Menimba Pengalaman Hidup di Desa Slamparejo

(28/10) ini adalah kali kedua SMAN 10 Malang melaksanakan Kegiatan Tengah Semester yang disingkat dengan KTS atau istilah kerennya adalah Positive Character Camp. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang berlokasi di daerah Bantur – Malang Selatan, saat ini berlokasi di Desa Slamparejo – Kecamatan Jabung – Kab. Malang, tentunya menyuguhkan suasana yang berbeda.

Foto 1 - Balai Desa Slamparejo - Kec. Jabung

Berlangsung selama 3 hari 2 malam yaitu sejak hari Kamis tanggal 26 Oktober hingga hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, seluruh siswa kelas X yang berjumlah 340 siswa, dengan 10 panitia siswa, dan didampingi oleh 54 guru dan karyawan. Kegiatan Tengah Semester yang lebih dikenal dengan kegiatan “Bedol Desa” kali ini tidak mengikutsertakan siswa kelas XI dan XII, nantinya mereka akan memiliki kegiatan yang berbeda rencananya akan dilaksanakan pada akhir semester ganjil.

Foto 2 - Memberikan Bimbingan Belajar di SDN Slamparejo 01

Kegiatan ini secara umum adalah sebagai upaya pembentukan karakter siswa SMA Negeri 10 Malang melalui pembinaan mental dan pemberian pengalaman dalam kehidupan sosial di lingkungan masyarakat secara riil, sehingga menjadi siswa yang mandiri, tanggap, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi, serta menumbuhkan rasa ikut memiliki dan rasa bangga siswa SMA Negeri 10 Malang terhadap almamater Satradhirsa.

Foto 3 - Outbound

Adapun tujuan dari Kegiatan Tengah Semester ini adalah :

  1. Sebagai media pembelajaran bagi peserta didik dalam hal keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Melatih peserta didik dalam hal hidup bertoleransi antar umat beragama (menghormati perbedaan dalam hal keimanan dan ketaqwaan).
  3. Melatih sikap hidup bermasyarakat dalam hal hidup bersama dan gotong royong, termasuk dalam hal kerja bakti bersama warga lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
  4. Melatih sikap kesadaran dan rela berkorban terhadap sesama.
  5. Melatih peserta didik dalam hal meneruskan nilai-nilai luhur, kepeloporan dan semangat perjuangan dalam hidup bermasyarakat.
  6. Melatih dan sekaligus melakukan praktik hidup dengan prinsip kepemimpinan, kejujuran, transparan dan profesional.
  7. Meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan melatih menumbuhkan rasa simpati, empati terhadap sesama serta melatih kepekaan sosial dalam hidupnya.

Foto 4 - Pentas Seni

Selama 3 hari full kegiatan yang mereka ikuti sangat padat, oleh karena itu mereka harus bisa menjaga kondisi fisik dan mengatur waktu dengan baik. Seluruh peserta KTS diajarkan bagaimana berbaur dan bersosialisasi dengan masyarakat, lebih-lebih berkomunikasi dan menjaga hubungan silaturrahmi dengan keluarga yang rumahnya mereka tempati. Karena semua siswa ditempatkan di 34 rumah di sekitaran Balai Desa Slamparejo, dengan rincian masing-masing ada 10 siswa. Tentunya terpisah antara siswa putra maupuan siswa putri.

Foto 5 - Pentas Seni

Ada sekian banyak kegiatan mulai dari hari pertama mulai persiapan di sekolah hingga kembali ke sekolah pada hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017.

Diawali dengan apel pemberangkatan di sekolah oleh Ibu Kepala Sekolah Dra. Dwi Lestari, MM, sesamapainya di Balai Desa Slamparejo langsung diadakan Apel Pembukaan KTS oleh Camat Kecamatan Jabung Bapak Drs. Achmad Yazin, M,Si, selepas apel para Ibu orang tua asuh sudah menunggu untuk mengajak anak-anak ke rumah tinggal masing-masing. Sambil berjalan menuju rumah, mereka sambil bercakap-cakap untuk saling berkenalan.

Foto 6 - Bazar dan Bakti Sosial

Aktivitas berlanjut dengan memberikan Bimbingan Belajar di SDN Slamparejo 1 oleh masing-masing perwakilan kelompok, sedangkan siswa lain yang tidak mengikuti Bimbingan Belajar melakukan pengenalan di lingkungan sekitar KTS, kebanyakan dari mereka di isi dengan jalan-jalan sambil sesekali bertegur sapa dengan penduduk sekitar. Acara puncak hari pertama adalah Outbound, akan tetapi sedianya outbound akan dilaksanakan di lapangan karena hujan maka dialihkan kegiatannya di balai desa, meski begitu, tidak mengurangi suka cita dari seluruh peserta, Tim Outbound yang terdiri dari Pak Sudbyo, Pak Avo, dkk tetap mempersembahkan acara yang asyik dan meriah hingga pukul 21.30 sesuai jadwal kegiatan hari itu. Selepas itu seluruh peserta kembali ke rumah inapnya untuk beristirahat, mengumpulkan tenaga untuk kegiatan hari ke-2 esok harinya.

Foto 7 - Kerja Bakti

Hari ke-2, Jumat 27 Oktober 2017 diawali dengan bersih diri dan Sholat Shubuh berlanjut sarapan pagi bersama Bapak/Ibu orang tua, mulai pukul 07.00 Live in adalah kegiatan berikutnya bagi seluruh peserta KTS, ada siswa yang tinggal di rumah untuk membantu Bapak/Ibu orang tua membersihkan rumah dan halaman, atau bahkan ikut membantu pekerjaan orang tua asuh, misal di kebun atau orang tua yang berdagang atau usaha lainnya. Sedangkan di balai desa Slamparejo di isi dengan acara Penyuluhan Kewirausahaan oleh Ibu Junita, yakni tentang pembuatan yoghurt berbahan dasar susu, perlu diketahui, kebanyakan penduduk Slamparejo ini memiliki peternakan sapi perah, tetapi berskala kecil, peserta penyuluhan adalah Ibu-Ibu yang sedang menunggui putra-putrinya bersekolah TK yang terletak di sebelah kanan kantor Balai Desa Slamparejo.

Foto 8 - Penyuluhan Kewirausahaan ttg Pembuatan Yoghurt

Di tempat dan peserta yang sama, dilanjutkan dengan sosialisasi kesehatan yang disampaikan materinya oleh Ibu Anisa sebagai tim kesehatan dari SMAN 10 Malang, materi tentang kebutuhan gizi anak. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan tidak hanya sekali, tetapi 3 kali, pagi harinya di TK untuk anak-anak TK tantang bagaimana cara menggosok gigi dan cuci tangan yang baik. Begitu juga dengan penyuluhan kesehatan pada sore harinya kepada Ibu-ibu pengajian warga yang ditempatkan di musholla setempat tentang kanker serviks. Di lokasi berbeda, nampak bimbingan belajar yang dilakukan oleh sebagian peserta KTS di SDN Slamparejo 01, tidak semua kelas mereka masuki, hanya beberapa kelas saja yang mereka aja belajar bersama, di antaranya kelas 1 SD. Kegiatan ini tampaknya membuat murid-murid SDN Slamparejo sangat riang gembira, karena berinteraksi dengan teman belajar baru, bisa dikatakan guru muda meski usia mereka masih kelas 1 SMA. Kegiatan bimbingan belajar ini hanya berjalan 2 hari saja, hari Jumat ini sekaligus penutupan program, ditandai dengan serah terima cinderamata dari Ibu Dwi Lestari, Kepala SMAN 10 Malang kepada Kepala SDN Slamparejo 01.

Foto 9 - Penyuluhan Kesehatan ttg Gizi Anak

Acara puncak pada hari ke-2 KTS ini adalah Pentas Seni, memanfaatkan pendopo balai desa, acara berlangsung meriah mulai pukul 18.30 hingga pukul 22.00, Bapak/Ibu dan panitia siswa menyiapkan Pentas Seni dengan sangat matang, meski beberapa kali terjadi listrik padam, hal itu tidak menyurutkan antusias penonton dari peserta KTS, sebagian warga Slamparejo termasuk banyak sekali anak kecil yang menonton. Deretan penampil di acara Pentas Seni KTS kali ini berurutan mulai dari grup vokal, perform dari seluruh kelas X, hingga tim PPST (Paguyuban Pecinta Seni Tradisi) yang telah berlomba di berbagai ajang juga turut tampil mempersembahkan bakatnya.

Foto 10 - Apel Penutupan

Di sebelah balai desa, tepatnya di halaman TK (Taman Kanak-Kanak) selepas Sholat Maghrib, suasana sangat ramai dengan Ibu-ibu warga Slamparejo, dan sekian puluh peserta KTS yang riuh menawarkan dagangannya. Mereka menggelar Bakti Sosiali dalam model Bazar, yang dijual adalah pakaian layak pakai seharga 2 ribu rupiah per potong, para pembeli sangat bersemangat untuk membeli baju-baju tersebut. Tidak mengherankan kalau bazar yang digelar hanya dalam waktu 2 jam saja, mereka meraup pendapatan sebesar 2 juta rupiah.

Foto 11 - Penyerahan Cinderamata oleh Kepala SMAN 10 Malang Ibu Dra. Dwi Lestari, MM kepada Pengurus Desa Slamparejo

Hari ketiga, yakni hari terakhir pelaksanaan Bedol Desa, Sabtu 28 Oktober 2017 diisi dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekitar, selain aktivitas rutin lainnya. Pun Bazar – Bakti Sosial yang semalam belum usai, dilanjutkan pagi itu hingga jelang apel penutupan Bedol Desa. Tanda selesainya Bedol Desa adalah Apel Penutupan dengan pembina apel Sekretaris Desa Slamparejo Bapak Ponidi, ucapan terima kasih kepada seluruh peserta KTS atas ditempatinya Desa Slamparejo dalam kegiatan Bedol Desa tahun ini. Sebagai bentuk ucapan terima kasih dari SMAN 10 Malang kepada desa adalah diserahkan beberapa cinderamata kepada Desa, begitu juga semua uang hasil penjualan bazar senilai 2 juta turut diberikan untuk kemakmuran atau operasional balai desa. Apel berakhir dengan foto dan pengambilan video yel-yel bersama.

Foto 12 - Penyerahan Kenang-kenangan kepada Ibu Orang Tua Asuh

Sehabis pamitan dengan Bapak/Ibu orang tua asuh, masing-masing kelompok bergegas menuju kendaraan untuk kembali ke SMAN 10 Malang. Mereka pulang dengan membawa berbagai pengalaman hidup yang didapat di Desa Slamparejo. Semoga kegiatan selama 3 hari 2 malam ini benar-benar membekas sebagai bekal hidup.

Upacara Bendera Hari Senin

(6/11) Sudah menjadi rutinitas pada hari senin pagi, seperti halnya sekolah lainnya SMAN 10 Malang melaksanakan Upacara Bendera yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, XII, Bapak/Ibu Guru beserta staff. Berlangsung selama kurang lebih 1 jam lamanya berjalan khidmat dan lancar, upacara setiap hari senin ini tak lain adalah untuk meningkatkan nasionalisme Indonesia.

Upacara Hari Senin

Bapak Drs. Utomo selaku Pembina Upacara menyampaikan hal penting kepada seluruh siswa, dalam sambutannya beliau menggugah kesadaran para siswa akan tugas, fungsi, dan peran masing-masing dengan begitu maka Kegiatan Belajar Mengajar akan berjalan baik, Pak Utomo yang juga sebagai Guru Bahasa Indonesia ini juga meminta kepada siswa untuk meningkatkan motivasi belajar, dengan harapan hal itu juga dapat meningkatkan prestasi siswa.

Upacara Senin Pagi

(30/10) seluruh siswa berjalan berbondong-bondong menuju lapangan upacara untuk mengikuti apel pagi yang dimulai pukul 06.45 WIB, terdengar suaranya Pak David dengan lantang memberikan aba-aba menyiapkan pasukan dari kelas X hingga kelas XII.

Foto 1

Ibu Endang Setyoningsih, S.Pd selaku Pembina Apel memberikan penilaian kepada seluruh peserta upacara dari masing-masing kelas, bahwa sehubungan dengan Hari Sumpah Pemuda, para siswa sebagai pemuda wajib untuk menjunjung tinggi semangat Sumpah Pemuda sebagai tolok ukur mecapai cita-cita apalagi sebentar lagi seluruh siswa kelas XII akan mengikuti ujian nasional dan ujian masuk ke perguruan tinggi.

Pembina Apel

Bu Endang mengingatkan kepada seluruh siswa, SMAN 10 Malang memiliki banyak julukan atas berbagai prestasi sekolah yang telah diraih, diantaranya sebagai Sekolah Adiwiyata, maka dari itu warga sekolah wajib untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup, seperti halnya membuang sampah sesuai kategorinya apakah organik dan anorganik.

Foto 2

Seusai sambutan, Pembina apel yang notabene mengampu mata pelajaran Sejarah ini, mengumumkan atas beberapa prestasi yang telah diraih siswa SMAN 10 Malang, yakni antara lain Juara 3 Pertandingan Basket “Broadway” se-Jawa dan Bali 2017, Juara 2 Pertandingan Bridge Pasangan Pelajar Piala Walikota Batu Kejurprov Jatim 2017, Juara 3 Bridge Piala Koni Gresik II Kategori SMA 2017, Peringkat XIII Lomba Formasi Pengibaran dan PBB seri XIV Tingkat SMA/SMK Kota Malang 2017.

Foto 3

Selain itu, masih dalam waktu yang sama, diumumkan para pemenang lomba-lomba literasi, antara lain Lomba News Reading, Lomba Baca Puisi, Lomba Menulis Cerpen, dan Lomba Pojok Buku. Masing-masing lomba diperoleh juara 1, juara 2, dan juara 3. Tentunya membuat para juara sangat senang dikarenakan mereka mendapat hadiah uang pembinaan mulai dari 100 ribu hingga 250 ribu rupiah, tergantung apakah lomba per orangan apa beregu.

Foto 4

Para pemenang lomba tersebut langsung saat itu juga dipanggil ke depan lapangan untuk menerima hadiah dari sekolah, begitu juga para juara yang telah memenangkan berbagai lomba di luar sekolah untuk mengharumkan nama SMAN 10 Malang agar tetap jaya.

Foto 5

Semoga berbagai prestasi yang telah diraih ini dapat memicu para siswa lainnya untuk terus mengembangkan diri untuk mendapatkan berbagai penghargaan di berbagai bidang.

HUT SMANDASA ke-18

BAPER 3.0

20 Oktober 1999 – 20 Oktober 2017

 

(21/10) Tepatnya hari Jumat tanggal 20 Oktober 2017 SMA Negeri 10 Malang yang akrab dikenal dengan SMANDASA ini berusia 18 tahun sudah, usia menginjak dewasa. Meski terbilang sekolah yang masih muda, tetapi sudah banyak menorehkan banyak prestasi, baik tingkat Kota Malang, tingkat nasional, bahkan tingkat Internasional, prestasi yang diraih oleh siswa-siswanya hingga prestasi sekolahnya.

Foto 1 - Istighosah

Kini SMAN 10 Malang hanya memiliki 1 (satu) kampus saja yaitu di Jl. Danau Grati No. 1 Malang, dikarenakan sejak Januari awal tahun ini SMAN 10 Malang kampus 2 (sekolah berasrama) beralih status menjadi SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Meski demikian semangat SATRADHIRSA (Satvika Dhira Dhirot Saha) yang berarti Jujur – Teguh – Tekun – Rajin tetap dikibarkan oleh seluruh siswa, guru, karyawan, hingga para lulusan alumni SMAN 10 Malang sampai kapanpun.

Foto 2 - Lomba MC

Meneruskan tradisi dari Baper 1.0 hingga Baper 2.0 yang berarti “Bawa Perubahan” itulah tema yang diusung 3 tahun terakhir ini tiap kali SMANDASA merayakan hari jadinya, hari lahirnya SMAN 10 Malang tiap tanggal 20 Oktober.

Rangkaian kemeriahan HUT sekolah dimulai pada hari Jumat pagi dengan istighosah bersama dari pukul 06.30 sampai pukul 08.00 WIB, diikuti oleh seluruh warga sekolah yang beragama Islam, sedangkan siswa dan Bapak Ibu guru yang beragama selain Islam (Kristen, Katholik, dan Hindu) berkumpul di satu ruang untuk sama sama berdoa dengan dibimbing oleh Ibu Menik Sri Suyatmi.

Foto 3 - Tari

Istighosah akbar dengan dipimpin oleh Bapak H. Soegianto, salah satu guru Pendidikan Agama Islam yang paling senior memimpin memanjatkan doa untuk kesuksesan, keselamatan, dan kelancaran SMAN 10 Malang dalam berkiprah di dunia pendidikan.

Seusai berdoa bersama, kemeriahan HUT SATRADHIRSA berlanjut dengan lomba-lomba dalam rangka Bulan Bahasa, diisi dengan lomba MC, lomba Menyanyi Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Inggris, dari unsur Jawa terdapat lomba Geguritan. Peserta masing-masing lomba berasal dari perwakilan kelas dari kelas X hingga kelas XII. Para guru bahasa yang bertugas sebagai juri di semua ajang lomba Bulan Bahasa tersebut. Meskipun ada begitu banyak lomba dan peserta, hanya berlangsung pukul 11.30 saja dari babak penyisihan hingga babak final.

Foto 4 - Pembagian Hadiah Pemenang Lomba

Tidak berhenti pada hari Jumat saja, kemeriahan hari jadi sekolah berlanjut pada hari Sabtu, tanggal 21 Oktober 2017. Seluruh warga sekolah kompak mengenakan baju seragam sekolah mengikuti jalan sehat, start pukul 07.00 sambil dibagikan kupon doorprize jalan sehat, semua siswa, guru dan karyawan, tentunya Ibu Kepala Sekolah Dra. Dwi Lestari, MM sangat semangat mengelilingi Perumnas Sawojajar dengan rute yang sudah ditentukan oleh panitia siswa dari Pengurus OSIS/MPK. Tampak berjalan kaki mengular sepanjang kurang lebih 250 meter, meski santai namun bisa menyehatkan penuh dengan fun dan guyub rukun.

Foto 5 - Dance Kelas XII A 5

Tibalah di acara puncak HUT SMANDASA yakni gelar pentas seni di lapangan dalam sekolah, tampak banyak stan bazar yang berjualan guna memenuhi kebutuhan makan dan minum para siswa selama mengikuti acara dari pagi hingga sore hari nanti.

Dibuka dengan sambutan Ibu Kepala SMAN 10 Malang di atas panggung pentas seni diakhiri dengan pemotongan tumpeng nasi kuning yang diserahkan kepada Bapak Sunardi selaku Ketua Panitia HUT Sekolah, potongan tumpeng yang kedua diserahkan kepada perwakilan pengurus OSIS/MPK yang telah bersusah payah dan bekerja keras menyiapkan segala rangkaian acara HUT sekolah, mulai dari mencarikan dana sponsor dan donatur hingga pasca event.

Tim PPST

Sebagai penampil pertama dari Pemenang Soloist, Karawitan dan Tari Gambyong Pareanom, Ekskul Choir dengan membawakan dua buah lagu andalan mereka yang sudah dilatih selama beberapa hari sebelum acara puncak ini digelar, berturut-turut penampilan dari Modern Dance kelas XII A 5, Ekskul Band, Akustik, Fashion Show juga turut memberikan kemeriahan di 18 Tahun SMANDASA, sebagai perwakilan dari alumni yang baru saja lulus menyuguhkan 2 buah lagu dari grup Hexa Band. Tim PPST yang sudah seringkali mengikuti lomba dan tampil di tingkat nasional juga ikut menunjukkan kebolehannya dalam berseni tradisional. Alcont Band sebagai bintang tamu pertama yang membawakan lagunya Naif dengan judul Benci Untuk Mencintai dan beberapa buah lagu lainnya.

Foto 6 - Tari Kolosal

Unjuk talent dari Ekskul Modern Dance adalah satu satu bagian dari acara puncak pensi yang sangat ditunggu oleh semua siswa, tampil menggebrak lapangan selama 10 menit, riuhan tepuk tangan dan sorak sorak para penonton semakin menggugah semangat menuju puncak acara.

Foto 7 - Fashion Show

Setelah adzan Ashar berlanjut penampilan dari bintang tamu “WECAST” yang menggugah suasana romantis, meski peluh keringat tampak di wajah para penonton, tapi hal itu tidak menyurutkan seluruh penonton yang hadir mengikuti bernyanyi bersama lantunan lagu yang dibawakan “WECAST” diantaranya lagunya Payung Teduh – Akad.

Foto 8 - Modern Dance

Sesi puncak yang ditunggu-tunggu adalah penampilan dari EDM (Electronic Dance Music) ini adalah juga persembahan dari salah satu alumni yang barusan lulus. Tentunya lantunan beat music membuat jingkrak-jingkrak semuanya yang larut dalam hentakan musik EDM selama kurang lebih 1 jam lamanya. Perform EDM sekaligus menuntup rangkaian acara HUT sekolah dari hari Jumat hingga Sabtu sore, semoga HUT Sekolah di BAPER 4.0 tahun depan.

Pemilihan Calon Ketua OSIS dan MPK

(27/9) Siang ini tepatnya mulai pukul 14.00 akan digelar prosesi pemilihan Calon Ketua Umum OSIS dan Calon Ketua MPK SMAN 10 Malang Periode 2017 – 2018, ada 3 kandidat Ketua Umum OSIS dan 3 kandidat Ketua MPK. Kesemua kandidat ini berasal dari kelas XI yang memiliki visi dan misi yang berbeda-beda, masing-masing kandidat mengutarakan atau berkampanye keunggulan dari program kerjanya. Para Calon Ketua Umum OSIS adalah Amanullah B., M. Abrahama A., Safitri S. Sedangkan para Calon Ketua MPK adalah Rahadian T., Amarizka D., Reista Fatikah.

Kampanye Pemilihan Calon Ketum OSIS dan MPK

Secara bergantian mereka berorasi di tengah-tengah lapangan di depan seluruh siswa kelas X, XI, hingga siswa kelas XII, sebagai MC atau moderator adalah Durriyya Tsabitah dan Cyntia yang notabene mereka adalah pengurus OSIS/MPK kelas XII. Durasi menyampaikan program dan visi misi selama kurang lebih 5 menit, seusai semua calon berorasi, para siswa yang menonton diberi kesempatan untuk bertanya tentang program kerja jika terpilih, komitmen, dan kritikan. Tidak hanya para perwakilan siswa yang mengajukan pertanyaan, kesempatan serupa juga diberikan kepada Bapak/Ibu guru diantaranya Ibu Wahyu, Pak David, dan Pak Yudi.

Pengumpulan Surat Suara

Selepas orasi, seluruh siswa yang sudah mendapatkan surat suara langsung antri di depan bilik suara sederhana yang sudah disiapkan oleh panitia pemilihan. Mereka sangat antusias sekali untuk mencoblos guna menunjukkan suasana demokrasi di sekolah yang kondusif, pemilihan yang jujur dan adil, dengan prinsip “Siap Menang, Siap Kalah”.

“semoga kedepannya masa bakti pengurus OSIS/MPK yang baru dapat lebih baik lagi”, ujar Nadia Alyafira – Ketua Umum OSIS Periode 2016/2017.

Apel Pagi, Tidak Seperti Biasanya

(16/10) Awalnya pagi akan dilaksanakan pada pukul 06.30, akan tetapi karena hujan gerimis,  maka Apel Pagi ditunda, jadi semua siswa mengikuti pelajaran di kelas terlebih dahulu hingga jam ke-2 selesai. Seiring hujan gerimis sudah mereda tepat bel pergantian jam pelajaran ke-3 yakni pukul 08.15 seluruh siswa berkumpul di lapangan upacara untuk melaksanakan Apel Pagi.

Pengarahan dari Pembina Apel

Pak Sudibyo, guru Bahasa Indonesia, pagi ini bertugas sebagai Pembina Apel. Dikarenakan matahari sudah mulai meninggi, maka Pak Sudibyo memberikan aba-aba kepada seluruh peserta apel untuk duduk, dengan harapan mengurangi tingkat ketegangan siswa atau membuat suasana apel tidak formal, hal inilah yang menjadikan Apel Pagi kali ini tidak seperti biasanya.

Tidak banyak yang disampaikan Pak Dibyo dalam apel pagi ini, hanya poin-poinnya saja, diantaranya tentang perbaikan manajemen di kelas oleh pengurus kelas, tingkat kebersihan dan kerapian siswa. Ada hal yang sangat menyentuh dalam pengarahan pagi ini, yakni tentang kepekaan sosial di antara siswa, begitu juga tingkat kepekaan sosial oleh siswa kepada Bapak/Ibu guru di sekolah. Ini penting sekali untuk kelancaran program-program sekolah dan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pak Sudbyo sbg Pembina Apel Pagi

Pembina Apel juga menyinggung tentang kesiapan panitia HUT sekolah yang akan digelar minggu ini, tanggal 20 – 21 Oktober 2017 dengan harapan agar semua agenda HUT sekolah dapat dikoordinasikan dan dilaksanakan dengan baik dan lancar.

Gempita Muharram

(14/10) “Dengan Semangat Tahun Baru Hijriyah Kita Tingkatkan Ukhuwah Dan Kepedulian Sosial Antar Sesama” itulah tema pada Tahun Baru Hijiriyah kali ini yang diselenggarakan oleh 30 siswa yang tergabung dalam Badan Dakwah Islamiyah SMAN 10 Malang.

Penampilan Albanjari

Dihelat sejak pukul 07.30 dibuka oleh perform dari Albanjari BDI SMANDASA dengan persembahan beberapa lagu nuansa Islami, dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci Al-Qur’an dan Sambutan dari Pak Rahmat selaku Pembina BDI SMAN 10 Malang, selain penampilan Albanjari, BDI juga mempersembahkan Nasyid lagu-lagu Islami untuk menambah semarak Gempita Muharram.

Tidak seperti biasanya di sesi ceramah mengundang ustadz atau kyai, yang berbeda kali adalah mahasiswa dari Jerman yang mengikuti program pertukaran mahasiswa antara Jerman dan Indonesia, saat ini sedang mengikuti perkuliahan di Universitas Negeri Malang. Dia bernama Kevin Mlynski, sebagai seorang mualaf, Kevin menceritakan pengalaman hidupnya selama masih tinggal di Jerman dengan berbagai tantangan dan perkembangan kehidupan muslim di Jerman. “Islam di Indonesia jauh lebih terbuka”, ujar Kevin.

Ceramah Kevin Mlynski

Sang mualaf ini dalam menyampaikan pengalaman hidupnya di depan seluruh siswa kelas X dan XI yang hadir menggunakan Bahasa Inggris, tetapi hal itu tidak menjadi kendala karena ada Ravananta Andana Putrandi, siswa kelas XI IPS I 3 yang memang fasih berbahasa Inggris begitu juga menterjemahkan Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Sharing pengalaman yang seperti ini bisa semakin meningkatkan motivasi anak-anak dalam belajar dan menekuni agama meski hanya 45 menit hingga 1 jam.

Rangkaian acara ditutup dengan pemilihan Putri Muslim dan pembagian santunan untuk anak yatim panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama lebih-lebih kepada yang sangat membutuhkan, semoga agenda keagamaan ini semakin meningkatkan Ukhuwah Islamiyah.