“Sehati Bersama Kepala Sekolah”

(31/1) Semua siswa kelas XII seusai hari terakhir Try Out 1 Ujian Nasional Tingkat Kota Malang,  mereka tidak mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasanya, akan tetapi mereka semua berkumpul di ruangan serbaguna untuk mendapatkan motivasi dari Kepala SMAN 10 Malang yang baru yakni Ibu Dr. Husnul Chotimah, M.Pd.

Foto 1

Pertemuan ini adalah kali pertama Ibu Husnul bertatap muka secara langsung dengan siswa kelas XII, tampak hadir pula seluruh Walikelas XII, Guru Bimbingan Konseling, Pak Nur Ali selaku Wakasek Kurikulum begitu juga dengan Pak David selaku Wakasek Kesiswaan.

Diawali dengan slide profil Ibu Husnul Chotimah sejak mengenyam bangku pendidikan hingga sekarang menjadi seorang Kepala Sekolah di SMAN 10 Malang. Pertemuan ini bernama “Program Sehati Bersama Kepala Sekolah” yang artinya bagaimana Kepala Sekolah bersinergi dengan seluruh siswa dan tentunya bersinergi dengan seluruh warga sekolah.

Foto 2

Ini dirasa sangat penting karena lebih-lebih kelas XII akan menempuh Ujian Nasional pada bulan April mendatang. Beliau selain memberikan cara belajar yang efektif juga menayangkan video profil tokoh besar dunia seperti pendiri “Aple” guna memberikan semangat kepada para siswa untuk berubah menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Sesekali Ibu Husnul memberikan kesempatan ke para siswa untuk bertanya tentang apapun itu yang berkaitan dengan belajar dan sekolah. Tentunya siapa yang bertanya dan siapa yang bisa menjawab pertanyaan dari Ibu Kepala Sekolah mendapat hadiah istimewa sebagai bentuk apresiasi Beliau kepada anak-anak.

Foto 3

Sesuai dengan nama pertemuan yakni “… Sehati …” Ibu Kepala Sekolah mengajak kepada seluruh siswa kelas XII untuk berkomitmen bersama akan satu hal yaitu kedisiplinan siswa karena itu modal dasar dalam membentuk karakter anak bangsa sebagai generasai milenial yang kini umum disebut-sebut dengan “Kids Jaman Now”. Jika berbicara tentang disiplin maka tidak terlepas dari “Reward & Punishment”yang kesemuanya itu akan kembali kepada diri masing-masing anak demi menyongsong masa depan yang lebih baik.

Foto 4

Ibu Husnul Chotimah mengutip pesan dari tokoh besar dunia yakni :

“Jika kamu lunak terhadap dirimu,

maka lingkungan akan keras terhadapmu,

Jika kamu keras terhadap dirimu,

Maka lingkungan akan lunak terhadapmu”.

… Imam Syafi’i …

Menjelang akhir pertemuan terbentuklah satgas terdiri dari 7 siswa yang bertanggungjawab demi kelancaran Sholat Jamaah Dzuhur di Masjid Manarul Islam. Tentunya ke tujuh anak tersebut mendapat hadiah dari Ibu Kepala Sekolah.

Selepas acara motivasi tersebut, beliau berfoto bersama dengan para siswa kelas XII sebagai wujud kebersamaan antara Kepala Sekolah bersama Siswa.(/red)

Kebanggaan Kepala Sekolah Baru

Hari Senin (22/01) siswa SMAN 10 Malang mengikuti upacara bendera dengan tertib dan jalannya upacara terbilang lancar. Namun, ada yang berbeda dengan upacara bendera kali ini. Pembina upacaranya adalah kepala sekolah baru yang juga ini merupakan kali pertama beliau bertemu dengan warga SMAN 10 Malang. Beliau adalah, Ibu Dr. Husnul Chotimah, M.Pd. Beliau merupakan mantan kepala sekolah dari SMKN 13 Malang. Jika ditanya mengenai kesan pertama terhadap SMAN 10 Malang, Ibu Husnul memiliki jawaban yang unik. “Saya bangga karena bisa di SMAN 10, menurut saya 10 itu artinya sempurna. Saya berharap SMAN 10 Malang dapat menjadi sekolah favorit minimal di Kota Malang,” ungkap beliau.

Penampilan Paskibra SMAN 10 Malang

            Ibu Husnul juga bercerita bahwa beliau sangat menyukai warna dari gedung SMAN 10 yang berwarna biru. Bukan karena beliau menyukai warna biru, akan tetapi baginya warna biru melambangkan langit, yang berarti beliau ingin seluruh siswa SMAN 10 Malang dapat bermimpi setinggi langit. Beliau juga menginginkan agar siswa SMAN 10 Malang keluar dari zona nyaman mereka. Contohnya, jika banyak siswa menginginkan menjadi dokter, beliau ingin agar siswa SMAN 10 Malang dapat menjadi pemilik dari rumah sakit. Dengan adanya pola pikir out of the box wawasan siswa akan bertambah serta inovasi dan kerasi siswa akan beragam, karena tidak hanya itu-itu saja yang mampu ia ciptakan.

Juara Lomba PBB Paskibra SMAN 10 Malang

            Seusai upacara bendera, dilanjutkan dengan penampilan Paskibra Smandasa yang sengaja ditampilkan khusus atas kemenangan mereka pada Kejuaraan Paskibra tingkat Provinsi yang dilaksanakan hari Sabtu (20/01). Penampilan mereka sungguh menakjubkan, sorak dan tepuk tangan meriah dari siswa SMAN 10 Malangterdengar keras. Paskibra Smandasa membawa pulang 4 Piala yaitu Juara Best Danton (Piala biasa dan Piala bergilir), Peringkat 4 (Tim A), Peringkat 5 (Tim B). Ibu Husnul berkata bahwa beliau sangat bangga karena pertama kalinya masuk SMAN 10 Malang beliau disambut dengan 4 Piala sekaligus.

“Sangat membanggakan, apalagi Paskibra sekolah ini sudah terkenal bagus, yang keren gak cuma bajunya aja, juga gerakan formasinya keren pokok is the best.” Ujar Rika salah satu peserta upacara saat itu. “Bagus, keren, kece, mengagumkan, mbois, pokok bagus nya plus-plus.” Ujar Lovieta yang saat itu juga mengikuti upacara. Siswa yang melihat penampilan Paskibra tersebut merasa bangga dengan Paskibra SMAN 10 Malang yang penampilannya sangat mengagumkan, dan membawa pulang 4 Piala sekaligus.(nra/aka)

Terima Kasih, Ibu Dwi Lestari

Jumat ini (19/01) mungkin menjadi hari Jumat yang mengejutkan bagi seluruh siswa SMAN 10 Malang. Kepala Sekolah kesayangan Satradhirsa, Ibu Dwi Lestari, mengumpulkan seluruh guru dan karyawan beserta seluruh siswa di lapangan untuk berpamitan. Beliau akan dipindahtugaskan menjadi kepala sekolah di SMKN 13 Malang karena perintah dari Pemprov Jawa Timur yang mengharuskan pergantian kepala sekolah.

Perpisahan Ibu Dwi Lestari

Ibu Dwi berpesan kepada seluruh warga SMAN 10 Malang agar tetap menjaga nama baik sekolah. Beliau juga berpesan kepada seluruh siswa agar tetap menaati peraturan yang ada di sekolah. Bukan berarti dengan bergantinya kepala sekolah SMAN 10 Malang, semua peraturan yang telah ada dapat dilanggar. “Walaupun saya sudah tidak menjadi kepala sekolah di SMAN 10 Malang tapi kita harus tetap menjaga silaturahmi dengan baik ya, anak-anak. Kalau ketemu sama saya di jalan jangan takut untuk menyapa saya. Saya ndak gigit kok,” kata beliau sambil tersenyum. Ibu Dwi berharap, semoga untuk kedepannya SMAN 10 Malang dapat menjadi sekolah yang lebih baik lagi. Terima kasih banyak untuk semua pengalaman dan pelajaran yang telah diberikan selama berada di sekolah ini, bu. (gep)

Serah Terima Jabatan Kepala SMAN 10 Malang

Selamat Jalan Ibu Dwi Lestari, Selamat Datang Ibu Husnul Chotimah

 

(18/1) Hujan deras tengah hari mengiringi acara pelaksanaan serah terima jabatan Kepala SMAN 10 Malang yang berlangsung di ruang serbaguna, tampak hadir seluruh guru dan karyawan SMAN 10 Malang dan beberapa perwakilan guru/karyawan SMKN 13 Malang yang mengantar Ibu Husnul Chotimah ke tempat barunya yakni menjabat Kepala SMAN 10 Malang.

Jabatan kepala sekolah diserahterimakan dari Ibu Dra. Dwi Lestari, MM kepada Ibu Dr. Husnul Chotimah, M.Pd yang sebelumnya menjabat Kepala SMKN 13 Malang. Acara ini juga mengundang seluruh Kepala SMA Negeri di Kota Malang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Ibu Dra. Zubaidah, MM, Pengawas SMAN 10 Malang Ibu Dr. Ninik Kristiani, M.Pd. Ketua Komite SMAN 10 Malang Bapak Drs. Ami Darmawan, M.Pd. dan tentunya juga hadir Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu Bapak Drs. Adi Prajitno, MM.

Namun, sebelum acara sertijab tersebut berlangsung, ada rangkaian acara pendahuluan, diawali dengan sambutan perpisahan oleh Kepala SMAN 10 Malang Ibu Dra. Dwi Lestari, MM. dan dilanjutkan sambutan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bapak Adi Prajitno. Masa jabatan Ibu Dwi Lestari di SMAN 10 Malang tidak berlangsung lama hanya kurang lebih 10 bulan bertugas, akan tetapi karena tugas dari Provinsi Jawa Timur harus ke tempat baru yakni bertugas sebagai Kepala SMKN 13 Malang.

Serarh Terima Jabatan Kepala SMAN 10 Malang

Pak Yunus, guru Matematika SMAN 10 Malang sebagai perwakilan membacakan sebuah puisi dengan bait-bait yang diawali dengan inisial dari nama “DWI LESTARI”, sudah barang pasti dibawakan dengan kocak sehingga gelak tawa yang hadir mengisi ruang serbaguna ini.

Dalam rangkaian acara sertijab ini juga berlangsung penandatanganan prasasti peresmian 2 gedung kelas baru yaitu gedung kelas baru yang berasal dari Dana Alokasi Khusus Provinsi Jawa Timur yang ditandatangani oleh Ibu Dwi Lestari dan Bapak Adi Prajitno, dan gedung kelas baru yang berasal dari Sumbangan Orang Tua Siswa kelas X Tahun Pelajaran 2017/2018 dan Tahun Pelajaran 2018/2019 ditandatangani oleh Ibu Dwi Lestari beserta Ketua Komite SMAN 10 Malang Bapak Drs. Ami Darmawan, M.Pd.

Seusai itu barulah penandatangan berita acara serah terima jabatan Kepala SMAN 10 Malang dari Dra. Dwi Lestari, MM kepada Dr. Husnul Chotimah, M.Pd yang ditandatangani juga oleh Pengawas SMAN 10 Malang dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu.

Berlanjut dengan sambutan Kepala Sekolah yang baru Ibu Husnul Chotimah dengan visi membawa “perubahan”.

Rangkaian acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut diakhiri dengan Do’a yang dipimpin Bapak H. Soegianto dan ramah tamah.

“… Jaya SMANDASA …”

Visitasi SKS di SMAN 10 Malang

(18/1) Kesuksesan pelaksanaan Satuan Kredit Semester atau yang lebih dikenal dengan SKS di SMAN 10 Malang salah satunya dengan dengan adanya kegiatan Visitasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini Bapak Drs. Johan Edy Prastiwo, M.Pd yang ditugasi sebagai petugas Visitasi di SMAN 10 Malang. Beliau sehari-hari menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Kota Blitar.

Visitasi ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan SKS di sekolah, unsur penilaian mulai dari Administrasi Pembelajaran, Kebijakan Sekolah, Pendamping Akademik, hingga praktik atau implementasi SKS di sekolah. Tidak hanya berhenti di situ saja unsur penilaiannya, dari pihak orang tua siswa dan bahkan Komite Sekolah juga turut diwawancarai oleh Pak Johan.

Visitasi SKS di SMAN 10 Malang

Tepat pukul 07.30 WIB di ruang Lab. Geografi acara dibuka oleh Ibu Kepala Sekolah Dra. Dwi Lestari, MM, Pak Johan mengawali dengan pemaparan proses Visitasi di SMAN 10 Malang dari Pembukaan hingga Penutupan. Kegiatan Visitasi oleh Pak Johan dimulai dari wawancara dan melihat secara langsung proses belajar mengajar di kelas. Satu kelas X MIPA dan satu kelas X IPS diambil sample tentang implementasi SKS (UKBM) dengan didampingi oleh Pak David, Pak Nur Ali dan Bu Ellen.

Visitasi SKS ini secara langsung tidak ada hubungannya dengan Akreditasi Sekolah maupuan standar penilaian sekolah lainnya. Ini adalah murni kontrol program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI. Kurang lebih lewat tengah hari, visitasi di SMAN 10 Malang sudah berakhir. Dalam acara penutupan, Pak Johan selaku petugas Visitasi menyampaikan bahwa hasil penilaian ini nantinya akan dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, apakah sekolah ini akan mendapatkan nilai A, B, atau bahkan C itu adalah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi bukan wewenang petugas Visitasi.

Selamat Datang, Tim Baru!

Foto 1

MALANG— (14/1) Minggu pagi, Galeri TEY (Toyota Eco Youth) SMAN 10 Malang disibukkan oleh calon-calon pemandu masa bakti 2017/2018 yang sedang mengikuti serangkaian acara pendidikan dan latihan. Acara ini dipandu oleh Bapak Yudi Fahmin sebagai pembina, dan sekitar 60 siswa sebagai peserta. Selain calon pemandu, pendidikan dan latihan ini didatangi oleh pemandu masa bakti 2016/2017. Mereka di sini berperan untuk mengarahkan calon-calon pemandu tentang tata cara memandu tamu yang baik.

 Foto 2

Acara dimulai pukul tujuh pagi. Tentunya, didahului dengan doa dan sambutan dari Ketua Tim Marketing and Communication masa bakti 2016/2017 yaitu Durriyya Tsabitah, acara ini dilanjutkan oleh materi-materi dasar guiding yang diberikan oleh Bapak Yudi Fahmin. Peserta terlihat antusias mengikuti acara, sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. Setelah pemberian materi guiding, acara dilanjutkan dengan materi praktek. Calon-calon pemandu diajak school touring dan simulasi menyambut tamu didampingi dengan Pemandu masa bakti 2016/2017.

 Foto 3

Pendidikan dan Latihan Pemandu Masa Bakti 2017/2018 ini dibarengi dengan pelantikan susunan pengurus Marketing & Communication Masa Bakti 2017/2018. Kali ini, Gadiz Lieberty menggantikan posisi Durriyya Tsabitah sebagai Ketua. “Semoga Tim Marcomm masa bakti 2017/2018 bisa melanjutkan proker-proker tim sebelumnya yang belum terlaksana, jadi tim yang baik dan solid, dan terus menghasilkan karya-karya yang terbaik buat SMAN 10 Malang,” ujar Durriyya Tsabitah ketika ditanyai pesan kedepannya untuk tim baru. Tepuk tangan meriah mengisi Galeri TEY pada siang itu. Di akhir, Sang Ketua Baru memberi ucapan terima kasih dengan semangat. Pendidikan dan latihan ini berjalan dengan cukup meriah, dan diharapkan dapat meninggalkan kesan baik bagi peserta.(tiy)

Kebersamaan Mengalahkan Segalanya

Paskibra SMAN 10 Malang

Lapangan basket SMAN 10 Malang terlihat berbeda dari hari biasa. Pasalnya di hari Minggu (14/01) lapangan basket tersebut dipenuhi oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang tengah melaksanakan apel pembukaan. Agenda yang akan dilakukan dalam rangka penempuhan untuk mendapatkan bed paskibra. Hal ini sudah menjadi agenda tahunan yang selalu dilaksanakan. Peserta yang berjumlah 45 orang ini bersama-sama melakukan runtutan kegiatan tanpa terkecuali, karena jika satu saja tidak mengikuti kegiatan ini maka akan percuma bagi anggota lainnya. Dengan kata lain, kegiatan ini bersifat wajib untuk diikuti.

Foto 1

Setelah mengikuti apel pembukaan, dilanjutkan dengan jalan jauh yang nantinya di sana akan ada tiga pos yang telah disiapkan. Di setiap pos yang ada, terdapat tantangan atau permainan yang menguji ketelitian, kekompakan, dan kerjasama. Hal itu dikarenakan di tantangan tersebut kita harus mencari benda-benda yang memiliki arti khusus. Contohnya, segitiga dari kayu yang melambangkan tiga pilar kepemimpinan. Dalam mencari benda tersebut tidaklah mudah, disini ketelitian dan kerjasama dalam mencari benda tersebut diuji. Setelah melakukan tantangan tersebut, maka peserta akan ditanya tentang hikmah apa dari tantangan yang telah diberikan. Tidak sampai disitu, setelah melalukan berbagai tantangan yang ada, dilanjutkan dengan berjalan di sungai. Di sungai itu juga rasa kekeluargaan diuji. Mereka saling berpegangan tangan satu sama lain danberjalan berdekatan agar semuanya saling menjaga. Setelah melewati sungai, dilanjut dengan jalan kembali ke SMAN 10 Malang.

Foto 2

“Bagi anak paskibra pastinya sangat senang dan bangga, karena kami bisa mendapatkan badge yang tidak dimiliki anak selain anak paskibra. Hal ini juga pastinya menambah amanah yang diberikan ke kami,” Ujar Cintia, salah satu anggota paskibra. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anggota paskibra, karena di sini mereka dapat banyak pelajaran yang dapat diambil. Mulai dari kerjasama, ketelitian, kekompakan, hingga rasa kekeluargaan.(nra)