9 Medali : Persembahan Taekwondo Untuk SMANDASA

Minggu (25/11) SMAN 10 Malang menorehkan prestasinya lagi, kali ini SMAN 10 Malang berhasil mendapatkan prestasi di bidang non-akademik, yaitu Taekwondo. Suatu prestasi yang membanggakan karena SMAN 10 Malang berhasil menyabet 7 medali emas dan 2 medali perak dalam kejuaraan Taekwondo UM-CUP IV yang diselenggarakan selama 2 hari yaitu tanggal 24-25 November 2018 di Gor Bima Sakti, Malang. Berikut adalah nama-nama serta medali yang diperoleh:

  1. Afvan Krisna : Emas
  2. Bagas Wimono : Emas
  3. Farhan Bagus Pamungkas : Emas
  4. Ludia Juni Rahayu : Emas
  5. Oktavia Putri : Emas
  6. Ryan Nanda : Emas
  7. Saila Irfany : Emas
  8. Asa Faidho R.F. : Perak
  9. Atarico Kintom : Perak

Farhan Bagus Pamungkas atau yang kerap disapa Farhan, salah satu perwakilan SMAN 10 Malang sekaligus peraih medali emas pertama untuk SMAN 10 Malang mengungkapkan bahwa ia sangat senang telah berhasil mendapatkan emas pertama untuk SMAN 10 Malang dalam cabang Kyorugi.

Foto 1

Tidak hanya itu, Afris sebagai Ketua Taekwondo di SMAN 10 Malang juga mengungkapkan harapannya setelah memenangkan kejuaraan ini “saya ingin Taekwondo tetap memberi prestasi dan memberi kepercayaan kepada teman-teman di SMAN 10 Malang bahwa Taekwondo di SMAN 10 Malang dapat berprestasi.” Ungkapnya setelah pertandingan berakhir.

Foto 3

Tentunya kita semua berharap agar SMAN 10 Malang tetap terus berprestasi dan mengasilkan karya-karya yang luar biasa untuk membanggakan SMAN 10 Malang. Semoga dengan prestasi ini, kedepannya siswa SMAN 10 Malang dapat terpicu untuk berlomba-lomba dalam memberi prestasi sebanyak mungkin untuk SMANDASA. (aka)

-SMANDASA WE LOVE YOU-

Juara 2 Karate Malang Openg IX : Pertandingan Mendadak Bukan Masalah

MALANG—Jumat(2/11) adalah sebuah hari penentuan bagi salah satu atlet karate SMAN 10 Malang, Meichel Rizaldo Watimurry. Siswa yang kerap disapa Kevin ini baru saja memenangkan posisi juara ke-2 pada Kejurnas Karate Malang Open IX. Ia bertanding di Gor Ken Arok, kategori usia 16-17.

 Juara II Kata Beregu Putra

Tak disangka, Kejurnas kali ini Kevin hanya memiliki waktu dua kali persiapan. Ia mengeluh tidak dapat pemberitahuan lebih awal. Maka dari itu, Kevin menggunakan watunya sebaik mungkin agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak hanya kali ini, sebelumnya ia juga pernah diberangkatkan untuk mengikuti kejuaraan dengan waktu yang mendadak. Hebatnya, ia juga memenangkan posisi juara 1 padahal kala itu ia hanya mendapatkan waktu 3 kali latihan.

 

Kevin mengaku bangga bisa mengharumkan nama almamater melalui bakatnya di bidang karate. Meskipun ia merasa kurang adanya tanggapan, itu bukan sebuah masalah yang besar. Siswa kelas XI IPS 1 ini masih semangat meraih juara-juara di kejuaraan yang akan datang. Dukungan orang tua juga menjadi kontribusi yang kuat dalam kiprahnya di dunia karate. Sang Ayah menjadi peran utama dalam mendorong Kevin agar lebih semangat. Ayahya mengungkapkan, jangan pernah merasa sombong atas prestasi-prestasi yang pernah diraih, dan jangan lupa berdoa sebelum pertandingan dimulai. “Pesanku, buat teman-teman, jangan malu atau minder terhadap bakat yang kamu miliki. Gali potensimu dan kembangkan bakatmu. Kalau aku bisa, kalian pasti bisa,” tutur Kevin. (tiy)

Peringatan Maulid Nabi Muhammand SAW 1440 H

Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 20 November 2018. SMA Negeri 10 Malang mengadakan rangkaian Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, (24/11) di Aula SMA Negeri 10 Malang dengan tema “Generasi Teladan Rasulullah”.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diikuti oleh Kepala sekolah, seluruh Guru dan Staf, serta siswa-siswi SMA Negeri 10 Malang. Adapun kegiatan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terdiri dari : Sambutan dari Kepala Sekolah, Shalawatan, Ceramah dari Udztad Anas, Lomba Poster, dan juga Lomba Cerdas Cermat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam ceramah Udztad Anas, diceritakan kehidupan Rasulullah SAW, begitu banyak hinaan yang ia dapatkan saat menyebarkan agama Islam, dan juga tidak sedikit orang yang membencinya. Namun ia tidak membenci balik ataupun membalas kelakuan buruk orang terhadapnya, ia tetap tersenyum dan menghargai orang tersebut.

Dengan diadakannya peringatan maulid setiap tahun, akan menambah kecintaan umat dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan hidup utama.(dvi)

Ibadah Padang Siswa-Siswi Nasrani SMANDASA

SMAN 10 Malang mengadakan kegiatan Maulid Nabi bagi siswa-siswi Muslim kelas X, XI dan XII pada Hari Sabtu (24/11). Sementara pada hari yang sama, SMAN 10 Malang juga mengadakan kegiatan Ibadah Padang bagi siswa-siswi Nasrani kelas X, XI dan XII. Kegiatan Ibadah Padang adalah ibadah yang diadakan di tempat lain selain gereja bagi umat Nasrani.

Picture 1

Kegiatan Ibadah Padang siswa-siswi Nasrani SMANDASA kali ini diadakan di EE Center Indonesia yang berlokasi di Jl. Bandulan Barat 332, Malang. EE Center Indonesia adalah tempat belajar serta menambah wawasan tentang agama Nasrani. Siswa-siswi Nasrani beserta guru Pendidikan Agama Kristen SMAN 10 Malang yang juga menjadi guru pendamping, Ibu Dra. Menik Sri Suyatmi, berangkat dari sekolah menuju EE Center Indonesia sekitar pukul 07.30 WIB dengan menggunakan bis sekolah.

Picture 2

Di sana siswa-siswi disambut dengan hangat oleh kakak-kakak pembina yang mengajak mereka untuk melakukan berbagai kegiatan menyenangkan. Diawali dengan ibadah pembuka, sharing, tea time, games, makan siang dan ibadah penutup. “Kegiatannya seru banget dan nggak membosankan. Kita bisa bermain sekaligus menambah wawasan tentang Pendidikan Agama Kristen di sini,” kata Marcella Eva Josephine, salah satu siswi Nasrani kelas XI SMAN 10 Malang. (gep)

Ashley – Best Catwalk : Torehkan Prestasi Tiada Henti

Best Catwalk 1

Hari Sabtu (17/11) SMAN 10 Malang kembali menorehkan prestasi dalam dunia modelling. Kali ini, salah seorang siswi SMAN 10 Malang, Ashley Kusuma berhasil memenangkan Active Series La Tulipe Alpha Girls 2018 dalam kategori Best Catwalk. Setelah mampu lolos hingga 20 besar, ia dapat membuktikan bahwa mampu menjadi pemenangnya.

Best Catwalk 3

Pada awalnya, gadis yang menjadi Ikon Malang Fashion Runaway ini sempat ragu dapat menjadi Best Catwalk. Menurutnya, dari ke-20 finalis Active Series La Tulipe Alpha Girls 2018 ini banyak yang memang berbakat dalam catwalk. “Seneng bamget gitu, kan kalo dilihat-lihat banyak yang catwalknya bagus,” tutur Ashley Kusuma.

Best Catwalk 4

Saat ditanya perihal tahun ini adalah tahun terakhirnya di SMAN 10 Malang, ia mengungkapkan bahwa ini adalah event terakhirnya di kelas XII. Bukan karena ia sudah bosan terhadap dunia modelling, namun gadis yang pernah menjadi cover majalah Gadis Sampul 2016 ini ingin lebih fokus terhadap Ujian Nasional dan tes untuk masuk ke universitas. “Iya, aku mau stop model dulu. Mau fokus sama sekolah,” tambahnya. Ia juga menuturkan bahwa saat menjadi mahasiswi nanti, Ikon Singulart Trend Fashion 2018 ini akan kembali ke dunia modelling.(nra)

Juara 2 Lomba Bercerita Sejarah

Jum’at (09/11) telah diselenggarakan Lomba Bercerita Sejarah di Gedung Universitas Wisnuwardhana Malang lantai F2dalam rangka Memperingati Hari Pahlawan, 10 November. Sebelum dilaksanakannya lomba tersebut, seluruh peserta diminta untuk hadir dalam Technical Meeting yang diadakan hari Kamis (08/11), sehari sebelum lomba dilaksanakan. Ada sekitar 18 siswa maupun siswi dari berbagai sekolah yang hadir pada saat Technical Meeting.

“Saya duduk sendiri, di kursi paling depan. ” ujar Feby.

“Saya melihat semua peserta didampingi oleh Bapak/Ibu guru mereka saat Technical Meeting. Saat lombapun juga sama, peserta yang hadir bertambah menjadi 23 peserta, dengan bertemankan Bapak/Ibu guru mereka tentu saja.” tambah Feby menjelaskan.

Tepat pukul 08.00 WIB, Lomba Bercerita Sejarahpun dilaksankan. Feby mendapat nomor undian 5, namun ia dipanggil dengan urutan ke-tiga karena ada dua peserta yang didiskualifikasi.

Juara 2 Lomba Bercerita Sejarah

“Nyali saya hampir surut ketika melihat sekeliling saya. Bagaimana tidak, semua pendamping peserta sibuk mempersiapkan kostum, make up, dan properti anak didiknya, sedangkan saya hanya bisa duduk termangu sambil sesekali melihat teks yang telah saya susun sedemikian rupa. Rasanya ingin pulang saja. Tapi tidak, saya tidak bisa pulang dengan tangan kosong, saya sudah menabung dan mengurus surat dispen demi perlombaan ini, saya ingin setidaknya dapat pulang dengan membawa pengalaman.” tutur Feby penuh sesak setiap kali mengingatnya.

Tepat pukul 13.00 WIB, setelah ishoma, hasil penjurianpun dibacakan, dimulai dari pemenang harapan 3 sampai 1. Feby mulai surut nyali, sebab ia tak mendengar namanya disebut sebagai pemenang juara harapan. Feby tidak bisa berharap lebih sebab dia berfikir bahwa penampilannya akan kalah dibandingkan dengan peserta lain yang tertolong oleh properti dan persiapan matang. Saat juara 3 dibacakan Feby mulai pasrah, sudah tidak mungkin lagi baginya untuk meraih juara.

“Daftar-daftar sendiri, bayar-bayar sendiri, technical meetingpun sendiri, cari kostum, make up, semuanya serba sendiri. Menangispun, saya akan menangis sendiri.” ucap Feby dalam hati, kala itu. Feby bangkit dari kursinya, ia hendak pergi meninggalkan ruangan tersebut saat MC membacakan peserta yang meraih juara 2. Disebutlah oleh MC tersebut,

“Juara 2 diraih oleh nomor urut 5″ Tepuk tangan seluruh hadirin begitu membahana, semua orang berdiri, memandang ke arah Feby. Feby tersadar, semua orang menghafal nomor yang dikenakan oleh Feby. Feby masih bisa mendengar tepuk tangan meriah yang bahkan tak semeriah tepuk tangan yang dipersembahkan untuk peserta yang meraih Juara 1. Feby beranjak menuju podium, didapatinya jabat tangan, sanjungan, dan pelukan.(feby)

Kunjungan Nihongo Partner

Welcome to SMA Negeri 10 Malang!—Hari Rabu (21/11) SMA Negeri 10 Malang kedatangan tamu-tamu spesial dari mancanegara. Tamu-tamu ini merupakan perwakilan dari Japan Foundation berkaitan dengan keterlibatan SMA Negeri 10 Malang dalam program-programnya. Salah satunya adalah “Nihongo Partners”, program kunjungan nihon-jin (orang Jepang) untuk ikut berpartisipasi mengajar di SMA Negeri 10 Malang dalam kurun waktu satu tahun.

Masak Okonomiyaki

Sayangnya, program ini akan berakhir pada tahun 2019. Namun, karena dinilai program ini mencapai banyak keberhasilan, maka pihak Japan Foundation dari Jepang maupun Indonesia berniat untuk memperpanjang program ini. Oleh karena itu, kunjungan ke SMA Negeri 10 Malang ini bertujuan untuk dokumentasi laporan kegiatan dan pengajuan perpanjangan program “Nihongo Partners”.

Foto Dokumentasi Tim Nihongo Partner

Kelas masak Jepang menjadi kegiatan yang didokumentasi untuk laporan tersebut. Pada kegiatan ini siswa-siswi kelas XII IPS 1 berkesempatan untuk mencoba memasak menu khas Jepang, okonomiyaki. Para siswa sudah terbagi dalam kelompok-kelompok dan masing-masing harus sudah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

Prosedur memasak akan dijelaskan oleh guru Bahasa Jepang SMA Negeri 10 Malang, Dhevi sensei dan nihon partner, Ryo sensei. Masak-memasak berjalan dengan seru dan menyenangkan. Setiap kelompok menyajikan menu terbaik mereka, baik dari rasa maupun garnish.

Foto Kunjungan Nihongo Partner

Para perwakilan dari Japan Foundation pun menikmati kegiatan ini. Para siswa dan mereka banyak berbagi tawa, perbedaan bahasa bukan jadi penghalang. Kegiatan berakhir dengan foto-foto bersama dan berbagai okonomiyaki. (gadiz)