Memperkenalkan Budaya Bersama Satradhirsa

Kamis (26/04) SMA Negeri 10 Malang mengadakan Apresiasi Seni Satradhirsa (ASS) atau biasa disebut Pagelaran Seni. Apresiasi Seni Satradhirsa diadakan pada tanggal 26 April – 28 April 2018 selama 3 hari yaitu Kamis, Jum’at, dan Sabtu yang diadakan di Aula Universitas Negeri Malang Gedung 2 (PGSD). Pada hari pertama acara Apresiasi Seni Satradhirsa diadakan empat lomba tingkat SMP/MTs sederajat yaitu Lomba Menggambar, Tari Kreasi, Vokal, dan Patrol.

Foto 1

            Sebelum memulai kegiatan Apresiasi Seni Satradhirsa, kegiatan diawali dengan sambutan dari Bapak David selaku waka kesiswaan SMA Negeri 10 Malang dan dilanjutkan dengan melihat profil sekolah SMA Negeri 10 Malang. Setelah itu, ada penampilan khusus dari perwakilan ekskul tari SMA Negeri 10 Malang yaitu Aisyah dari kelas 10, yang membawakan Tari Topeng Malangan.

Foto 2

            Setelah pembukaan selesai acara dilanjutkan dengan lomba Patrol yang diikuti oleh 2 Tim, lomba Vokal yang diikuti oleh 6 peserta, lomba Tari Kreasi yang diikuti oleh 11 peserta, dan lomba Menggambar yang diikuti oleh 5 peserta. Setelah semua lomba selesai, kegiatan hari pertama diakhiri dengan pengumuman pemenang sekaligus penutupan acara.

Foto 3

            Pelaksanaan Apresiasi Seni Satradhirsa (ASS) pada hari kedua (27/2) tetap berjalan meriah. Jika kemarin hanya berisikan lomba-lomba untuk siswa SMP/MTs sederajat, namun jika hari ini dan besok ASS akan menampilkan penampilan dari kelas X dan juga kelas XI. Diawali kelas X MIPA 5 dan diakhiri dengan penampilan kelas XI MIPA E. Mereka menampilkan sebuah karya yang begitu unik dan mampu membuat para penonton terhibur.

Foto 4

            “Kita latihan sekitar 1 bulan gitu, tapi yang bener-bener serius baru 1 minggu sebelum acara,” ujar Reynold, salah satu siswa yang mengisi acara ASS. Baginya hal tersulit saat menyiapkan penampilan ini adalah sewaktu menentukan tema apa yang akan dibawakan, karena adanya perbedaaan pendapat antar anggota. Namun, hal itu tidak sia-sia karena ia mampu menampilkan penampilan terbaik dan terbukti dengan tepuk tangan yang meriah dari para penonton. “Awalnya emang grogi, tapi kalo udah tampil ya lega gitu,” tambahnya. Demam panggung adalah hal yang lumrah bagi kebanyakan orang, tapi ia sangat bangga dapat turut serta dalam  memeriahkan Apresiasi Seni Satradhirsa.

Foto 5

                Sabtu ini (28/04) adalah hari terakhir dari kegiatan Apresiasi Seni Satradhirsa (ASS) tahun 2018. ASS sendiri adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh SMA Negeri 10 Malang dalam rangka mengapresiasi karya seni milik siswa-siswinya. ASS tidak hanya berupa pameran karya seni lukis, kerajinan membatik maupun seni foto, namun ada juga berbagai penampilan seni musik dari antarkelas X dan pertunjukan drama tradisional yang ditampilkan oleh antarkelas XI. Selain itu, di luar aula UM kelas X membuka berbagai macam bazar makanan dan minuman. Bazar diadakan guna menambah kreatifitas dan kekompakan antarkelas.

Foto 6

    Banyak pesan dan kesan positif selama adanya kegiatan ASS. “Dengan adanya kegiatan ini (ASS), kita bisa belajar untuk melestarikan budaya bangsa, salah satu contohnya dengan tetap menyanyikan lagu nasional maupun daerah,”  kata Rasya Surya, salah satu siswa kelas X pengisi seni musik di kegiatan ASS. “Menarik. Selain menghibur, kita jadi dapat banyak wawasan tentang seni dan budaya Indonesia di sini,” ujar Dhenta Bagus, siswa kelas XII SMA Negeri 10 Malang yang datang menjadi pengunjung. Terus lestarikan seni dan budaya, semangat Satradhirsa!.(aka/gep/nra)

Kunjungan SMA Putra Bangsa Depok

(5/5) Meski datang terlambat lebih dari 2 jam lamanya, rombongan kunjungan studi banding dari SMA Putra Bangsa – Depok – Jawa Barat tiba di SMAN 10 Malang sekitar pukul 10.00, rombongan terdiri dari 118 siswa dan 20 orang guru turut hadir pula Kepala Sekolah SMA Putra Bangsa beserta semua Wakil Kepala Sekolah.

Foto 1

Tamu kunjungan langsung disambut oleh sebagian besar Bapak/Ibu guru SMA 10 Malang dan tentunya Ibu Kepala Sekolah Dr. Husnul Chotimah, M.Pd beserta tim pemandu siswa, para tamu tersebut langsung diajak ke lapangan untuk menyaksikan tarian selamat datang yang dipersembahkan oleh anak-anak tim Art Smandasa, penampilan tarian selamat datang itu adalah bagian dari acara TEN (Togetherness Noon) yang sengaja digelar oleh pengurus OSIS dan MPK yang salah satu agendanya adalah pemilihan Putra dan Putri Smandasa.

Foto 2

Seusai menyaksikan secara langsung penampilan tarian selamat datang di atas panggung, sekian ratus tamu diajak memasuki ruang aula sekolah untuk menerima sambutan selamat datang dari Ibu Kepala Sekolah dan Bapak/Ibu guru lainnya. Tidak hanya itu Ibu Kepala Sekolah juga langsung mempresentasikan tentang profil SMAN 10 Malang diakhiri dengan beberapa pertanyaan dari perwakilan SMA Putra Bangsa tentang program kerja sekolah.

Foto 3

Serah terima souvenir dari SMAN 10 Malang dan SMA Putra Bangsa sebagai tanda mengakhiri kunjungan studi banding dan dilanjutkan school touring yang dipandu oleh Bapak/Ibu guru dan seluruh tim pemandu siswa selama kurang lebih 1 jam lamanya sambil menikmati berbagai penampilan dari rangkaian acara TEN di lapangan sekolah.

Eloknya Pemandangan Sore

Sore ini (28/3) tidak seperti sore-sore biasanya. Ekskul Fotografi mendapat tugas untuk memotret satu objek bebas dengan menggunakan lensa binokuler. Hal ini merupakan tantangan baru bagi anggota ekskul.

Sore

Marcella Eva Josephine, salah satu siswi ekskul fotografi, memilih objek pemandangan di sore hari. Menurutnya, suasana di sore hari terlihat sangat menarik untuk dijadikan sebuah objek foto. “Suasana di sore hari ini nggak akan terulang dua kali, jadi sayang sekali kalau harus dilewatkan untuk sebuah objek foto,” kata cewek kelas X ini sambil tersenyum. (gep)

Jurnalis : Geia Pratita Adiarti

Fotografer : Marcella Eva Josephine

Percobaan Roket Air

(28/03) Siswa kelas X MIPA 2 tengah melakukan percobaan pada pelajaran Fisika. Mereka diharuskan melakukan percobaan roket air. Di dalam percobaan ini, salah satu siswa akan memompa roket tersebut dan jika tekanan udaranya sudah penuh, roket dapat meluncur.

Percobaan Roket Air

      “Percobaan ini sebenarnya buat latihan soalnya besok kita ada penilaian percobaan roket air. Jadi kita latihan dulu”, ujar Vinda salah satu siswa kelas X MIPA 2 yang melakukan percobaan. Menurutnya, pada awalnya memang terbilang cukup sulit karena roket air yang sering bocor. Namun lama kelamaan, mereka menjadi tahu teknik apa yang dilakukan agar roket air dapat meluncur dengan baik.(nra)

Jurnalis : Namira Rizky Annisa

Fotografer : Gita Sari Agape Soebijakto

Penggolongan Sampah

Sampah adalah masalah serius pada era global warming yang semakin genting. Banyak orang-orang yang kurang mempedulikan sampah, sehingga budaya membuang sampah pada tempatnya mulai ditinggalkan secara perlahan. Dampak yang disebabkan oleh sampah pun tidak main-main dan dapat menyebabkan korban jiwa, contohnya banjir besar yang sering terjadi pada musim hujan. Maka dari itu, budaya membuang sampah pada tempatnya harus diterapkan kembali agar tidak memperparah kondisi lingkungan kita yang sudah rusak.

Sampah

Membuang sampah pun juga harus diperhatikan sesuai golongannya. Banyak organisasi pemerhati lingkungan yang melakukan penyuluhan agar masyarakat dapat meningkatkan awareness mereka terhadap penggolongan jenis sampah. “Penggolongan sampah itu perlu, karena sampah-sampah itu bisa digunakan lagi,” ujar Auliyaur Rohman, X MIPA 4 ketika ditanyai pada Rabu sore (28/3). Keuntungan dari memisahkan sampah sesuai golongannya juga bermacam-macam. Contohnya, sampah kering dapat didaur ulang menjadi barang baru seperti souvenir bahkan kertas, dan sampah basah dapat didaur ulang menjadi pupuk untuk kepentingan pertanian. (tiy)

Jurnalis : Aliffathi Pratia Catalysta

Fotografer : Dhania Tami Wijaya

Mulai Lestarikan Kembali Budaya Jawa

Senin ini (19/3), Smandasa kembali mengadakan apel pagi yang hanya diikuti oleh siswa kelas X dan XI karena kelas XII sedang melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Apel diadakan di lapangan upacara dengan Bapak Rachmad Hidayat, S.Ag sebagai pembina apelnya. Beliau memberikan cukup banyak nasehat serta pesan untuk siswa kelas X dan XI pada saat penyampaian amanat.

Apel Pagi, 19 - 3 - 2018

Pada apel kali ini Bapak Rachmad kembali mengingatkan tentang pentingnya kedisiplinan, pembangunan akhlak dan karakter. Beliau juga menyampaikan bahwa ‘unggah-ungguh’ serta sikap ‘andhap asor’ diperlukan untuk dapat membangun karakter yang baik bagi setiap siswa. “Alangkah baiknya kalau kita juga melestarikan budaya Jawa dengan menggunakan boso kromo inggil dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu bisa menjadi bentuk pembinaan karakter dan ciri khas dari SMAN 10 Malang,” ujar beliau. Wah, pasti menyenangkan sekali dapat belajar bahasa daerah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. (gep)