Upacara Memperingati Hari Pendidikan Nasional

Kamis (02/03) SMAN 10 Malang melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional. Dalam kesempatan tersebut pembina upacara menyampaikan bahwa Hari Pendidikan Nasional tahun ini bertema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Foto 1

Meskipun upacara kali ini hanya diikuti oleh peserta dari kelas 10 dan 11, upacara tetap berjalan lancar dan tertib. Apalagi, siswa kelas 10 dan 11 baru saja mengikuti Diklat Ketarunaan di LANAL Malang pada 24-25 dan 26-27 April 2019, sehingga mereka dapat menunjukkan sikap tertib dan disiplin terutama ketika berada dalam barisan. Ada beberapa hal yang disampaikan oleh pembina upacara, selain ucapan syukur karena upacara dapat terlaksana dengan khidmat di hari yang cerah itu.

Foto 2

Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei tersebut diambil dari hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara atau yang lebih dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional dengan harapan bangsa Indonesia tidak akan pernah melupakan jasanya dalam membangun pendidikan nasional sampai kapanpun. Melalui pidato yang disampaikan oleh pembina upacara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berpesan agar peserta didik Indonesia saat ini mendapat penguatan karakter supaya mereka menjadi generasi yang kuat rasa nasionalismenya dan berjiwa patriot. “Kecintaan dan kebanggaan pada simbol-simbol negara itu harus terus ditanamkan agar mampu membentuk generasi yang kuat rasa nasionalismenya dan berjiwa patriot.” ujarnya dalam pidato tersebut.

Foto 3

Pada kesempatan kali ini pula, para guru memberikan apresiasi mereka kepada siswa kelas 11 yang telah menampilkan drama bertema ceita rakyat dari berbagai penjuru Indonesia dalam Karsadhirsa (karya seni anak Satradhirsa), Sabtu (20/04) lalu. Apresiasi tersebut diwujudkan dengan pemberian hadiah kepada nominasi-nominasi yang telah diputuskan baik kelas, maupun perorangan. Pemberian hadiah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada kelas 11 karena telah menampilkan peforma terbaik mereka di panggung Karsadhirsa 2019. Selain itu, para guru juga mengingatkan siswa untuk terus meningkatkan kemampuan akademik mereka sebagai persiapan menghadapi PAT (penilaian akhir tahun) yang tinggal hitungan hari. (zul)

Purnawiyata Angkatan 18: Gerbang Kesuksesan

Kamis lalu (25/4), Graha Polinema disibukkan dengan acara Purnawiyata SMAN 10 Malang Angkatan 18. Pelepasan siswa-siswi kelas XII ini dihadiri lebih dari 600 orang, baik dari kalangan wisudawan, orang tua murid, guru, dan tamu undangan. Sebelumnya pada hari Rabu (24/4) juga telah dilaksanakan gladi bersih. Rangkaian acara dimulai pada pukul 07.00 WIB.

 Foto Bersama

Banyak partisipan dari kelas X dan XI yang ikut memeriahkan acara Purnawiyata. Tim PPST menyuguhkan tarian kreasi tradisional. Ada juga dari tim Smandasa Choir yang turut mengiringi jalannya acara. Ibu Husnul Chotimah selaku Kepala SMAN 10 Malang memberikan sambutan sekaligus pesan kesan terakhir kepada peserta didik kelas XII yang akan dilepas. Beliau berpesan agar dapat mengurangi penggunaan media sosial.

Wisudawan Berprestasi

Walaupun sekarang kita sudah hidup di zaman serba digital dan serba instan, akan tetapi bukan berarti segala hal yang ada akan diselesaikan secara instan. Semua butuh proses yang panjang dan melelahkan. Namun sepanjang apapun proses yang kita lakukan akan sebanding dengan hasil yang kita capai nantinya.

“Ingatlah motto SMA Negeri 10 Malang, Learn Today Lead Tumorrow Be The Best. Karena motto tersebut adalah doa yang senantiasa dipanjatkan kemanapun melangkah,”tuturnya. Beliau juga mengingatkan bahwa disetiap perjuangan pasti membutuhkan tetesan keringat, air mata, dan darah.

Prosesi Purnawiyata

Maka diharapkan agar generasi penerus ini dapat menjadi generasi emas yang tidak akan menghabiskan waktunya hanya untuk kegiatan kurang bermanfaat. Doa beliau semoga kelak alumni SMA Negeri 10 Malang dapat menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia. Amin.(tiy/nra/gep)

Paskah Kota Siswa-Siswi Nasrani SMANDASA

Menyambut bulan Ramadhan, SMAN 10 Malang mengadakan kegiatan Pondok Ramadhan bagi siswa-siswi Muslim kelas X dan XI pada Hari Selasa (7/5) hingga Rabu (9/5). Sementara itu, siswa-siswi Nasrani kelas X dan XI mengikuti perayaan Paskah SMA/SMK se-Kota Malang. Perayaan Paskah diadakan pada Hari Rabu (1/5).

Foto 1

Kali ini Paskah SMA/SMK se-Kota Malang bertempat di SMK Negeri 4 Malang yang berlokasi di Jl. Tanimbar No.22 Kasin, Klojen, Kota Malang. Siswa-siswi Nasrani beserta guru Pendidikan Agama Kristen SMAN 10 Malang yang juga menjadi guru pendamping, Ibu Dra. Menik Sri Suyatmi, berangkat dari sekolah menuju SMK Negeri 4 Malang sekitar pukul 07.30 WIB dengan menggunakan bis sekolah. Di sana siswa-siswi disambut dengan hangat oleh seluruh panitia penyelenggara yang mengajak mereka untuk beribadah dan bersukacita.

Foto 2

Diawali dengan ibadah pembuka, snack,  kemudian penampilan band dan vocal group dari beberapa SMA/SMK yang turut memeriahkan jalannya perayaan Paskah. “Menurutku perayaan Paskah kali ini nggak membuat kita ngantuk karena lebih menghibur dengan banyaknya penampilan dari band dan vocal group,” kata Meichel Rizaldo Wattimury, salah satu siswa Nasrani kelas XI SMAN 10 Malang.(gep)

Latih Kedisiplinan untuk Pribadi yang Berkarakter

SMAN 10 Malang adakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Taruna pada 24-27 April 2019 lalu. Kegiatan ini adalah kegiatan akhir dari Pendidikan Taruna yang diterapkan sejak tahun ajaran 2018/2019. Peserta diklat dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama diadakan tanggal 24-25 April 2019 oleh taruna-taruni kelas XI, sedangkan pada tanggal 26-27 April dihadiri oleh peserta kelas X. Kegiatan kali ini diadakan di luar sekolah. Bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, diklat dilaksanakan di Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Malang.

 Foto 1

Kegiatan diklat ini menekankan pada pelatihan fisik dan mental. Taruna-taruni juga dilatih untuk menjadi sigap dan cepat. Acara dibuka dengan upacara pembukaan yang dihadiri petinggi TNI Angkatan Laut Malang. Dilanjutkan dengan orientasi fisik, taruna-taruni menjalankan perintah para pendamping diklat. Semua kegiatan diatur dengan ketat. Menjelang sore, peserta diklat dikumpulkan dalam aula untuk menerima materi wawasan kebangsaan. Tak lupa ciri khas dari pelatihan TNI, yaitu nyanyian yel-yel yang juga diajarkan pada taruna-taruni SMAN 10 Malang.

 Foto 2

Pada hari ke-2 tidak terlalu banyak kegiatan yang menekankan pada pelatihan mental. Peserta diklat diajak bersenang-senang melalui outbond. Ada total 8 pos yang harus dilalui hingga final. “Seru banget. Apalagi ada flying fox-nya. Setelah kemarin dilatih mental, sekarang akhirnya kita bisa ketawa,” tutur Dini, salah satu peserta diklat kelas XI. Di hari terakhir dilaksanakan upacara penutupan kegiatan yang juga dihadiri oleh para petinggi TNI AL Malang.

 Foto 3

Kegiatan ini dikakukan demi melatih kedisiplinan juga membentuk pribadi yang berkarakter. Kekompakan dan kekeluargaan juga menjadi nilai tambah dalam diklat kali ini. Harapannya, setelah dilaksanakan diklat siswa-siswi SMAN 10 Malang dapat mengerti nilai-nilai kehidupan dari hal kecil dalam kegiatan sehari-hari. (tiy)

Karsadhirsa : Apresiasi Seni untuk Smandasa

Sabtu (20/04), SMA Negeri 10 Malang menggelar acara tahunan yang bertajuk Karsashirsa (karya seni anak Satradhirsa) di Taman Krida Budaya, Jalan Soekarno Hatta, Malang. Dalam pagelaran ini, siswa kelas XI menampilkan drama dari berbagai legenda Indonesia. Pagelaran dibuka dengan penampilan band kelas X, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.

Drama pertama bejudul “Danau Tiga Warna” yang ditampilkan oleh kelas XI IPA 3 begitu mengesankan. Meskipun tampil pertama, mereka terlihat sangat siap. Drama tersebut semakin meriah dengan adegan aksi dan berbagai tarian bertema tradisional.

Foto 1

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua pelaksana, Agus Eko Suryanto, S. Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 10, Dr. Husnul Chotimah, dan Dra. Ema Sumiarti, M. Si. Selaku Kecapdin. Selain itu acara juga dihadiri oleh Para Guru dan staf SMAN 10 Malang.

Drama selanjutnya ditampilkan oleh XI IPS 1 yang berjudul ” Banyuwangi” ,kemudian dilanjutkan oleh penampilan kelas XI BAHASA yang berjudul ” Legenda Bunga Kemuning”, setelah itu dilanjutkan dengan penampilan guest star Holaspica dan XI IPA 4 dengan judul ” Coban Rondo”. tentunya semua kelas menampilkan legenda yang berasal dari nusantara. Drama diakhiri oleh penampilan dari kelas XI MIPA 5 yang berjudul “Sewu Candi Prambanan” yang bercerita tentang Candi Prambanan. Dalam acara karsadhirsa ini tidak hanya diisi oleh tampilan acara berupa drama. Akan tetapi juga diisi oleh penampilan band dari SMAN 10 Malang dan juga penampilan band dari luar seperti Holaspica,Remissa,dan Iksan Skuter.

Foto 2

” Acara cukup menyenangkan, tetapi sempat ricuh pada saat  Band Remissa berlangsung”, ujar Afifah selaku penonton.

Selain itu, untuk menyukseskan acara, Siswa kelas 10 juga disediakan stand bazar yang setiap kelasnya wajib berjualan makanan dan minuman.

” Harganya terjangkau, makanannya enak dan pas untuk lidah murid SMA”, ujar Arin selaku siswa kelas 11. Selain stand bazar makanan, terdapat pula pameran seni sepanjang perjalanan dari gerbang hingga pintu masuk gedung. Pamerannya beragam, ada lukisan kanvas , kaca , dan berbagai tembikar, kendi contohnya.

Foto 3

Sebelum acara puncak yang diisi oleh beberapa Guest Star. Akan hadir pula walikota Malang yang akan memberikan sambutan atas terselenggaranya Karsadhirsa. Dalam acara Karsadhirsa ini BP2D Kota Malang turut serta menjadi sponsor dengan program tax goes to school. Semua siswa dibeei kupon, yang akan diundi , dan mendapat hadiah berupa Televisi contohnya. Selain itu, ada pula penampilan dari D’Kross dan ditutup dengan Remissa.

Semoga pagelaran seni karsadhirsa taun depan lebih meriah, lebih banyak sponsor dan guest star yang mengisi acara tersebut. (asp/ear)

Isra’ Mi’raj : Istiqomah Dalam Kebaikan

(5/4) Acara dimulai pukul 6.30 seperti biasa masuk sekolah, lalu diawali dengan pembukaan dan berbagai sambutan. Pertama ialah sambutan kepala sekolah, Bu Husnul Khotimah. Kemudian, dilanjutkan dengan short ceremony untuk perpisahan beberapa murid dari Thailand yang telah melakukan program pertukaran pelajar di Indonesia. Setelah itu, ada pula sambutan dari ketua pelaksana Dela Safitri selaku perwakilan BDI. Acara yang selanjutnya disusul dengan pembacaan Qiro’ah oleh perwakilan kelas 10 yaitu Qonita dan perwakilan kelas 11 yang bernama Nadira. Selain itu, untuk menghindari kebosanan dari siswa, pihak BDI juga telah menyiapkan beberapa lagu akustik.

Isra' Mi'raj

Selanjutnya, acara disambung dengan cerdas cermat yang telah masuk ke dalam babak final. Namun, untuk kali ini acara cerdas cermat berbeda dengan tahun sebelumnya. Perbedaanya adalah mereka menggunakan bando yang berisi tulisan, dan teman berusaha memberikan clue dengan mengatakan kata “iya” atau “tidak”. Selain lomba cerdas cermat, ada pula lomba Tahfidz, yang pasangan pemenang harus melanjutkan surat yang telah dibacakan oleh Bu Kholifah dan dinilai oleh Frau Nona. Kegiatan selanjutnya, yaitu ceramah oleh ustadz tentang Isra’ Mi’raj dan tata cara menjadi anak milenial yang baik. Untuk menambah kesan menyenangkan, ustadz sering kali berbicara soal hati yang membuat semua siswa tersipu malu. Acara ditutup dengan pembekalan/sosialisasi dari aplikasi aku pintar, serta pembagian hadiah untuk para pemenang lomba yang telah diadakan jauh-jauh hari. Acara ditutup dengan diadakannya makan bersama kue basah yang telah dibawa siswa dadi rumah.(asp,ear)

UN Berbasis Komputer 2019

Setiap tahunnya, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri maupun Swasta dan yang sederejat pasti melaksanakan Ujian Nasional (UN) untuk menguji kemampuan siswa selama tiga tahun belajar sesuai jurusan yang dipilih. Begitu halnya dengan UN yang dilaksanakan oleh seluruh siswa kelas XII SMAN 10 Malang selama 4 hari.

Foto 1

Pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua, sesi pertama pukul 07.30 – 09.30 WIB dan sesi kedua pukul 11.00 – 13.00 WIB., dengan durasi pengerjaan dua jam.  Ruangan yang digunakan, yaitu Laboratorium komputer, kelas XI IPA 1, XI IPA 4, dan Laboratorium Bahasa. Satu ruangan terdiri dari 30 siswa dengan posisi berhadapan, dua orang pengawas yang didatangkan dari SMAN Taruna Nala Jawa Timur, serta satu operator yang berasal dari SMAN 10 sendiri.

Foto 2

Mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia pada hari pertama (1/4), Matematika pada hari kedua (2/4), Bahasa Inggris pada hari ketiga (4/4), dan mata pelajaran pilihan pada hari terakhir (8/4). Fisika, Kimia, Biologi adalah mata pelajaran pilihan untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sedangkan Ekonomi, Sosiologi, Geografi untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sebanyak 50 soal untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, 40 soal untuk Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Sebelum ujian dimulai, seluruh peserta ujian menunaikan Shalat Dhuha berjama’ah di Mushala. Para siswa sibuk mempelajari materi pada sisa waktu sebelum ujian dimulai. Ketika mereka memasuki ruang ujian dan mulai mengerjakan, suasana persaingan begitu terasa. Meluapkan semangat menggebu untuk menjadi yang terbaik dan mencapai hasil yang mereka harapkan.

Foto 3

“Bagiku, sih untungnya ya masing-masing siswa dapat konsumsi kue, jadi bisa hemat uang dan gak perlu mondar-mandir cari jajan juga.” ujar Ahmad Khan, salah satu siswa kelas XII jurusan IPA. “Harapannya semoga saya dan teman-teman tetap berusaha dan berdoa, jujur saat mengerjakan, supaya nanti nilainya berkah dan membanggakan, Aamiin.” imbuhnya. (ndr)