Persiapan Pagelaran Seni Tahunan

Pada tanggal 20 April mendatang, siswa kelas 11 SMAN 10 Malang akan menunjukan kreativitas mereka dalam acara tahunannya yaitu sebuah pertunjukan pagelaran seni. Tema dari pagelaran ini adalah “Legenda”.

Foto 1

Setiap kelas memiliki konsep yang berbeda-beda. Salah satunya kelas XI MIPA 3, mereka memilih sebuah cerita tentang Legenda Danau Kelimutu. Dalam persiapannya, mereka memanfaatkan waktu istirahat dan waktu libur mereka untuk latihan. Selama latihan, tidak sepenuhnya lancar. Terkadang ada saja halangan untuk melakukannya. Namun, mereka masih memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mempersembahkan yang terbaik untuk pagelaran ini. Dalam sehari, mereka bisa memakan waktu 5-6 jam untuk latihan.

Foto 2

“Dengan begitu, kelas saya menjadi semakin kompak. Kegiatan ini juga dapat menambah pengetahuan kita tentang legenda yang ada di Indonesia. Saya berharap semoga pihak SMAN 10 dapat menambah acara seperti ini agar kita tidak stres ketika bersekolah, terima kasih”, ujar Eylin salah satu siswi kelas 11.

Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan dapat menghibur serta dapat menambah wawasan kita tentang legenda Indonesia.(mis)

Mengintip Pelaksanaan USBN di SMAN 10 Malang

SMAN 10 Malang kini melaksanakan USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional) menggunakan komputer, atau yang biasa disebut USBNK. USBNK tahun ini diikuti seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 304 siswa. USBN dilaksanakan pada 4 hingga 19 Maret 2019, terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pagi hari pukul 07.00-09.15 WIB, sedangkan sesi kedua pukul 09.15-11.00 WIB.

USBN 2019

Sekolah menyediakan 4 ruang untuk pelaksanaan ujian tersebut, yakni 2 Laboratorium Komputer, 1 ruang kelas Laboratorium IPS, dan 1 ruang Laboratorium Bahasa.

Saat USBN berlangsung, kondisinya sangat kondusif. Peserta mengerjakan soal-soal dengan teliti dan fokus untuk memilih jawaban yang tepat dan benar. Siswa kelas akhir, harus sungguh-sungguh mengerjakan soal dengan teliti, karena nilai ini akan tertera di ijazah yang bermanfaat untuk kariernya setelah menyelesaikan sekolah. (ran)

Pramuka : Juara 2 Putra FWKKP 2019

Senin (4/03) M. Nur Avianto atau yang kerap disapa Avan mengikuti lomba dalam rangka kegiatan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka (FWKKP) 2019 yang berlokasi di Kabupaten Blitar. Lomba cerdas cermat yang diikuti oleh siswa kelas 11 ini memiliki sistem seperti rangking 1 dan materi yang diujikan tentang kepramukaan. Tentunya tidak mudah bagi Avan untuk memperoleh juara, “Yang dipersiapkan sebelum lomba ya belajar, setiap sore belajar tentang materi kepramukaan dari aplikasi buatan Kak Heri yang merupakan pembina kami saat FWKKP,” kata Avan

Juara Pramuka FWKKP 2019

Avan memiliki motivasi yaitu ingin memberikan sesuatu untuk SMAN 10 Malang, “Waktu ditempat lomba aku deg-degan banget apalagi baru soal pertama saja sudah banyak yang gugur, jadi aku terus berdoa dan sholawatan,” ujar siswa kelas 11 MIPA 5 ini. Tak hanya ingin membanggakan sekolah saja, Avan juga ingin menginspirasi para junior dan teman-teman pramuka yang lain agar mereka bisa terpacu semangat berkompetisinya. (dma)

Perekaman e-KTP di SMAN 10 Malang

Perekaman e-KTP program pemkot Malang dalam mempermudah akses pembuatan e-KTP, jadi SMAN 10 Malang itu masuk dalam salah satu sekolah yang dituju oleh Pemkot Malang dari 15 sekolah menengah di Kota Malang. Wakil Walikota juga hadir dalam perekaman e-KTP di SMAN 10 Malang kali ini.

Foto 1

Dengan adanya program ini akan membantu siswa untuk membuat e-KTP, karena e-KTP harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia yang sudah berumur 17 tahun. Ada syarat untuk mengikuti program ini yaitu, yang ikut mendaftar siswa berumur 17 tahun ditanggal 17 April 2019, selebihnya tidak diperbolehkan untuk mengikuti. Siswa yang mengikuti harus mengumpulkan fotocopy akte kelahiran dan kartu keluarga, masing-masing 1 lembar sebelum tanggal 18 Februari untuk segera didata.

Foto 2

Selasa(19/02) diadakan pemotretan bagi siswa yang akan membuat e-KTP di ruang multimedia. Siswa memakai baju khas SMAN 10 Malang atau seragam ketarunaan lengkap. Menurut Namira siswi kelas 11 IPS 3 mengenai pembuatan e-KTP,”Bagus banget apalagi kita kan jadi ga perlu susah-susah ngurus e-KTP ke Kantor Dispenduk Kota Malang. Terus senang juga akhirnya punya e-KTP hehe.” Pada saat tanggal 19 Februari setelah difoto, e-KTP langsung jadi. Semoga program ini masih masih berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. (vir)

Juara 3 Kata Beregu Under – Senior Putra

 UJWALA CUP IV Tahun 2019

SMA Negeri 10 Malang kembali mendapatkan prestasi baru dalam bidang seni bela diri  karate oleh siswa yang bernama Meichel Rizaldo Wattimury Kelas XI IPS 1 dan M. Abror dari Kelas X MIPA 2. (19/01) Meichel berangkat menuju lokasi lomba yang berada di 502 Kostrad Jabung. Lomba dilaksanakan dalam dua hari yakni 1tanggal 19 s.d. 20 Januari dan dimulai pada jam 12.00 WIB. Meichel mendapatkan juara 3 yang pastinya tidak mudah didapatkan dengan mudah, ia memiliki tahap-tahap untuk meraih kemenangan yang diinginkan. “Yang pertama latihan rutin, latihan kedua tambahan setelah pulang sekolah, dan yang ketiga istirahat dan makan teratur, nggak lupa juga berdoa agar lancar kedepannya, tidak lupa juga dukungan dari  keluarga, bapak ibu guru, pelatih, dan teman-teman” ujar Meichel.

Kevin dan Abror

Supaya mendapatkan juara, Meichel memiliki motivasi tersendiri yaitu ingin mengharumkan nama almamater, bangsa dan negara, dan membahagiakan keluarga. “Perasaan mendapatkan juara, senang, soalnya perjuangan yang sudah dilalui nggak sia-sia” ujar Michel. Pastinya, ia  berharap ingin meraih juara 1 supaya membanggakan keluarga dan membawa baik nama SMA Negeri 10 Malang. Diharapkan juga, siswa-siswi SMA Negeri 10 Malang yang lain juga dapat menyusul memberikan prestasi dan membawa baik nama Sekolah.(ezy)

Mari Membuat Kari ala Jepang!

Kamis (14/02), jam pelajaran Bahasa dan Sastra Jepang di kelas X Bahasa kembali diisi dengan pengenalan budaya Jepang. Kali ini, budaya yang diperkenalkan adalah salah satu makanan yang populer di Jepang, yaitu kari Jepang atau kari (カレー karē). Kari sangat sering dikonsumsi oleh orang Jepang, hingga masuk peringkat ke-3 makanan terpopuler di Jepang. Menurut Ryo-sensei, NP (Nihongo Partner) yang bertugas di SMAN 10 Malang, Kari Jepang ini dapat dimakan dengan tiga cara, yaitu dengan gohan (nasi), dengan udon (sejenis mi yang tebal), atau dengan pan (roti).

Walaupun Kari adalah makanan yang populer di Jepang, ternyata Kari bukan makanan asli Jepang, melainkan makanan ini berasal dari Asia Selatan, terutama India yang kemudian menyebar di kawasan Asia dan Eropa. Kari khas Jepang telah beradaptasi dengan selera masyarakatnya, sehingga bisa menjadi kuliner populer sampai sekarang.

Praktik Masak Kari Jepang

Siswa-siswi kelas X Bahasa sangat antusias untuk memasak kari ini, sebab Kari Jepang sangat berbeda dengan kari yang ada di Indonesia. Tekstur kuahnya lebih kental, sehingga lebih mirip saus, isi Karinya juga beragam, ada wortel, kentang, bawang bombai, dan ayam. Untuk bumbunya, kali ini menggunakan curry block, semacam bumbu siap pakai berbentuk blok atau kotak. Cara memasakanya juga sangat mudah, sehingga siswa bisa memasaknya dengan baik, dan hasilnya juga sangat enak.

“Pelajarannya bisa membuat kita memahami budaya Jepang dan mengetahui salah satu makanan populer di Jepang dan dapat mencoba membuatnya secara bersamaan.” ujar Salma, salah satu siswi kelas X Bahasa.

Selain kelas X Bahasa, kelas-kelas yang mendapat pelajaran Bahasa dan Sastra Jepang juga mengadakan kegiatan yang sama. Pengenalan budaya ini tidak hanya bertujuan agar kita dapat membuka wawasan yang lebih luas akan budaya luar, tetapi juga mengingatkan kita kembali akan keindahan budaya apabila terus dipelihara dan dijaga bersama. (zul)

Upacara bersama Kasatlantas Polres Malang Kota di SMAN 10 Malang

(4/2) Sesuai rutinitas setiap hari Senin pada awal bulan, SMAN 10 Malang melaksanakan upacara bendera. Berbeda dengan upacara-upacara sebelumnya, pada kesempatan kali ini, Bapak Kasatlantas Polres Malang Kota selaku menjadi pembina upacara. Seperti biasa, upacara bendera dilakukan dengan petugas upacara dari ekstrakurikuler Paskibra.

Sambutan Kasatlantas Polres Malang Kota

Bapak Kasat selaku pembina upacara menyampaikan perihal ketertiban dalam berlalu lintas. Beliau berkata jika banyak terjadi kecelakaan lalu lintas akhir-akhir ini, kebanyakan kecelakaan tersebut terjadi pada usia remaja, terutama usia SMA. Oleh karena itu, kita dihimbau untuk berhati-hati dalam berkendara dan tidak menggunakan kendaraan bermotor sebelum memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi).

Upacara Bendera Hari Senin

“Sekarang ini, banyak terjadi kecelakaan di usia-usia kalian. Jadi, kalian yang belum punya SIM jangan naik motor dulu, mengantisipasi terjadinya kecelakaan.” Ujar beliau. (zul/lrf/ndr/ran/rza)