Festival Panji Nusantara 2019 yang diselenggarakan di Taman Krida Budaya pada hari Jumat(12/7) telah menyita perhatian warga Kota Malang. Festival ini akan diadakan selama tujuh hari di enam kota atau kabupaten yang berbeda. Kota Malang mendapat bagian untuk andil dalam pagelaran kebudayaan yang merupakan kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Provinsi Jawa Timur dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kali ini, SMAN 10 Malang mendapat kehormatan dari Pemerintah Kota Malang untuk mengisi acara pembukaan. Tim PPST diberi amanah untuk membawakan tari Topeng Patih dan Beskalan Putri. Total 25 personil ikut andil dalam acara ini. Dengan gerakan lincah dan penampilan cantik dari para penari, mereka berhasil memukau para audience.

Menurut penuturan Bapak Agus Eko atau yang kerap dikenal sebagai Nyai Roro Dadak Purwo selaku pendamping sekaligus pengajar mata pelajaran Seni Budaya di SMAN 10 Malang, tari ini sendiri difungsikan sebagai tari pembukaan maupun penyambutan di acara-acara besar maupun ritual. Sudah diterapkan turun-temurun bahkan masuk dalam kurikulum pembelajaran bagi siswa kelas 11 di SMAN 10 Malang. Maka dari itu, penari dianggap mampu dalam menampilkan tarian ini dengan maksimal. Diharapkan siswa-siswi dapat mengenali dan melestarikan daerahnya sendiri. Beliau juga memaparkan, diberi amanah untuk tampil di Festival Panji Nusantara merupakan suatu kehormatan bagi sekolah. “Kita bisa buktikan tidak hanya ke masyarakat Kota Malang ataupun Malang Raya tetapi juga ke Indonesia, bahkan ke kancah nasional. Kita buktikan bahwa SMAN 10 Malang punya nama, atau kami bisa menyematkan nama, lah. Istilahnya seperti itu,” ucapnya.

Persiapan dari penampilan ini memakan waktu cukup singkat. Para personil sendiri dijatahi waktu selama dua minggu. Mereka juga merasakan kendala karena waktu latihan di tengah liburan, maka sulit rasanya membagi waktu antara urusan pribadi dengan persiapan. Namun hasil yang ditampilkan tidak kira-kira. Tepuk tangan riuh dapat terdengar ketika mereka mengakhiri penampilan. “Lumayan grogi sih, karena baru pertama kali nari pakai topeng, di event internasional pula, banyak orang,” papar Farid, salah satu personil PPST dari kelas XI MIPA 5. Melalui acara ini, diharapkan siswa-siswi dapat mengenali dan melestarikan daerahnya sendiri. Beliau juga memaparkan, diberi amanah untuk tampil di Festival Panji Nusantara merupakan suatu kehormatan bagi sekolah. “Kita bisa buktikan tidak hanya ke masyarakat Kota Malang ataupun Malang Raya tetapi juga ke Indonesia, bahkan ke kancah nasional. Kita buktikan bahwa SMAN 10 Malang punya nama, atau kami bisa menyematkan nama, lah. Istilahnya seperti itu,” ucapnya. (nra/tiy)

Debar dan Peluh Debut Tim PPST SMAN 10 Malang di Kancah Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *