri 10 Malang. Kemudian, acara berlanjut dengan sambutan-sambutan dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Peringatan ini dimeriahkan dengan adanya final Lomba Tahfiz Al-Qur’an dan Lomba Cerdas Cermat. Selain itu, beberapa siswi maju sebagai finalis Mar’atus Sholihah yang diadakan hari itu. Meskipun hujan turun, acara tetap berjalan. Peringatan Maulid Nabi ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, termasuk lomba Mind Map yang dilaksanakan pada hari Senin. (lrf/zul)

Pemilihan Calon Ketua OSIS dan Calon Ketua MPK Online

Setelah melakukan orasi calon ketua OSIS/MPK pada tanggal 8/11 lalu. Maka pada tanggal 11-13/11 dilaksanakannya pemilihan ketua OSIS/MPK secara online untuk seluruh siswa. Yang dilaksanakan di ruang Laboratorium IT SMAN 10 Malang. Setiap harinya hanya satu angkatan saja yang dapat melakukan pemilihan.

Pada hari pertama untuk kelas XII, di hari kedua untuk kelas XI, dan di hari terakhir untuk kelas X. Yang mengawasi selama pemilihan adalah seluruh Pengurus OSIS/MPK kelas XII secara bergilir. Dan pemilihan dilaksanakan pada saat setelah istirahat pertama dengan urutan kelas MIPA 1 sampai kelas Bahasa.

?

Sedangkan untuk Bapak/Ibu guru melaksanakan pemilihan pada tanggal 15/11, dengan menggunakan kertas bukan secara online sesuai dengan yang diinginkan Bapak/Ibu guru. Yang dilaksanakan di ruang guru. Jadi, ada 4 hari untuk pemilihan ketua OSIS/MPK periode 2019-2020. Tiga hari untuk siswa dan satu hari untuk bapak ibu guru dengan diawasi oleh Pengurus OSIS/MPK kelas XII.(tar)

Orasi Calon Ketua OSIS/MPK 2019/2020

Setelah kegiatan Jum’at pagi pada tanggal 08/11 diadakannya orasi calon Ketua OSIS/MPK periode 2019-2020 yang menyampaikan visi dan misi yang akan dilaksanakan ketika mereka terpilih menjadi Ketua OSIS/MPK periode 2019-2020. Orasi tersebut bertujuan agar semua siswa dan guru dapat menentukan pilihan mana yang menurut mereka cocok untuk menjadi Ketua OSIS/MPK periode 2019-2020.

Ada tiga calon Ketua OSIS dan tiga calon Ketua MPK, yang akan terpilih hanya satu calon ketua OSIS dan satu calon ketua MPK. Calon Ketua OSIS ada Handriyanto Wibowo dari kelas XI MIPA 4, Zuhra Kamila Bachtiar dari XI IPS 1, dan Ferdiana Dwi Fitrianty dari kelas XI IPS 3. Dan calon Ketua MPK ada Bertha Setya Budi dari XI MIPA 1, Mochamad Arlan Dwi Saputra dari kelas XI MIPA 4, dan Putri Kinansih Atria Dewi dari XI MIPA 5.

Semua calon tersebut menjelaskan dari masing-masing visi dan misi mereka.  Setelah memberi penjelasan, para siswa diberi kesempatan bertanya kepada calon-calon tersebut dengan maksimal dua pertanyaan untuk satu angkatan dan bapak ibu guru juga dapat bertanya. Banyak siswa yang ingin bertanya mengenai visi dan misi dari semua calon Ketua OSIS/MPK, karena semua siswa antusias mengenai orasi calon Ketua OSIS/MPK periode 2019-2020. Terutama untuk kelas X yang untuk pertama kalinya melihat orasi calon Ketua OSIS/MPK di SMA.

Ada empat pertanyaan untuk semua calon Ketua OSIS dan tiga pertanyaan untuk calon ketua MPK. Salah satu pertanyaannya yaitu, “jika visi misi kalian tidak berjalan, apa yang akan kalian lakukan?” pertanyaan dari Stabitah Ratnaningtyas kelas X MIPA 1 untuk semua calon Ketua OSIS/MPK. Berbagai macam jawaban yang diberikan dari para calon tersebut, ada yang mengatakan “akan dilaksanakan dalam bentuk program lain namun memiliki poin yang sama”, ada pula yang mengatakan “itu akan saya bahas pada sidang tengah tahun dengan mencari penyebabnya, bila tetap tidak terlaksana maka akan di bahas di sidang penanggung jawaban untuk acuan bagi MPK masa jabatan selanjutnya”, dan ada banyak jawaban lainnya.

Orasi tersebut berlansung kurang lebih dua jam pelajaran, karena matahari yang sudah menyengat dan waktu pembelajaran segera dimulai maka orasi calon Ketua OSIS/MPK diakhiri. Namun, bila masih ada yang ditanyakan untuk menyakinkan akan pilihan ketua OSIS/MPK dapat bertanya di waktu lain.(tar)

Juara 2 Lomba Tari Kreasi Topeng

SMAN 10 Malang mengikuti perlombaan Tari Kreasi Topeng tingkat Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan di SMA Gracia Nusantara pada tanggal 9/11. Dan ada sekitar 23 kelompok tari lainnya yang mengikuti perlombaan tersebut. Peserta lomba mulai dari umur 5–17 tahun, namun lomba dikategorikan secara terpisah menurut jenjang umurnya.

SMAN 10 Malang mendapatkan juara 2 ‘Kategori Purnama’ yang beranggotakan Muhammad Bhisma, Putri Adilla. N, Putri Riki. S. A, Sela Nur Jannah, dan Feri Adriansyah. Mereka merupakan perwakilan dari ekstrakulikuler tari SMAN 10 Malang, dengan guru pendamping Ibu Sofiatul Barri. S.Pd. selaku guru pelajaran seni budaya.

Mereka latihan nari untuk mempersiapkan lomba sekitar satu minggu dengan guru pembimbingnya Bapak Agus Eko Suryanto. S.Pd. selaku guru seni budaya. Walaupun hanya latihan selama satu minggu mereka dapat membawa pulang piala penghargaan Juara 2 ‘Lomba Tari Kreasi Topeng Kategori Purnama’. (tar)

Sekolah Ramah Anak : Belajar Sehari di Luar Kelas

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 20 November, Pemerintah melalui Kementrian PPPA RI (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) menggelar program Sehari Belajar di Luar Kelas secara serentak yang dilaksanakan pada Kamis , 07 November 2019 lalu.

Berhubungan dengan serentaknya kegiatan tersebut, SMAN 10 Malang turut memeriahkan acara mulai pukul 06.45-10.00 WIB  dengan kegiatan yang membuat siswa merasa kembali ke masa kecil yang belum mengenal gadget.

Acara di SMAN 10 Malang, diawali dengan penyambutan siswa-siswi pada jam masuk sekolah yang dilakukan oleh Ibu Kepala Sekolah beserta Bapak dan Ibu Guru dengan 3S (Senyum, Salam, Sapa). Dilanjutkan dengan Apel pembukaan yang dipimpin oleh POLTAR (Polisi Taruna) serta Danki (Komandan Kompi).

Pada Apel tersebut seluruh warga sekolah menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza serta pembacaan Deklarasi Sekolah Ramah Anak oleh Kepala Sekolah Ibu Dr. Husnul Chotimah yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Tidak lupa semua siswa menyerukan YEL-YEL SRA (Sekolah Ramah Anak) secara serentak.

Kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah makan bersama makanan sehat yang dibawa dari rumah yang diawali dengan cuci tangan dan berdoa bersama yang dipimpin oleh Bapak Rachmad selaku Guru Agama. Setelah makan tak lupa agar kebersihan tetap terjaga, seluruh siswa kelas X dan XI membersihan lapangan sekolah.

Tiba pada kegiatan yang paling ditunggu-tunggu, permainan yang diawali dengan simulasi Evakuasi Bencana Alam yang diperankan oleh tiga siswa dan siswi kelas X yaitu M. Syafiudin, Namira, dan Vincentius. Kemudian dilanjutkan dengan permainan tradisional seperti, Bentengan dan Lompat Tali yang tentunya disambut antusias oleh seluruh siswa dalam pertandingan.

Kemudian setelah permainan berakhir, acara ini ditutup dengan Apel penutup serta menyanikan Lagu Nasional Maju Tak Gentar. Kemudian siswa kembali ke kelas untuk melanjutkan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) seperti biasa.

“Kalau menurut aku sih, Sekolah Ramah Anak itu kita bisa ngerasa dilindungi kayak di rumah sendiri, bermusyawarah bareng sama guru itu rasannya kayak sama orang tua jadi yauda kayak rumah sendiri “ Ujar  Shalma Qawlan salah satu siswi SMAN 10 Malang. (nsw)

Terobosan Baru SMAN 10 Malang: Program ‘Profesor Mengajar’

MALANG─SMAN 10 Malang selalu memiliki kejutan-kejutan baru di setiap langkahnya. Layaknya hari Selasa (9/10), adalah hari pembukaan bagi program baru ‘Profesor Mengajar’ yang kurang lebih diadakan selama beberapa minggu ke depan. Profesor Mengajar adalah terobosan baru SMAN 10 Malang dalam melakukan upaya untuk meningkatkan prestasi akademik peserta didiknya terutama siswa-siswi di jenjang akhir.

Prof. Wahyudi – Bahasa Indonesia

Sekolah yang kerap dikenal dengan sebutan SMANDASA ini menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Malang. Tak tanggung-tanggung, sejumlah tenaga ahli dikerahkan turun ke lapangan untuk membimbing peserta didik demi mempersiapkan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 mendatang. Para profesor membantu pembelajaran di kelas melalui kegiatan lesson study  berbasis sekolah dimana dosen terlibat dalam kegiatan merancang pembelajaran (plan),  mengobserbasi kegiatan di kelas (do), dan melaksanakan refleksi (see). Tak hanya dalam kegiatan pembelajaran efektif, kegiatan BBS (Bimbingan Belajar Sekolah) yang dilaksanakan setiap hari Sabtu juga didampingi oleh guru-guru besar yang ahli dalam bidang studinya masing-masing. Selain itu, profesor-profesor ini juga turut menjadi fasilitator dalam kegiatan in house training yang dilaksanakan sebulan sekali.

Prof. Effendy – Kimia

Upaya gencar dalam meningkatkan kualitas peserta didik ini tentu saja membuahkan hasil yang cemerlang. Dibuktikan dengan naiknya statistik rata-rata UN oleh angkatan 2019 yang baru saja lulus Juni lalu, serta munculnya angka sempurna dalam beberapa mata ujian. Angka lulus seleksi perguruan tinggi pun tidak main-main. Dari 304 siswa yang lulus dalam Ujian Nasional, ada 212 siswa yang berhasil diterima PTN dan 38 siswa diterima di PTS.

Porf. Heri Praktikto – Akuntansi

SMAN 10 Malang terus berbenah pada tahun ajaran ini untuk meningkatkan hasil-hasil yang memuaskan. Angka fantastis yang diperoleh tahun ini harapannya bisa ditingkatkan di tahun depan. Menurut Ibu Husnul Chotimah selaku kepala sekolah, program ini ditujukan untuk menyiapkan siswa kelas XII mengikuti Ujian Nasional dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan pemantapan materi yang disampaikan oleh para profesor. “Selain memotivasi siswa untuk melanjutkan kuliah sampai ke tingkat pendidikan tertinggi, minimal mereka sudah mengenal bagaimana cara mengajar seorang profesor,” tutur beliau. (tiy)