Ashley – Best Catwalk : Torehkan Prestasi Tiada Henti

Best Catwalk 1

Hari Sabtu (17/11) SMAN 10 Malang kembali menorehkan prestasi dalam dunia modelling. Kali ini, salah seorang siswi SMAN 10 Malang, Ashley Kusuma berhasil memenangkan Active Series La Tulipe Alpha Girls 2018 dalam kategori Best Catwalk. Setelah mampu lolos hingga 20 besar, ia dapat membuktikan bahwa mampu menjadi pemenangnya.

Best Catwalk 3

Pada awalnya, gadis yang menjadi Ikon Malang Fashion Runaway ini sempat ragu dapat menjadi Best Catwalk. Menurutnya, dari ke-20 finalis Active Series La Tulipe Alpha Girls 2018 ini banyak yang memang berbakat dalam catwalk. “Seneng bamget gitu, kan kalo dilihat-lihat banyak yang catwalknya bagus,” tutur Ashley Kusuma.

Best Catwalk 4

Saat ditanya perihal tahun ini adalah tahun terakhirnya di SMAN 10 Malang, ia mengungkapkan bahwa ini adalah event terakhirnya di kelas XII. Bukan karena ia sudah bosan terhadap dunia modelling, namun gadis yang pernah menjadi cover majalah Gadis Sampul 2016 ini ingin lebih fokus terhadap Ujian Nasional dan tes untuk masuk ke universitas. “Iya, aku mau stop model dulu. Mau fokus sama sekolah,” tambahnya. Ia juga menuturkan bahwa saat menjadi mahasiswi nanti, Ikon Singulart Trend Fashion 2018 ini akan kembali ke dunia modelling.(nra)

Juara 2 Lomba Bercerita Sejarah

Jum’at (09/11) telah diselenggarakan Lomba Bercerita Sejarah di Gedung Universitas Wisnuwardhana Malang lantai F2dalam rangka Memperingati Hari Pahlawan, 10 November. Sebelum dilaksanakannya lomba tersebut, seluruh peserta diminta untuk hadir dalam Technical Meeting yang diadakan hari Kamis (08/11), sehari sebelum lomba dilaksanakan. Ada sekitar 18 siswa maupun siswi dari berbagai sekolah yang hadir pada saat Technical Meeting.

“Saya duduk sendiri, di kursi paling depan. ” ujar Feby.

“Saya melihat semua peserta didampingi oleh Bapak/Ibu guru mereka saat Technical Meeting. Saat lombapun juga sama, peserta yang hadir bertambah menjadi 23 peserta, dengan bertemankan Bapak/Ibu guru mereka tentu saja.” tambah Feby menjelaskan.

Tepat pukul 08.00 WIB, Lomba Bercerita Sejarahpun dilaksankan. Feby mendapat nomor undian 5, namun ia dipanggil dengan urutan ke-tiga karena ada dua peserta yang didiskualifikasi.

Juara 2 Lomba Bercerita Sejarah

“Nyali saya hampir surut ketika melihat sekeliling saya. Bagaimana tidak, semua pendamping peserta sibuk mempersiapkan kostum, make up, dan properti anak didiknya, sedangkan saya hanya bisa duduk termangu sambil sesekali melihat teks yang telah saya susun sedemikian rupa. Rasanya ingin pulang saja. Tapi tidak, saya tidak bisa pulang dengan tangan kosong, saya sudah menabung dan mengurus surat dispen demi perlombaan ini, saya ingin setidaknya dapat pulang dengan membawa pengalaman.” tutur Feby penuh sesak setiap kali mengingatnya.

Tepat pukul 13.00 WIB, setelah ishoma, hasil penjurianpun dibacakan, dimulai dari pemenang harapan 3 sampai 1. Feby mulai surut nyali, sebab ia tak mendengar namanya disebut sebagai pemenang juara harapan. Feby tidak bisa berharap lebih sebab dia berfikir bahwa penampilannya akan kalah dibandingkan dengan peserta lain yang tertolong oleh properti dan persiapan matang. Saat juara 3 dibacakan Feby mulai pasrah, sudah tidak mungkin lagi baginya untuk meraih juara.

“Daftar-daftar sendiri, bayar-bayar sendiri, technical meetingpun sendiri, cari kostum, make up, semuanya serba sendiri. Menangispun, saya akan menangis sendiri.” ucap Feby dalam hati, kala itu. Feby bangkit dari kursinya, ia hendak pergi meninggalkan ruangan tersebut saat MC membacakan peserta yang meraih juara 2. Disebutlah oleh MC tersebut,

“Juara 2 diraih oleh nomor urut 5″ Tepuk tangan seluruh hadirin begitu membahana, semua orang berdiri, memandang ke arah Feby. Feby tersadar, semua orang menghafal nomor yang dikenakan oleh Feby. Feby masih bisa mendengar tepuk tangan meriah yang bahkan tak semeriah tepuk tangan yang dipersembahkan untuk peserta yang meraih Juara 1. Feby beranjak menuju podium, didapatinya jabat tangan, sanjungan, dan pelukan.(feby)

Kunjungan Nihongo Partner

Welcome to SMA Negeri 10 Malang!—Hari Rabu (21/11) SMA Negeri 10 Malang kedatangan tamu-tamu spesial dari mancanegara. Tamu-tamu ini merupakan perwakilan dari Japan Foundation berkaitan dengan keterlibatan SMA Negeri 10 Malang dalam program-programnya. Salah satunya adalah “Nihongo Partners”, program kunjungan nihon-jin (orang Jepang) untuk ikut berpartisipasi mengajar di SMA Negeri 10 Malang dalam kurun waktu satu tahun.

Masak Okonomiyaki

Sayangnya, program ini akan berakhir pada tahun 2019. Namun, karena dinilai program ini mencapai banyak keberhasilan, maka pihak Japan Foundation dari Jepang maupun Indonesia berniat untuk memperpanjang program ini. Oleh karena itu, kunjungan ke SMA Negeri 10 Malang ini bertujuan untuk dokumentasi laporan kegiatan dan pengajuan perpanjangan program “Nihongo Partners”.

Foto Dokumentasi Tim Nihongo Partner

Kelas masak Jepang menjadi kegiatan yang didokumentasi untuk laporan tersebut. Pada kegiatan ini siswa-siswi kelas XII IPS 1 berkesempatan untuk mencoba memasak menu khas Jepang, okonomiyaki. Para siswa sudah terbagi dalam kelompok-kelompok dan masing-masing harus sudah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

Prosedur memasak akan dijelaskan oleh guru Bahasa Jepang SMA Negeri 10 Malang, Dhevi sensei dan nihon partner, Ryo sensei. Masak-memasak berjalan dengan seru dan menyenangkan. Setiap kelompok menyajikan menu terbaik mereka, baik dari rasa maupun garnish.

Foto Kunjungan Nihongo Partner

Para perwakilan dari Japan Foundation pun menikmati kegiatan ini. Para siswa dan mereka banyak berbagi tawa, perbedaan bahasa bukan jadi penghalang. Kegiatan berakhir dengan foto-foto bersama dan berbagai okonomiyaki. (gadiz)

Okonomiyaki? Oishikatta desu!

Pernah dengar tentang makanan bernama okonomiyaki? Yap, makanan khas Jepang yang berbahan dasar tepung terigu dan sayuran ini tentunya sangat diminati oleh berbagai kalangan. For your information, ternyata nama makanan ini memiliki arti yang unik, lho. Dalam bahasa Jepang okonomi berarti “suka-suka” (yang disuka, yang diinginkan) dan yaki berarti “panggang”.

Foto 1

Senin (19/11) siswa kelas XII MIPA C SMAN 10 Malang belajar memasak okonomiyaki bersama Bu Dhevi, Ryo Sensei, dan Mika Sensei. Awalnya para siswa dijelaskan tentang apa itu okonomiyaki serta jenis-jenisnya dan berbagai macam cita rasa okonomiyaki yang berbeda antar jenis satu dengan yang lainnya. “Dalam rangka belajar budaya Jepang dan mengisi waktu agar tidak bosan, kami diajarkan memasak okonomiyaki. Kami jadi tahu seperti apa makanan khas orang Jepang, dan berbagai cita rasanya,” ujar Kak Jihan Radha, siswa kelas XII MIPA C ini.

Foto 2

Setelah dijelaskan sekilas tentang okonomiyaki, para siswa ini diajak untuk memasak okonomiyaki bersama-sama. Step-step dalam memasak okonomiyaki ternyata banyak banget lho, guys. “Kalo step paling favoriteku itu ketika membalik okonomiyaki, sulit banget,” kata Kak Jihan. Keseruan memasak makanan khas Negeri Sakura ini belum selesai, setelah bergelut dengan alat-alat masak kini saatnya mereka untuk menunjukkan kreatifitas dalam hal penataan garnish okonomiyaki. Hmm, tidak lengkap rasanya kalau hanya memasak saja tanpa icip-icip masakan mereka. Yap, kegiatan pembelajaran budaya Jepang ini ditutup dengan makan bersama okonomiyaki buatan masing-masing, seru banget ya! (dma)

Apel Pagi Semangat Pagi

Senin (19/11) kali ini dilaksanakan apel pagi di lapangan SMAN 10 Malang. Apel berjalan dengan khidmat seperti apel pada biasanya. Bapak Nur Ali sebagai Pembina Apel kali ini dalam amanatnya menyampaikan tentang beberapa rangkaian kegiatan pada akhir semester 1.

Foto 1

Pertama adalah Penilaian Akhir Semester (PAS) yang akan dilaksanakan 9 hari dari tanggal 26 November sampai 5 Desember 2018. Pelaksanaan PAS ini adalah salah satu kegiatan wajib yang dilakukan oleh SMAN 10 Malang juga sekolah-sekolah lain sebagai evaluasi terhadap pemahaman siswa tentang materi yang telah diterima selama 1 semester bersekolah.

Pengumuman kedua adalah tentang Try Out Sekolah yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-7 Desember 2018. Pengumuman ini ditujukan untuk kelas 12 yang akan melaksanakan Ujian Nasional tahun depan. Pelaksanaan Try Out ini sangat penting, terutama agar siswa kelas 12 yang akan melaksanakan Ujian Nasional tidak kaget ketika dihadapkan dengan ujian yang sesungguhnya. Selain itu Try Out juga sebagai evaluasi terhadap perkembangan siswa terhadap penyelesaian soal-soal yang akan diujikan nantinya.

Foto 2

Dan yang terakhir adalah tentang PERSAMI, kegiatan tersebut adalah salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh SMAN 10 Malang, kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini adalah salah satu kegiatan untuk mengajarkan siswa SMAN 10 Malang tentang kemandirian, kekompakan, dan kedisiplinan.

Setelah apel berakhir, siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing dan kembali melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasanya. (aka)

3. PREIS : Bongkar Kejuaraan Satradhirsa dalam Kompetisi Puisi Jerman

 

Luhur Iman Seto dan Febrian Setya Enindito, perwakilan SMAN 10 Malang meraih Juara 3 dalam perlombaan puisi Bahasa Jerman yang diselenggarakan oleh Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Lomba tersebut bertempat di UM, tepatnya (17/11). Diikuti oleh pelajar SMA tingkat nasional.

Persiapan yang mereka lakukan untuk perlombaan ini yaitu berlatih dan menyamakan tempo antara pembaca dengan pengiring musiknya.

Juara 3 Lomba Musikalisasi Bahasa Jerman

Tema yang digunakan yaitu Freundschaft berjudul ‘Nur Die Zeit Kann Alles Beantworten,’ yang berarti persahabatan. Puisi ini menceritakan sahabat yang ingin saling bertemu untuk mengenang masa lalu setelah berpisah sekian lama.  Sayangnya waktu tak bisa diulang, perkara kapan mereka akan bertemu lagi, hanya waktu yang bisa menjawabnya.

“Suka dukanya dalam perlombaan ini, suka nya sih bisa senang bisa mewakili SMAN 10 dan bisa mengharumkan nama SMAN 10 Malang.” ujar Seto. “selama kami latian mempersiapkan lomba ini tidak ada kendala hanya perlu latian agar tempo nya bisa sama” sambung nya lagi. (ran)

Juara 1 : Cerita Dibalik Prestasi Tim Bridge SMAN 10 Malang. Salut!

Sabtu (15/9) sampai Minggu (16/9) telah diselenggarakan tournament  Rektor Cup V Universitas Brawijaya di Graha Sainta UB Lantai 3. Rektor Cup merupakan event tahunan kompetisi Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya . Tentunya, SMAN 10 Malang mengirimkan perwakilannya ke tournament tersebut.

Khansa

Abraham A.N. , salah satu perwakilan peserta tournament dari SMAN 10 Malang ini membagikan beberapa ceritanya selama bertanding. “Pengalaman yang kita dapat, salah satunya pasti bisa tau seberapa jauh kemampuan kita setelah berlatih intensif, terus bisa menambah teman dari kota-kota lain,” ujar siswa yang akrab disapa Bram ini.

Menjadi juara tentunya merupakan hal yang diharapkan oleh Bram dan teman-temannya. Namun, hal tersebut tentu tidak mudah mereka raih. Sebelum tournament, latihan demi latihan telah mereka jalani, selama seminggu tim bridge ini  berlatih setidaknya sebanyak 4 kali  selama 5-7 jam.

Tak hanya latihan teori saja, namun Bram dan kawan-kawan juga dilatih secara fisik. “Setiap minggu kita ada latihan fisik, mulai dari lari, sit up, pull up, push up dan olahraga lainnya seperti bulutangkis, atau renang,” tutur siswa kelas 11 IPS ini.

Bram

Siapa sangka ternyata dengan segala kegigihannya, tim Bridge SMAN 10 Malang meraih juara pada tournament Rektor Cup V Universitas Brawijaya. Siswa kelas 10, Satria Sandhi Yudha yang berpasangan dengan Khelvin Syauqi meraih juara 1, dan siswa kelas 11, M. Abraham A.N yang berpasangan dengan Khansa Satria Ramadhan meraih juara 3.

Dengan membawa misi pribadi membanggakan nama sekolah dan nama orang tua, tentunya Bram dan tim bridge lainnya tidak main-main ketika latihan, “Kami kira-kira sudah 2 bulan mempersiapkan tournament ini, ya semoga kedepannya bisa terus menambah prestasi lain khususnya nanti pada target dan fokus utama kita yaitu PORPROV (Pekan Olahraga Pelajar Provinsi) 2019,” pungkasnya. (mis/dma)