(29/2) Pembelajaran di kelas terkadang dirasa membosankan oleh siswa. Pelajaran yang monoton membuat siswa kurang antusias untuk belajar di kelas, sehingga akan menghambat pemahaman materi yang rumit. Oleh karena itu, Pak David selaku guru mata pelajaran Fisika membuat sebuah inovasi dalam pembelajarannya. Beliau mengadakan event bernamaWater Rocket Competition (kompetisi roket air) sebagai aplikasi materi Fisika KD 3.6, yaitu Hukum Newton dan Penerapannya.

Water Rocket Competition sendiri menerapkan Hukum Newton III mengenai gaya aksi dan reaksi. Kompetisi seru yang bertempat di lapangan SMA Negeri 10 Malang ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X MIPA 1 sampai X MIPA 5 yang dibagi ke dalam 33 kelompok. Masing-masing kelompok memiliki empat sampai enam anggota.

Setiap kelompok bersaing satu sama lain membuat roket hasil desain mereka sendiri. Desain roket terdiri atas badan roket yang terbuat dari botol plastik bekas dan sayap juga ujung roket yang terbuat dari karton. Selain itu, ada juga launcher atau peluncur roket yang terbuat dari susunan pipa. Sesuai dengan namanya, peluncuran roket juga memerlukan air sebagai media.

“Karena gak ada desain patokannya, untuk kelompok kami roketnya harus dikasih pemberat biar gak kalah sama angin waktu meluncur di udara,” terang Dafa, salah seorang peserta dari X MIPA 4. Ia juga menambahkan bahwa aspek lain yang harus diperhatikan agar roket dapat meluncur dengan baik yaitu pembuatan launcher dari pipa yang disusun menurut konsep aksi reaksi  agar pipa launcher dapat mengeluarkan air ke arah kiri dan menerbangkan roket ke arah kanan.

Penilaian kompetisi ini meliputi lama waktu roket di udara dan jarak maksimal yang ditempuh oleh roket dari terbang sampai jatuh. Para siswa sangat antusias membantu penilaian dengan cara mengukur jarak jatuhnya roket air dari titik peluncuran menggunakan meteran gulung. Selain itu, ada siswa yang bertugas menghitung waktu roket di udara.

“Harapannya siswa dapat memahami konsep Hukum Newton III tentang aksi reaksi dengan baik,” tutur Pak David. Pernyataan beliau senada dengan tujuan kompetisi ini, yaitu pengaplikasian materi tentang Hukum Newton yang sedang dipelajari oleh siswa kelas X.

Tidak semua peluncuran roket berjalan dengan mulus, ada beberapa roket yang gagal meluncur jauh dan ada pula yang tersangkut saat akan mendarat. Namun, dibalik itu semua, para peserta menjadi tahu dimana letak kesalahan mereka dalam menerapkan konsep Hukum Newton III, sehingga kedepannya mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Selain itu, Water Rocket Competition ini menguji kekompakan mereka dalam kelompok mulai dari pembuatan roket air dan perlengkapannya, hingga saat beradu di dalam kompetisi. (lrf/zul)

Tiga! Dua! Satu! Roket Meluncur!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *