(7/10) Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Badan Dakwah Islam (BDI) SMA Negeri 10 Malang mengadakan acara pada Jumat pagi, yang dimulai pukul 07.00, dan berakhir kurang lebih pukul 09.20. Adapun tema¬† yang diambil adalah “Momentum refleksi dan evaluasi dalam rangka meneladani perangai Nabi.”

Acara ini dibuka dengan pembacaan surah Al-Fatihah untuk mengawalinya, kemudian dilanjutkan dengan penampilan Al-Banjari SMA Negeri 10 Malang dengan membawakan shalawat Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, pembawa acara menyampaikan susunan acara pada pagi ini. Yakni pembukaan, pembacaan Gema Wahyu Ilahi serta sari tilawah, sambutan kepala sekolah SMA Negeri 10 Malang, mauidzah hasanah, sesi tanya jawab, dan diakhiri penutup.

Pembacaan Gema Wahyu Ilahi dilantunkan dengan merdu dan penuh khidmat. Setelah itu, sambutan oleh kepala sekolah SMA Negeri 10 Malang, yang menyampaikan tentang keyakinan terhadap Nabi Muhammad SAW, dengan cara menjalankan ibadah sesuai syariat. Karena agar mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW. Sudah seharusnya kita semua, meneladani akhlak Rasulullah dengan kesabarannya, dan semua hal terpuji.

Kemudian dilanjutkan dengan mauidzah hasanah oleh Ustadz Dr.Rosyidin,M.Pd.I. Dalam tausiyahnya  beliau menyampaikan tentang makna Maulid yang berarti tempat lahir atau waktu lahir, Rasulullah Lahir di Makkah dan wafat di Madinah. Pada saat Nabi Hijrah, Nabi mengatakan Makkah adalah kota yang sangat beliau cintai, yang disampaikan dalam suatu dalil. Rasulullah Lahir di bulan Rabiul Awwal, semua disepakati para ulama, tetapi tanggalnya masih belum bisa dipastikan. Bulan Rabiul Awwal mulia karena kelahiran Nabi Muhammad SAW. Karena Rabi berarti musim semi. Kata ini, ternyata mempunyai filososfi terhadap apa yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini, yakni dengan berkenduri berupa buah buahan.

Beberapa Ulama yang membolehkan peringatan Maulid Nabi yakni, Iman As-Suyuti, Ibnu Hajar Al Haitami, Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Dalam Al Qur’an Muhammad disebut empat Kali, apabila Al Qur’an menyebutkan Nabi Muhammad dengan Muhammad berarti Nabi itu manusia biasa, yang bisa kita contoh dalam segala hal. Tetapi Layaknya batu intan permata ditengah tengah batu batu biasa. Rasulullah sangat mempunyai akhlak akhlak yang mulia, bahkan di setiap perilaku, dengan penuh kedetailan. Yang sudah seharusnya kita mencontoh dan meneladaninya. Dan menjauhi segala hal tercela dalam kehidupan.

Selanjutnya,  adalah ada sesi tanya jawab secara bergantian, dengan soal yang telah dipersiapkan oleh Panitia Badan Dakwah Islam, juga para guru agama islam SMA Negeri 10 Malang dan Pentausiyah. Yang kemudian pertanyaanpertanyaan tersebut dijawab oleh Ustadz Dr.Rosyidin,M.Pd.I. sebagai pentausiyah pada pagi ini.

Hikmah Maulid Nabi ini adalah membaca shalawat Nabi sebaiknya dengan hati tidak hanya terucap saja, meneladani sunnah-unnahnya, dan membaca sejarah Nabi jangan hanya memakai akal tetapi juga memakai hati.

Manfaat memperingati Maulid Nabi adalah sebagai wujud  rasa syukur, atas keimanan kita sebagai umat islam. (nad)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *