Apel Pagi Bersama Nihongo Partner 2019

(30/9) Siswa SMAN 10 Malang mendapatkan kesempatan belajar bersama Nihongo Partner (NP) yang didatangkan dari Jepang oleh Japan Foundation sebagai native speaker untuk mata pelajaran Bahasa Jepang. Kedatangan Iwasaki Madoka Sensei sebagai NP yang bertugas di SMAN 10 Malang disambut dengan apel pagi. Doka Sensei, sapaan beliau, akan mendampingi guru Bahasa Jepang dalam menyampaikan materi dan juga mengenalkan siswa kepada budaya-budaya Jepang.

Dalam kesempatan ini, ibu kepala sekolah menghimbau para siswa untuk selalu menjaga ketertiban di manapun berada. Beliau juga menyampaikan pentingnya menjanga kebersihan di lingkungan sekitar. Setelah amanat, tibalah saatnya Doka Sensei memperkenalkan diri kepada seluruh siswa dan guru.

Setelah apel pagi usai, kelas XI dan XII menyiapkan sebuah acara penyambutan untuk Doka Sensei. Dalam acara sederhana yang didatangi juga oleh kepala sekolah dan beberapa guru itu, kedua kelas menampilkan tari tradisional, paduan suara, modern dance, dan duo vokal. (zul)

Juara 1 Lomba Baca Puisi Jatim: Feby Nadia, Pujangga Cantik dari Smandasa

                Feby Nadia, salah seorang siswi dari SMAN 10 Malang, berhasil menyabet gelar Juara 1 Lomba Membaca Puisi. Tentunya hal ini menjadi perhatian khayalak. Selain karena parasnya yang ayu, kemampuan membaca puisinya pun mumpuni.

                Bagi Feby sendiri, puisi sudah dianggap selayaknya diri sendiri. Dikarenakan, Feby sudah memiliki ketertarikan dengan dunia sastra sejak ia masih dalam usia belia. Sejak kecil, Feby sudah terbiasa dengan puisi, sehingga ketika ada lomba, ia hanya perlu berlatih seraya mengasah kemampuannya. Menurut penuturannya, ia tetap berlatih meskipun tidak sedang ada lomba.

                Dalam lomba kali ini, puisi yang dibacakan Feby bukan merupakan puisi bikinannya sendiri. Hal ini dikarenakan puisi untuk lomba, umumnya ditentukan oleh panitia lomba. Menurut Feby, apabila puisi yang dibacakan merupakan hasil karya sendiri, maka panitia pun harus menilai segi isi dari puisi tersebut, juga ke-orisinal-an puisi tersebut.

                Ketika ditanya apa saja faktor pendukung yang membuat Feby tampak percaya diri saat menghadapi lomba, ia menjawab dukungan dan pengalaman. Baginya, dukungan dari orang-orang terkasih merupakan salah satu hal yang mampu menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri. Pun dengan pengalaman. Pengalaman mampu dijadikan referensi dan pemacu dalam menguasai banyak perasaan.

                Feby mengucap banyak terimakasih, terutama kepada Tuhan YME. Tanpa rahmat dan karunia-Nya, ia tak akan mampu mencapai keberhasilan ini. Kedua, tak lupa untuk kedua orangtuanya yang sudah memberikan dukungan penuh dan dorongan semangat kepada Feby.

“Untuk kawan-kawan yang sedang mendalami dunia puisi, jangan ragu! Puisi adalah bentuk ekspresif dari emosi-emosi yang kita hadapi. Gak cuma orang-orang yang sedang sedih yang bisa bikin puisi, gak cuma orang-orang galau yang bisa menciptakan puisi. Puisi itu tentang perasaan, kan, bukan galau-galauan,” tutupnya. (ymg)

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Satradhirsa

Pada Senin (01/10) seluruh warga SMA Negeri 10 Malang melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Upacara dimulai pukul 06.45 pagi dengan tim paskibra SMAN 10 Malang sebagai petugas upacara. Para siswa mengikuti kegiatan upacara dengan mengenakan seragam dan atribut lengkap.

Bapak Sunardi, S.Pd. selaku pembina upacara menyampaikan sambutan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Beliau menyebutkan tema dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini adalah “Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”. Lagu Garuda Pancasila dan Bangun Pemudi-Pemuda dinyanyikan secara berurutan dalam upacara kali ini. Upacara hari ini berlangsung dengan lancar dan berakhir sekitar pukul 07.30 yang dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. (lrf)

Kuis Ki Hajar : Sultanik Sabet Juara 3 Untuk Satradhirsa

Lagi-lagi Satradhirsa mengirimkan perwakilan siswi untuk mengikuti lomba non-akademik kuis Ki Hajar yang dilaksanakan di SMKN 2 Malang. (19/9) Sultanik Abifansah Merupakan siswa perwakilan dari SMANDASA. Perlombaan ini adalah lomba tingkat provinsi, jadi Kemendikbud dan Walikota Malang tak lupa untuk tidak melewatkan momen istimewa ini.

Alur perlombaan yang pertama menggunakan kuis kahoot. Pada permainan ini, peserta diutamakan untuk membuka aplikasi google/chrome untuk melakukan kuis kemudian membuka link yang disampaikan oleh teknisi lomba. Dan yang kedua menggunakan powerpoint kemudian dipresentasikan.

“Buat lomba ini aku cuma butuh waktu satu hari untuk mempersiapkannya. Karena, informasi yang tidak jelas dari panitia lomba” ujarnya.

Untuk perlombaan kuis Ki Hajar ini, Jawa Timur juga mengirimkan perwakilannya sebanyak 4 anak. Yaitu, meliputi daerah Sidoarjo, Banyuwangi, dan Malang. Untuk perlombaan ini, para peserta belajar dari materi-materi pengetahuan umum dan powerpoint (untuk SMA bisa memilih mata pelajaran Bahasa Inggris/Matematika)

“Suka dukanya sih aku bisa bekerjasama dengan Amasta ngebuat dia jadi juara 1 di sesi pertama. Tapi dia kandas pas di soal terakhir, jadinya turun ke peringkat 5 sama ini baru pertama kalinya aku masuk provinsi” lanjutnya. (ran)

Apel Pagi

(23/9), seperti biasa warga SMAN 10 Malang melaksanakan kegiatan rutin apel pagi. Peserta apel antara lain yaitu siswa-siswi dan juga para guru yang dengan tertib mengikuti rangkaian apel pagi ini. Rangkaian apel dibacakan oleh MC hingga tiba saatnya pembina apel masuk lapangan apel. Bapak Utomo pun menuju ke atas podium sebagai pembina apel.

Selaku pembina, Bapak Utomo menyampaikan tentang kondisi ketertiban di Smandasa. Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa saran agar siswa-siswi lebih disiplin lagi. Beberapa kasus keterlambatan tidak jarang disinggung oleh beliau. Namun hal tersebut juga demi kebaikan siswa-siswinya. Pada kesempatan tersebut, Bapak Utomo memaanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengingatkan bahwa ketertiban sangatlah penting. Dengan adanya teguran serta beberapa saran dari beliau, diharapkan siswa-siswi dapat menjadi lebih baik lagi di kedepannya serta dapat sadar akan ketertiban dimanapun dan kapanpun mereka berada. (mis)

Taekwondo Smandasa Juara 2 dalam Kejuaraan Antarpelajar

(8/9) Bagas Wimono, siswa kelas XII SMAN 10 Malang mendapatkan juara 2 dalam Kejuaraan Antarpelajar Indonesia Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 kategori semi prestasi under 94 kg di GOR Gajah Mada Batu. Selama satu bulan, Bagas dan teman-temannya dilatih oleh pelatih ekstrakurikuler Taekwondo, Sabem Ginting di UB dan dojang Taekwondo, Rhinocheros Taekwondo Malang di Karanglo.

“Motivasi saya yaitu selama kita masih bisa melakukan suatu hal kenapa engga, lalu prestasi bagi saya itu penting untuk kedepannya dan pengalaman yang kita rasakan itu engga didapat sama orang lain,” ujarnya.

?

Meskipun sedikit kecewa karena tidak bisa mendapatkan juara 1, Bagas yakin prestasi tersebut bisa menjadi modal baginya untuk bisa mempersiapkan diri lebih matang ke depannya. Ia juga berpesan agar siswa lainnya pantang menyerah dan memberikan yang terbaik untuk membanggakan orang tua dan sekolah.

“Usaha akan berbanding lurus dengan hasil, ” tambahnya. (lrf/zul)

Borong Medali Balap Sepeda di Ajang POR Prov. Jatim 2019

(12/7) Miftahunur Haselli berhasil menyabet dua medali perak sekaligus saat mewakili Kota Malang dalam ajang balap sepeda nomor Criterium Race dan IRR (Individual Road Race) di Tuban. Prestasi tersebut tidak ia peroleh dengan mudah karena siswi yang akrab dipanggil Miftah ini harus bersaing dengan atlet balap sepeda perwakilan kota dari seluruh Jawa Timur.

Mifathur Haselli

Miftah sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba ini selama hampir dua tahun. Ia harus merelakan waktu bermain dan belajar bersama teman-teman di sekolah berkurang karena harus berlatih setiap hari. Prestasi yang ia dapatkan ini merupakan bayaran atas kerja keras dan pengorbanannya selama ini.

Begitu juga dengan Imelda Tabita Deswari, siswi dari kelas X Bahasa SMAN 10 Malang ini menyabet 4 (empat) medali sekaligus, terdiri dari medali emas Individual Road Race, medali emas Individual Time Trial, medali Emas Criterium, dan medali Perunggu dari kategori BMX.

Imelda Tabita Deswari

Menjadi atlet seperti Miftah tidak mudah. Ia harus menyeimbangkan kegiatan sekolah dan latihan setiap hari. Oleh karena itu, Miftah berpesan para siswa yang memiliki bakat di bidang non-akademik agar tetap semangat dan terus berprestasi di bidangnya masing-masing.

“Tidak semua anak mempunyai kemampuan di bidang non-akademik dan bisa membahagiakan orang tua dengan prestasi kita. Oleh karena itu, tetap semangat!” ujarnya. (lrf/zul)