Juara di Ajang Bimtek Jurnalistik Media Online

Ajarkan Pemuda Bijak Dalam Media Sosial

 

Pagi ini (20/11) Hall Hotel Ibis Styles dimeriahkan dengan Bimtek Jurnalistik Media Online yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kominfo. Seminar ini diikuti oleh perwakilan dari pelajar SMA dan SMK di Kota Malang, tampak juga beberapa guru dan Kelompok Informasi Masyarakat Malang turut serta hadir di pelatihan tersebut.

Bimbingan Teknis Jurnalistik Media Online

Banyak sekali topik yang menarik dan bermanfaat untuk dibahas, pada sesi pertama diisi dengan dasar-dasar penulisan jurnalistik. “Semua bisa jadi jurnalis”, ujar Muhaimin selaku narasumber sekaligus wartawan Malang Post ini. Menurutnya, pada masa kini sedang naik daun istilah Citizen Journalism, yaitu pewarta warga.

Sesi berikutnya membahas tentang tata cara pengambilan foto dalam sudut pandang jurnalis. Peserta pun tetap mengikuti sesi ini dengan penuh antusias. Lontaran pertanyaan pun bersahut-sahutan. Narasumber juga menjawabnya dengan detil, sehingga ilmu yang diterima mudah dipahami. Oleh karena itu semua, melalui ajang ini diharapkan para pelajar di Kota Malang mengerti arti jurnalis yang sesungguhnya dan mengetahui mana berita yang benar dan mana berita yang hoax.

Para Pemenang Lomba Menulis Artikel Bimtek Jurnalistik Media Online, P. Yudi Fahmin (batik) dan Aliffati (jilbab putih) dari SMAN 10 Malang

Seusai penyampaian seluruh  materi, panitia mengadakan lomba penulisan artikel dan foto jurnalistik yang di upload di Instagram dengan #bimtekjurnalistikmalang, lomba tersebut diikuti seratusan peserta Bimtek yang hadir, semuanya bisa ikut baik dari pelajar, guru, bahkan perwakilan KIM (Komunitas Informasi Masyarakat) Malang. Pak Nedi (pemateri fotografi) dan Pak Muhaimin (pemateri jurnalistik) sebagai juri dalam lomba tersebut dan sekaligus memberikan penilaiannya.

SMAN 10 Malang melalui perwakilannya yakni Pak Yudi Fahmin (Pembina Ekskul Jurnalistik) dan Aliifathi Pratia Catalysta berhasil menjadi juara dalam lomba tesebut pada kategori penulisan artikel jurnalistik. Bravo SMANDASA…

Sertijab Pengurus OSIS dan MPK

(13/11) Upacara Serah Terima Jabatan Pengurus OSIS/MPK Periode 2016/2017 kepada Pengurus Baru Periode 2017/2018 dilaksanakan Senin pagi ini tanggal 13 Nopember 2017 di lapangan upacara sekolah. Sesuai dengan hasil pemilihan umum calon Ketua OSIS dan Ketua MPK baru terpilihlah Amanaullah Baihaqi Sebagai Ketua OSIS dan Amarizka Diva Udyaningtyas sebagai Ketua MPK Periode 2017/2018.

Upacara Sertijab Pengurus OSIS dan MPK

Satu pasukan berbaris rapi dengan membawa bendera OSIS dan bendera SMAN 10 Malang sebagai panji-panji kebesaran sekolah yang dibawakan oleh Tim Paski mengiri pasukan untuk melaksakanan prosesi serah terima jabatan tersebut dengan pengurus lama berdiri di barisan depan, sedangkan pengurus baru berada di posisi belakang. Mereka berbaris di tengah lapangan dengan disaksikan oleh seluruh siswa dan Bapak/Ibu guru dan karyawan SMAN 10 Malang. Seusai barisan terbagi jadi dua kelompok yakni pasukan sebelah kiri adalah pengurus lama dan sebelah kanan tiang bendera adalah pengurus baru yang sudah siap dilantik oleh Ibu Kepala Sekolah Dra. Dwi Lestari, MM.

Setelah Ketua OSIS Lama Nadia Alyafira dan Ketua MPK Lama Dimas Devin menyerahkan bendera OSIS dan bendera SMAN 10 Malang kepada Ketua OSIS dan Ketua MPK Baru, di hadapan Ibu Kepala Sekolah dengan disaksikan seluruh peserta upacara mereka langsung menandatangani berita acara serah terima jabatan sebagai tanda usai sudah tugas yang telah diembannya selama satu tahun periode 2016/2017 dan juga sebagai tanda dimulainya tugas sebagai pengurus OSIS dan MPK yang baru periode 2017/2018.

Penandatanganan Berita Acara Sertijab Ketua OSIS dan MPK

Dimas Devin sebagai mantan Ketua MPK menyampaikan sambutan ucapan terima kasih dan permohonan maaf atas segala partisipasi dan kerjasama seluruh warga sekolah dan terutama Ibu Kepala SMAN 10 Malang, Dimas sekaligus melaporkan hasil kinerja dan laporan seluruh program yang telah dilaksanakan selama kurang lebih satu tahun dan program yang belum sempat terealisasikan.

Dilanjutkan dengan sambutan Ketua OSIS yang baru Amanullah Baihaqi, di depan seluruh peserta upacara Baihaqi memohon dukungan dan kerjasama semua pihak selama satu tahun ke depan selama periode 2017/2018 di masa kepemimpinannya.

Ibu Kepala Sekolah Dra. Dwi Lestari, MM dalam sambutannya meminta kepada seluruh pengurus OSIS dan MPK yang baru saja dilantik untuk menjadi pioner dan teladan kepada seluruh siswa baik dari segi ketertiban dan kedisiplinan selama proses Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah.

Foto Bersama Pengurus OSIS - MPK Lama dan Baru

Setelah pasukan kembali ke tempat, upacara sertijab ditutup dengan do’a yang dibacakan oleh petugas dari Tim Paski sebagai usainya rangkaian acara selama kurang lebih 1 jam lamanya. Dilanjutkan dengan foto bersama seluruh pengurus OSIS/MPK yang lama dan yang baru saja dilantik bersama Pak David selaku Waka. Kesiswaan dan tentunya bersama Ibu Kepala SMAN 10 Malang Dra. Dwi Lestari, MM.

Simulasi UNBK

(13/11) Tepat pada hari Senin pagi di SMAN 10 Malang, sedang diadakannya simulasi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) untuk melatih kesiapan siswa-siswi kelas XII dalam menghadapi ujian nasional 2018. Simulasi ini sendiri berlangsung selama 3 hari dan dibagi menjadi tiga sesi, yaitu sesi I pukul 08.00-09.30, sesi II pada pukul 09.30-11.00, sesi III pada pukul 11.00-12.30.

Tampak Siswa Kelas XII Bersiap Mengikuti Simulasi UNBK di Depan Lab. Komputer

Dalam simulasi ini ada 6 mata pelajaran yang diujikan sesuai dengan jurusan yang diambil. Salah satunya adalah Biologi untuk jurusan IPA,  Geografi untuk jurusan IPS, dan Bahasa Jepang untuk jurusan Bahasa.

“Sebenarnya menguntungkan, tapi ya gitu susah pastinya,” ujar Cantika, salah satu peserta simulasi UNBK. saat ditanya isu yang beredar tentang adanya esai di Ujian Nasional (UN). Menurutnya, adanya esai di ujian nasional membawa dampak yang besar bagi peserta. Ada dampak baik, juga ada dampak buruk. Dampak baiknya, apabila jawaban yang ditulis merupakan jawaban yang salah, maka itu masih mendapatkan nilai.

Ruang Lab. Komputer - Simulasi UNBK

Dampak buruknya, jika kita clueless, maka peserta tidak mendapatkan nilai apa-apa. Masih belum jelas tentang kebenaran isu tersebut, namun peserta tetap melaksanakan simulasi dengan lancar sembari menunggu kejelasan isu tersebut.

“Semoga lebih teliti dan punya strategi tentang manajemen waktu dalam mengerjakan soal-soal ujian nasional”, pesan Pak Avo Guru TIK.

Pembinaan Olimpiade

Jum’at (10/11), masih ada anak-anak yang berada di kelas, padahal bel pulang sudah berbunyi dari tadi. Apa ya yang mereka lakukan? Ternyata mereka sedang melakukan persiapan untuk mengikuti OSN (Olimpiade Sains Nasional). OSN digelar sekitar Mei 2018, tapi kenapa mereka sudah melakukan berbagai persiapan dari sekarang? Menurut mereka, persiapan dilakukan dari sekarang agar mereka lebih siap mental untuk mengikuti OSN.

Pembinaan OSN Matematika

Peserta OSN adalah siswa kelas 10 dan kelas 11. Ada yang sudah berpengalaman mengikuti olimpiade sebelumnya dan ada yang belum. Mereka mendapat materi dari pembimbing atau pelatih persiapan OSN, kemudian mereka mengerjakan latihan-latihan soal yang kira-kira model soalnya akan keluar di olimpiade nanti.

Pembinaan OSN Biologi

Olimpiade ini terdiri dari banyak bidang pelajaran contohnya seperti olimpiade Kebumian, Geografi, Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi. Menurut para peserta tingkat kesulitan dalam mengerjakan soal-soal olimpiade ini lumayan tinggi. “Aduh, kalo dibandingin sama soal biasa sih, yang ini susahnya bukan main,” kata Nadya Windy, salah satu peserta OSN kelas 11. (gnt)

Menimba Pengalaman Hidup di Desa Slamparejo

(28/10) ini adalah kali kedua SMAN 10 Malang melaksanakan Kegiatan Tengah Semester yang disingkat dengan KTS atau istilah kerennya adalah Positive Character Camp. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang berlokasi di daerah Bantur – Malang Selatan, saat ini berlokasi di Desa Slamparejo – Kecamatan Jabung – Kab. Malang, tentunya menyuguhkan suasana yang berbeda.

Foto 1 - Balai Desa Slamparejo - Kec. Jabung

Berlangsung selama 3 hari 2 malam yaitu sejak hari Kamis tanggal 26 Oktober hingga hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, seluruh siswa kelas X yang berjumlah 340 siswa, dengan 10 panitia siswa, dan didampingi oleh 54 guru dan karyawan. Kegiatan Tengah Semester yang lebih dikenal dengan kegiatan “Bedol Desa” kali ini tidak mengikutsertakan siswa kelas XI dan XII, nantinya mereka akan memiliki kegiatan yang berbeda rencananya akan dilaksanakan pada akhir semester ganjil.

Foto 2 - Memberikan Bimbingan Belajar di SDN Slamparejo 01

Kegiatan ini secara umum adalah sebagai upaya pembentukan karakter siswa SMA Negeri 10 Malang melalui pembinaan mental dan pemberian pengalaman dalam kehidupan sosial di lingkungan masyarakat secara riil, sehingga menjadi siswa yang mandiri, tanggap, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi, serta menumbuhkan rasa ikut memiliki dan rasa bangga siswa SMA Negeri 10 Malang terhadap almamater Satradhirsa.

Foto 3 - Outbound

Adapun tujuan dari Kegiatan Tengah Semester ini adalah :

  1. Sebagai media pembelajaran bagi peserta didik dalam hal keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Melatih peserta didik dalam hal hidup bertoleransi antar umat beragama (menghormati perbedaan dalam hal keimanan dan ketaqwaan).
  3. Melatih sikap hidup bermasyarakat dalam hal hidup bersama dan gotong royong, termasuk dalam hal kerja bakti bersama warga lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
  4. Melatih sikap kesadaran dan rela berkorban terhadap sesama.
  5. Melatih peserta didik dalam hal meneruskan nilai-nilai luhur, kepeloporan dan semangat perjuangan dalam hidup bermasyarakat.
  6. Melatih dan sekaligus melakukan praktik hidup dengan prinsip kepemimpinan, kejujuran, transparan dan profesional.
  7. Meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan melatih menumbuhkan rasa simpati, empati terhadap sesama serta melatih kepekaan sosial dalam hidupnya.

Foto 4 - Pentas Seni

Selama 3 hari full kegiatan yang mereka ikuti sangat padat, oleh karena itu mereka harus bisa menjaga kondisi fisik dan mengatur waktu dengan baik. Seluruh peserta KTS diajarkan bagaimana berbaur dan bersosialisasi dengan masyarakat, lebih-lebih berkomunikasi dan menjaga hubungan silaturrahmi dengan keluarga yang rumahnya mereka tempati. Karena semua siswa ditempatkan di 34 rumah di sekitaran Balai Desa Slamparejo, dengan rincian masing-masing ada 10 siswa. Tentunya terpisah antara siswa putra maupuan siswa putri.

Foto 5 - Pentas Seni

Ada sekian banyak kegiatan mulai dari hari pertama mulai persiapan di sekolah hingga kembali ke sekolah pada hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017.

Diawali dengan apel pemberangkatan di sekolah oleh Ibu Kepala Sekolah Dra. Dwi Lestari, MM, sesamapainya di Balai Desa Slamparejo langsung diadakan Apel Pembukaan KTS oleh Camat Kecamatan Jabung Bapak Drs. Achmad Yazin, M,Si, selepas apel para Ibu orang tua asuh sudah menunggu untuk mengajak anak-anak ke rumah tinggal masing-masing. Sambil berjalan menuju rumah, mereka sambil bercakap-cakap untuk saling berkenalan.

Foto 6 - Bazar dan Bakti Sosial

Aktivitas berlanjut dengan memberikan Bimbingan Belajar di SDN Slamparejo 1 oleh masing-masing perwakilan kelompok, sedangkan siswa lain yang tidak mengikuti Bimbingan Belajar melakukan pengenalan di lingkungan sekitar KTS, kebanyakan dari mereka di isi dengan jalan-jalan sambil sesekali bertegur sapa dengan penduduk sekitar. Acara puncak hari pertama adalah Outbound, akan tetapi sedianya outbound akan dilaksanakan di lapangan karena hujan maka dialihkan kegiatannya di balai desa, meski begitu, tidak mengurangi suka cita dari seluruh peserta, Tim Outbound yang terdiri dari Pak Sudbyo, Pak Avo, dkk tetap mempersembahkan acara yang asyik dan meriah hingga pukul 21.30 sesuai jadwal kegiatan hari itu. Selepas itu seluruh peserta kembali ke rumah inapnya untuk beristirahat, mengumpulkan tenaga untuk kegiatan hari ke-2 esok harinya.

Foto 7 - Kerja Bakti

Hari ke-2, Jumat 27 Oktober 2017 diawali dengan bersih diri dan Sholat Shubuh berlanjut sarapan pagi bersama Bapak/Ibu orang tua, mulai pukul 07.00 Live in adalah kegiatan berikutnya bagi seluruh peserta KTS, ada siswa yang tinggal di rumah untuk membantu Bapak/Ibu orang tua membersihkan rumah dan halaman, atau bahkan ikut membantu pekerjaan orang tua asuh, misal di kebun atau orang tua yang berdagang atau usaha lainnya. Sedangkan di balai desa Slamparejo di isi dengan acara Penyuluhan Kewirausahaan oleh Ibu Junita, yakni tentang pembuatan yoghurt berbahan dasar susu, perlu diketahui, kebanyakan penduduk Slamparejo ini memiliki peternakan sapi perah, tetapi berskala kecil, peserta penyuluhan adalah Ibu-Ibu yang sedang menunggui putra-putrinya bersekolah TK yang terletak di sebelah kanan kantor Balai Desa Slamparejo.

Foto 8 - Penyuluhan Kewirausahaan ttg Pembuatan Yoghurt

Di tempat dan peserta yang sama, dilanjutkan dengan sosialisasi kesehatan yang disampaikan materinya oleh Ibu Anisa sebagai tim kesehatan dari SMAN 10 Malang, materi tentang kebutuhan gizi anak. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan tidak hanya sekali, tetapi 3 kali, pagi harinya di TK untuk anak-anak TK tantang bagaimana cara menggosok gigi dan cuci tangan yang baik. Begitu juga dengan penyuluhan kesehatan pada sore harinya kepada Ibu-ibu pengajian warga yang ditempatkan di musholla setempat tentang kanker serviks. Di lokasi berbeda, nampak bimbingan belajar yang dilakukan oleh sebagian peserta KTS di SDN Slamparejo 01, tidak semua kelas mereka masuki, hanya beberapa kelas saja yang mereka aja belajar bersama, di antaranya kelas 1 SD. Kegiatan ini tampaknya membuat murid-murid SDN Slamparejo sangat riang gembira, karena berinteraksi dengan teman belajar baru, bisa dikatakan guru muda meski usia mereka masih kelas 1 SMA. Kegiatan bimbingan belajar ini hanya berjalan 2 hari saja, hari Jumat ini sekaligus penutupan program, ditandai dengan serah terima cinderamata dari Ibu Dwi Lestari, Kepala SMAN 10 Malang kepada Kepala SDN Slamparejo 01.

Foto 9 - Penyuluhan Kesehatan ttg Gizi Anak

Acara puncak pada hari ke-2 KTS ini adalah Pentas Seni, memanfaatkan pendopo balai desa, acara berlangsung meriah mulai pukul 18.30 hingga pukul 22.00, Bapak/Ibu dan panitia siswa menyiapkan Pentas Seni dengan sangat matang, meski beberapa kali terjadi listrik padam, hal itu tidak menyurutkan antusias penonton dari peserta KTS, sebagian warga Slamparejo termasuk banyak sekali anak kecil yang menonton. Deretan penampil di acara Pentas Seni KTS kali ini berurutan mulai dari grup vokal, perform dari seluruh kelas X, hingga tim PPST (Paguyuban Pecinta Seni Tradisi) yang telah berlomba di berbagai ajang juga turut tampil mempersembahkan bakatnya.

Foto 10 - Apel Penutupan

Di sebelah balai desa, tepatnya di halaman TK (Taman Kanak-Kanak) selepas Sholat Maghrib, suasana sangat ramai dengan Ibu-ibu warga Slamparejo, dan sekian puluh peserta KTS yang riuh menawarkan dagangannya. Mereka menggelar Bakti Sosiali dalam model Bazar, yang dijual adalah pakaian layak pakai seharga 2 ribu rupiah per potong, para pembeli sangat bersemangat untuk membeli baju-baju tersebut. Tidak mengherankan kalau bazar yang digelar hanya dalam waktu 2 jam saja, mereka meraup pendapatan sebesar 2 juta rupiah.

Foto 11 - Penyerahan Cinderamata oleh Kepala SMAN 10 Malang Ibu Dra. Dwi Lestari, MM kepada Pengurus Desa Slamparejo

Hari ketiga, yakni hari terakhir pelaksanaan Bedol Desa, Sabtu 28 Oktober 2017 diisi dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekitar, selain aktivitas rutin lainnya. Pun Bazar – Bakti Sosial yang semalam belum usai, dilanjutkan pagi itu hingga jelang apel penutupan Bedol Desa. Tanda selesainya Bedol Desa adalah Apel Penutupan dengan pembina apel Sekretaris Desa Slamparejo Bapak Ponidi, ucapan terima kasih kepada seluruh peserta KTS atas ditempatinya Desa Slamparejo dalam kegiatan Bedol Desa tahun ini. Sebagai bentuk ucapan terima kasih dari SMAN 10 Malang kepada desa adalah diserahkan beberapa cinderamata kepada Desa, begitu juga semua uang hasil penjualan bazar senilai 2 juta turut diberikan untuk kemakmuran atau operasional balai desa. Apel berakhir dengan foto dan pengambilan video yel-yel bersama.

Foto 12 - Penyerahan Kenang-kenangan kepada Ibu Orang Tua Asuh

Sehabis pamitan dengan Bapak/Ibu orang tua asuh, masing-masing kelompok bergegas menuju kendaraan untuk kembali ke SMAN 10 Malang. Mereka pulang dengan membawa berbagai pengalaman hidup yang didapat di Desa Slamparejo. Semoga kegiatan selama 3 hari 2 malam ini benar-benar membekas sebagai bekal hidup.

Upacara Bendera Hari Senin

(6/11) Sudah menjadi rutinitas pada hari senin pagi, seperti halnya sekolah lainnya SMAN 10 Malang melaksanakan Upacara Bendera yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, XII, Bapak/Ibu Guru beserta staff. Berlangsung selama kurang lebih 1 jam lamanya berjalan khidmat dan lancar, upacara setiap hari senin ini tak lain adalah untuk meningkatkan nasionalisme Indonesia.

Upacara Hari Senin

Bapak Drs. Utomo selaku Pembina Upacara menyampaikan hal penting kepada seluruh siswa, dalam sambutannya beliau menggugah kesadaran para siswa akan tugas, fungsi, dan peran masing-masing dengan begitu maka Kegiatan Belajar Mengajar akan berjalan baik, Pak Utomo yang juga sebagai Guru Bahasa Indonesia ini juga meminta kepada siswa untuk meningkatkan motivasi belajar, dengan harapan hal itu juga dapat meningkatkan prestasi siswa.

Upacara Senin Pagi

(30/10) seluruh siswa berjalan berbondong-bondong menuju lapangan upacara untuk mengikuti apel pagi yang dimulai pukul 06.45 WIB, terdengar suaranya Pak David dengan lantang memberikan aba-aba menyiapkan pasukan dari kelas X hingga kelas XII.

Foto 1

Ibu Endang Setyoningsih, S.Pd selaku Pembina Apel memberikan penilaian kepada seluruh peserta upacara dari masing-masing kelas, bahwa sehubungan dengan Hari Sumpah Pemuda, para siswa sebagai pemuda wajib untuk menjunjung tinggi semangat Sumpah Pemuda sebagai tolok ukur mecapai cita-cita apalagi sebentar lagi seluruh siswa kelas XII akan mengikuti ujian nasional dan ujian masuk ke perguruan tinggi.

Pembina Apel

Bu Endang mengingatkan kepada seluruh siswa, SMAN 10 Malang memiliki banyak julukan atas berbagai prestasi sekolah yang telah diraih, diantaranya sebagai Sekolah Adiwiyata, maka dari itu warga sekolah wajib untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup, seperti halnya membuang sampah sesuai kategorinya apakah organik dan anorganik.

Foto 2

Seusai sambutan, Pembina apel yang notabene mengampu mata pelajaran Sejarah ini, mengumumkan atas beberapa prestasi yang telah diraih siswa SMAN 10 Malang, yakni antara lain Juara 3 Pertandingan Basket “Broadway” se-Jawa dan Bali 2017, Juara 2 Pertandingan Bridge Pasangan Pelajar Piala Walikota Batu Kejurprov Jatim 2017, Juara 3 Bridge Piala Koni Gresik II Kategori SMA 2017, Peringkat XIII Lomba Formasi Pengibaran dan PBB seri XIV Tingkat SMA/SMK Kota Malang 2017.

Foto 3

Selain itu, masih dalam waktu yang sama, diumumkan para pemenang lomba-lomba literasi, antara lain Lomba News Reading, Lomba Baca Puisi, Lomba Menulis Cerpen, dan Lomba Pojok Buku. Masing-masing lomba diperoleh juara 1, juara 2, dan juara 3. Tentunya membuat para juara sangat senang dikarenakan mereka mendapat hadiah uang pembinaan mulai dari 100 ribu hingga 250 ribu rupiah, tergantung apakah lomba per orangan apa beregu.

Foto 4

Para pemenang lomba tersebut langsung saat itu juga dipanggil ke depan lapangan untuk menerima hadiah dari sekolah, begitu juga para juara yang telah memenangkan berbagai lomba di luar sekolah untuk mengharumkan nama SMAN 10 Malang agar tetap jaya.

Foto 5

Semoga berbagai prestasi yang telah diraih ini dapat memicu para siswa lainnya untuk terus mengembangkan diri untuk mendapatkan berbagai penghargaan di berbagai bidang.